Moka Pot boleh jadi alat penyeduh kopi yang paling populer di Italia dan digunakan di hampir 99% rumah tangga di sana, tapi group head E61 adalah legenda yang sudah bertahan lebih dari empat dekade sebagai sebuah standard kualitas di dunia mesin espresso. Saya berkesempatan bertemu dan berbincang dengan salah satu petinggi perusahaan Vibiemme, Cristiano Cieri (43) yang sengaja datang dari Italia pada pameran Food & Hotel Indonesia, 6-9 April di Jakarta Expo Kemayoran. Inilah perbincangan singkat dengan Christiano, sebuah obrolan yang tertunda karena sebenarnya sudah lama direncanakan untuk bertemu tahun lalu di Jakarta

 

Toni Wahid (TW) : Sebenarnya bagaimana sih kultur kopi di Italia ?
Cristiano Cieri (CC) : Moka Pot tetap merupakan alat yang harus ada di setiap rumah tangga, mungkin hampir 99% kami menggunakan alat ini untuk menyeduh kopi di pagi hari. Saya pun demikian, menikmati kopi dari moka pot, kadang dicampur susu bersama sarapan lainnya.

TW : Lalu bagaimana dengan mesin espresso seperi Vibiemme ? Apakah banyak digunakan di rumah ?
CC : Ooo tentu tidak. Jangan salah, di Italia, cafe hampir ada disetiap sudut kemanapun Anda pergi, mungkin setiap tiga meter (tertawa). Jadi  karena kopi mudah ditemukan, mereka tidak merasa perlu untuk memiliki mesin espresso. Untuk Italia, Vibiemme hanya menjual mesin kelas komersial dengan proporsi 50%, sisanya merupakan penjualan di luar negeri.

TW : Lalu bagaimana dengan Vibiemme Domobar ?
CC : Di luar Italia, Amerika merupakan pasar kami yang utama, tapi negara2 di Asia seperti korea Selatan dan New Zealand, mesin ini terus mengalami peningkatan penjual yang signifikan. Harapan yang sama kami inginkan juga di negara Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, dan Indonesia dimana Vibiemme sudah mulai banyak dikenal sebagai produsen yang pendirinya sebagai penemu sistem E61. Domobar sebenarnya bisa digunakan untuk cafe kecil dnegan konsumsi kopi 1kg per hari, tapi kami tetap merekomendasikan mesin tipe komersial guna stabilitas temperatur karena boiler yang lebih besar.

TW : Bagaimana Anda melihat perkembangan kopi di Indonesia
CC : Sungguh menggembirakan ! Pertandingan IBC yang sedang berlangsung di atas panggung adalah contohnya. Selain itu, saya banyak melayani pertanyaan2 kritis tentang produk2 kami dari pengunjung, sebuah pertanda awal yang bagus semakin meningkatnya pasar perkopian di Indonesia.

TW : Produk Vibiemme mana yang menjadi best seller perusahaan Anda
CC : Untuk mesin komersial Replica dan Lollo merupakan ujung tombak penjualan kami dimana keduanya selalu mendapat sambutan positif dari pasar Italia dan internasional. Kami masih tetap mempertahankan mesin tradisional, tapi tidak lupa untuk terus melakukan inovasi seperti teknologi multi boiler pada mesin tipe Replica.

TW : Terakhir, apakah anda juga seorang Barista ?
CC : Saya bisa menyiapkan kopi dengan baik, tapi jangan minta saya untuk membuat latte art (tertawa).

* * * *

Vibiemme dan Ernesto Valente
Carlo Ernesto Valente bukan orang tipe orang yang mudah menyerah di tengah kesulitan besar yang melanda perusahaannya, Faema. Setelah lima tahun mematenkan E61, ekonomi Italia sedang dilanda krisis hebat, salah satunya akibat bencana banjir bandang yang menghancurkan sepertiga sumber ekonomi negara ini. Inflasi terus menggerus keuangan negara di samping program insentif ekonomi untuk meningkatkan investasi dari pemerintah yang tidak menampakan hasil.

Faema terus berusaha bertahan hingga tahun 70an, tapi tekanan buruh yang terus melakukan pemogokan mulai menggoyahkan fundamental keuangan perusahaan ini. Valente harus rela melepas anak semata wayangnya Faema kepada pemerintah dan mengibarkan bendera putih. Faema sudah selesai, tapi Valente segera mengumpulkan kekuatan bersama dua orang mantan eksekutif-nya di Faema, Biancolini dan Meroni lalu ia mendirikan Vibiemme yang sekarang menjadi salah satu ikon perusahaan mesin espresso dari Italia.

Berbicara mengenai istilah E61 banyak orang beranggapan bahwa nama tersebut diambil dari Ernesto, tapi sebenarnya tepat pada saat tersebut di Italia sedang terjadi gerhana matahari total (eclipse). Ernesto lalu menambahkan huruf E pada penemuannya, semata untuk mengingat peristiwa eclipse pada saat ia melakukan inovasi besar dalam rancangan mesin espresso.

 

2 replies
  1. Endang
    Endang says:

    99% rumah tangga di Itali menggunakan Moka Pot untuk menyeduh kopi. Mungkin itu kira-kira sama ya dengan rumah tangga di Indonesia yang terbiasa menyediakan kopi dengan cara tubruk. Ayo pak Ton, bikin survey yuk…..

Comments are closed.