Metode kopi yang diseduh dengan air dingin atau cold brew bagi sebagian orang memang menabrak kaidah dan tetap berpendapat bahwasanya rasa dan aroma kopi akan lebih intense jika saja diseduh dengan air panas. Saya serahkan perdebatan itu kepada ahlinya, karena di rumah saya sudah tiba alat Hario Water Driper Clear dan siap untuk dijajal. Jadi selain Filtron Cold Brew yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu, kini giliran Hario yang metodenya hampir sama, dengan perbedaan pada beberapa fitur yang bisa dilihat pada foto-foto  di bawah ini.

 

Di pasaran dijual dengan kisaran harga 2.8 juta dan Anda akan mendapatkan seperangkat peralatan cold brew termasuk filter kertas yang bisa dicuci kembali. Saya dan juga Anda tentunya selalu mengagumi kualitas produk mereka, tapi, to the people in Hario factory, would you please make manual in plain English, as we are not magician (sometimes though), in order not to break this expensive toy ! Ini ganjalan yang sudah banyak dikeluhkan, namun rupanya orang-orang pabriknya belum mendengar keluhan yang sebenarnya mudah diakomodasi. Saat memasang Water Dripper ini, saya cuma bersandar pada foto yang sudah jadi di kemasan kotaknya seperti ini :

Langkah-langkah yang saya lakukan setelah menggiling kopi (medium to coarse) sebanyak 30 gram adalah :

  • Letakan plunger pada middle chamber (ini hanya istilah yang saya gunakan saja), yang bentuknya seperti french press karena ada plunger.
  • Masukan kopi yang sudah digiling
  • Tuang air dingin sekedar untuk membasahi (pre-wet), aduk hingga rata (pada Filtron cold brew kita tidak harus melakukan pre-wet terlebih dahulu)
  • Pasang filter kertas di atas bubuk kopi.

 

  • Pastikan kran air terkunci rapat.
  • Tuang air dengan rasio 10 gram kopi untuk 150ml air, jadi saya menggunakan 450 ml air untuk 30 gram kopi. Rasio kopi dan air berbeda untuk selera setiap orang, kalau terasa agak pekat, tinggal tambah air saja.
  • Tutup water chamber, supaya tetap higienis.
  • Buka keran pelan-pelan dan biarkan air menetes, persis seperti cairan infus. Saat pertama mencoba air sudah habis mengalir dalam waktu dua jam saja. Karena kurang afdhol saya ubah dengan memperkecil aliran air melalui keran dan untuk selanjutnya kita bisa memperkirakan berdasarkan cepat-lambatnya tetesan air.
  • Biarkan alat ini “menyeduh” kopi dengan tetesan air dingin hingga beberapa jam ke depan.

 

Moment of truth :

 

Filtron dan Cody dalam manualnya menyertakan beberapa resep untuk kopi hasil cold brew sebagai frappe, tapi Anda juga bisa mencobanya sendiri dengan campuran sirup, fresh milk, es, atau bahan lain yang bisa Anda coba sendiri. Sepertinya, cold brew memang lebih nikmat untuk dijadikan sebagai bahan dasar minuman seperti yang saya buat.

 

* * * *

 

6 replies
  1. abdy
    abdy says:

    Bang bsa beli tutupnya aja apa ngga kira” ?
    di tempatku pecah soalnya tpi tutupnya aja

  2. John
    John says:

    Numpang tanya pak Toni,

    Kalau kopi untuk cold brew dianjurkan pake

    Robusta apa arabica yah?

    Karena cold brew kan bisa membuat caffein jadi lebih tinggi?

    Terima kasih 🙂
    John.

    Hi John, kembali ke selera, tapi sepanjang pengalaman saya mengunjungi cafe2 yang menggunakan cold brew, mereka masih menggunakan varian arabika.

  3. Philocoffee Project
    Philocoffee Project says:

    Akhirnya mainan mahal ini tayang juga.
    Untuk karakter yang dihasilkan, Bapak lebih cocok mana antara Hario Water Dripper Clear ini dengan Filtron?

    – Susah dibedakan, selera pribadi sih Hario, karena bisa di tweak lewat aliran keran.

  4. Eddy Tjipto Tansil
    Eddy Tjipto Tansil says:

    Nice post Pak Toni, saya suka sekali sama alat ini, unik sekali menurut saya.

    Sebener nya mereka telah membuat manual nya untuk alat ini di dalam bahas Ingriss.

    Tapi aneh nya, manual ini hanya bisa di dapat kalo kita beli barang2 Hario di Australia.

    Check email Pak Toni, saya sudah kirim kan manual nya, kalo belum terima, tolong email saya.

    Thank you,
    Eddy.

Comments are closed.