opal1

Lima alat giling kopi dengan tipe KE 640 dari Ditting berjajar rapi di bagian bar Opal Coffee & Resto yang berlokasi di Jalan Teungku Amir Hamzah blok c-56, Medan. Bukan diisi dengan satu jenis kopi, tapi setiap KE 640 berisi kopi yang berbeda untuk kelima grinder espresso super tangguh ini. Lalu memperhatikan keadaan sekeliling, Opal Coffee & Resto cukuplah saya sebut sebagai salah satu bistro terbesar di kota Medan walau kedatangan saya tak bermaksud mengulas tempat ini. 

opla3

Sambil menunggu kedatangan rekan Michael Wongso dari Opal Coffee. sebuah perusahaan yang salah satunya bergerak dalam perdagangan kopi sejak 17 tahun dengan kantor pusat di kota Medan, saya berjalan ke sebuah sudut yang cukup menarik di bagian sayap sebelah kanan. Sebuah alat roasting kopi yang tembus pandang hingga keseluruhan prosesnya bisa terlihat secara kasat mata ditempatkan di bagian depan.

Tampaknya siapapun bisa memesan kopi yang lalu di roast langsung di tempat ini. Lagi-lagi Ditting, grinder dari Swiss yang dilengkapi dengan 6 silo atau tempat untuk mendistribusikan kopi yang volumenya bisa diatur dengan layar sentuh dan langsung digiling saat itu juga. Menarik tentunya melihat cara salah satu petugas di sana mendemonstrasikan penggunaan dan fungsi beberapa tombol yang tinggal disentuh dan kopi pun siap seketika.

opal2

Dalam susunan rak kayu saya melihat jajaran beragam produk Kalita, sebuah perusahaan Jepang yang menyediakan kebutuhan untuk menyeduh kopi. Dari mulai teko warna-warni, dripper Kalita Wave, berbagai decanter, dan masih banyak lagi produk yang dipajang di sini.

Pada saat perbincangan dengan Michael, ia menjelaskan bahwa sejak 1.5 tahun hak distribusi Kalita secara resmi telah dipegang oleh Opal Coffee, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga hingga negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Produknya saat ini mulai disebar di berbagai swalayan kota besar seperti Jakarta, atau bisa dipesan di Otten Coffee. 

kal

Hanya sayangnya, bila dibandingkan dengan Hario, tentu saja produk Kalita masih jauh dari sisi keragaman atau jumlah produk. Hingga saat ini tampaknya Kalita masih malu-malu dalam melakukan pengembangan produknya. Misalnya saja perusahaan Jepang ini masih belum mengeluarkan timbangan digital sebagaimana Hario dengan VST-2000,

Produk lain seperti alat penggiling kopi yang hampir sama dengan Feima N600 pun masih enggan beranjak dari voltase 110 hingga tak mungkin digunakan di Indonesia yang bertegangan 220 V.

kal9

Tapi di balik semua itu, kualitas produk Kalita tak kalah dengan dengan tetangganya. Teko Kalita Wave Pot yang pernah saya ulas tepat dua tahun lalu, memiliki desain dan sisi ergonomis yang tak kalah bila dibandingkan dengan Hario Buono dan sesekali masih saya gunakan hingga sekarang. Dripper yang terbuat dari tembaga (101-CU) adalah produk lain yang ingin saya koleksi, selain teko yang berkapasitas 900ml (copper pot 900).

Bagi yang berada di Jakarta, ruang pamer Kalita bisa dikunjungi di jalan Riau No. 8, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

*  *  *

kal2

kal1

kal3

kal4

kal8

kal7

3 replies
  1. doni darko
    doni darko says:

    waw kalita,
    btw pak nael bawa kalita ke london coffeefest kemaren , katanya beliau sih kalita ini ajaib , jadi pengen coba

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *