Mesin espresso kelas domestik biasanya didesain dengan mengorbankan beberapa fitur yang hanya dimiliki oleh kelas komersial atau yang digunakan untuk bisnis. Misalnya, pompa yang digunakan untuk mendistribusikan air pada mesin domestik cukup menggunakan sistem vibrasi yang jauh lebih murah ketimbang pompa rotary. Fitur lain yang dipangkas misalnya bisa terlihat langsung pada berat portafilter yang jauh lebih ringan dibanding mesin prosumer. Namun demikian, tak usah khawatir karena mesin kelas rumahan sudah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan hasilnya kadang mengejutkan, seperti Latina Primo yang akan saya ulas dalam artikel ini.

Latina. Nama ini merupakan merek dagang yang dibawa oleh Maharaja Coffee dan sudah disematkan ke berbagai produk. Salah satunya yang banyak dikenal adalah Latina N600, sebuah penggiling kopi yang sangat populer yang dirakit di Taiwan. Selain grinder, Latina juga sudah menjadi merek produk lainnya dari mulai alat seduh hingga beragam keperluan para Barista.

Latina Primo-Mesin Espresso Domestik. Latina Primo, demikian merek dagangnya, dijual dengan harga 5 jutaan dan baru saja diluncurkan pada awal tahun 2020 ini.

Thermoblock bukan Boiler. Bila mesin espresso yang digunakan di banyak coffee shop menggunakan boiler atau bejana panas, maka mesin untuk kelas rumahan banyak yang menggunakan thermoblock. Keduanya punya fungsi yang sama, untuk menghasilkan tekanan dari uap panas yang terdapat di dalam boiler, selain air panas tentunya.

Boiler dengan ukuran besar atau 1 liter ke atas tentu bisa menyediakan panas setiap saat terutama untuk milk steaming sebuah proses saat susu cair diubah kekentalannya (froth) yang dihasilkan dari tekanan uap panas dari steam wand. Seperti di otomotif, kubikasi mesin (CC) yang besar membuat mobil melaju tanpa kesulitan di tanjakan dan sigap melakukan manuver karena torsinya mencukupi.

Demikian juga boiler yang berkapasitas besar akan membuat mesin espresso mampu melakukan ekstraksi kopi serta melakukan frothing secara bersamaan tanpa takut kehilangan momentum saat kita sedang asyik melakukan frothing dan tiba-tiba kehilangan tenaga.

Jadi Latina Primo dilengkapi dengan sistem thermoblock sebuah piranti pemanas yang dilalui oleh pipa distribusi air yang akan digunakan saat kita akan membuat kopi dan tekanan untuk milk steaming. Begitulah kira-kira analogi sederhana perbedaan antara mesin espresso yang dilengkapi dengan thermoblock dan boiler. 

Panel. Bagian depan terdapat 4 tombol yang dilengkapi dengan inikator lampu berwarna biru. Keempat fungsi tombol tersebut antara lain : power on/off, seduh otomatis (waktunya sudah diatur), seduh manual, dan terakhir untuk milk steaming/frothing.

Tanki Air. Primo memiliki tanki air sebanyak 1.7 liter yang sudah menyatu di bagian belakang mesin. Kontainer air yang terbuat dari plastik tembus pandang bisa dibuka pasang untuk memudahkan pengisian atau saat akan dibersihkan.

Daya Listrik dan Dimensi. Sediakan listrik 1.450 watt untuk bisa mengoperasikan mesin yang beratnya 7.5 kg yang body nya berbalut baja stainless. Ukurannya yang cukup kompak dengan lebar 22cm dan tinggi 31 cm serta kedalaman atau panjang ke belakang 27 cm. Sebuah ukuran yang tak jauh dengan speaker bookself yang saya miliki.

Portafilter. Ini yang istimewa, menggunakan ukuran atau diameter 58mm yang biasanya ditemukan pada mesin-mesin komersial. Saya bisa mengganti porta-nya dengan bawaan dari Rocket Evoluzione dan setelah dicoba, pas. Primo menyediakan 2 basket yakni single dan double untuk 1 portafilter dengan 2 spout atau kanal keluaran kopi.

Bahwa banyak mesin domestik menggunakan portafilter dengan sistem pressurized agar hasilnya tetap bagus apapun hasil giling kopinya, tapi tidak dengan Primo. Mesin ini bisa jadi pintu awal Anda masuk ke mesin komersial atau sebagai latihan karena protafilter komersialnya membuat hasil ekstraksi kopi tak bisa dimanipulasi apalabila kehalusan kopi tidak sesuai.

Pentingnya Grinder atau alat giling kopi. Pressurized portafilter sesuai dengan namanya menambah sedikit tekanan untuk membantu saat kopi sedang diseduh dikarenakan mesin domestik pada umumnya tidak bisa menghasilkan tekanan sebesar 9 bar, sebuah parameter umum yang terdapat pada mesin komersial untuk ekstraksi optimal.

Untuk itu, tanpa dilengkapi dengan sebuah grinder atau alat giling kopi khusus untuk espresso, Latina Primo tak akan bisa memberikan hasil maksimal. Jadi sebagaimana yang sering saya tekankan berulang kali, belilah grinder dulu sebelum membeli alat kopi apapun.

Menggunakan Primo. Bila Anda membeli mesin ini, sudah terdapat kelengkapan seperti tamper stainless walau pada merek lain biasanya hanya diberikan sebuah pemadat kopi plastik yang sungguh tak bisa diandalkan.

Setelah mengisi air sekitar 1 liter pada kontainernya yang saya pasangkan kembali di bagian belakang mesin dengan mudah. Jangan pernah menyalakan mesin tanpa ada pasokan air bila tak ingin mengunggah status mesin menjadi almarhum karena kesalahan yang sunggu tak perlu.

Sistem pemanas thermoblock nya hanya butuh waktu kurang dari 2 menit saat lampu biru yang awalnya berkedip sudah berhenti menandakan mesin siap untuk digunakan.

Grinder espresso Fiorenzato Evo XGi yang kebetulan sedang saya coba dipasangkan untuk mencoba Primo. Beberapa kali mengkalibrasi grinder agar bubuk kopi ukurannya pas dan 20 gram kopi sudah pas untuk masuk ke dalam portafilter-nya. Hasilnya sebagaimana Anda bisa lihat pada foto di atas saat Primo bisa mengeluarkan performa terbaiknya saat grind size sudah benar-benar menyentuh sweet spot. 

Untuk menghindari panas yang berlebihan, mesin domestik sangat tidak disarankan untuk dioperasikan secara terus menerus. Jadi matikan segera setelah selesai digunakan dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan secara mendetail bagian-bagian dari mesin ini.

Pompa Vibrasi dan hasil shot. Salah satu kekhasan pompa vibrasi adalah bunyi getarannya yang lebih keras dibanding dengan pompa rotary pada mesin komersial. Tapi ini tidak menjadikannya mengurangi performa mesin dalam kaitan dengan hasil ekstraksi pada kopi. Hal yang cukup menggembirakan adalah pada body espresso yang biasanya malu-malu, tapi tidak untuk Primo. Body dan tactile espresso hampir mirip dengan mesin komersial dan ini adalah poin plus mesin ini yang paling utama. Hal ini bisa jadi dikarenakan ukuran porta komersial yang tanpa dilengkapi dengan sistem pressurized hingga membuat hasilnya shot cukup prima apabila grind size nya juga sudah pas.

Kesimpulan sementara. Kalau boleh memberikan eksimpulan sementara, Latina Primo agak sedikit berbeda dengan mesi kelas domestik pada umumnya yang terletak pada ukuran porta, non pressurized hingga mesin ini salah satu yang saya rekomendasikan bila Anda terkendala untuk membeli mesin komersial karena terkendala harga. Untuk keperluan menikmati kopi sehari-hari, mesin ini sudah jauh mencukupi dan sekali lagi bisa dijadikan sebagai awal untuk memasuki perziarahan ke dunia kopi.

Sebagai catatan, mesin ini bukanlah untuk dijadikan teman mencari uang. Bukannya tidak bisa, tapi kasihan karena power ratio to performance nya sama sekali tidak memadai. Walau pun dipaksa, Primo dipastikan akan menyerah pada saat pesanan datang dalam jumlah katakanlah 5 cangkir dalam waktu bersamaan. Tentu bisa apabila dipaksakan, tapi Primo akan perlu waktu kembali mengumpulkan tenaga untuk memanaskan air dan menghasilkan tekanan untuk milk steaming.

Steaming. Mesin domestik punya tantangan tersendiri saat melakukan stretching atau frothing susu. Tapi kalau sudah dicoba beberapa kali kita akan lebih mengenal karakter mesinnya. Pertama, setelah mesin siap saat lampu sudah tidak lagi berkedip, putar tombol frothing yang berada di bagian kanan untuk membuang air hingga secara perlahan hanya uap yang keluar dari steam wand.

Pada tahap ini barulah kita bisa melakukan frothing yang waktunya bisa mencapai kurang dari 2 menit hingga permukaan susu sudah mengkilat, Seperti inilah hasilnya hasil percobaan darirekan Barista Wahyu Nazar Amir untuk turut mencoba Primo dan hasilnya sungguh tak mengecewakan walau perlu waktu tak sedikit untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Catatan untuk para (calon) Barista. Ini saran saya kepada siapapun terutama para BARISTA agar dimohon untuk jangan malas untuk mengetahui seluk beluk mesin espresso sebagai bagian penting dari pekerjaan ini. Anda tak perlu jadi seorang teknisi yang paham fungsi setiap jengkal komponen pada mesin espresoo, tapi pengetahuan dasar untuk mengoperasikan alat ini sangatlah penting untuk dikuasai.

Pengetahuan akan fungsi apa saja dan terutama cara perawatan rutin, atau setidaknya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keahlian yang mutlak dimiliki. Jadi tak ada lagi kepanikan menelepon teknisi mesin karena mesin mogok bekerja dan ternyata hanya diakibatkan oleh listrik yang belum tersambung ke power outlet atau pasokan air habis. Jadilah seorang Barista pintar karena tugasnya bukan hanya sekedar menekan tombol pada mesin espresso dan membuat milk based dengan pola menarik. Saran ini juga berlaku kepada pemilik cafe, karena mesin espresso adalah asset penting sebuah bisnis di kopi.

Jadi ada baiknya sebelum berada di belakang mesin espresso high-end, jadikan mesin espresso Primo atau mesin domestik lainnya sebagai ajang latihan sebelum memasuki dunia kerja di coffee shop atau di manapun yang menyediakan mesin ini.

* * *

11 replies
  1. Steve
    Steve says:

    Om mau tanya, waktu pulling espresso bisa berapa lama? Ini mirip dengan mesin espresso merk fe**att* yang waktu pulling espressonya pendek hanya 25s, apakah latina ini sama? Saya biasanya pakai ratio 1:2.5, terima kasih

    Reply
  2. Yitro Kurniawan
    Yitro Kurniawan says:

    Nanya donk bro, apa hasil steamnya menghasilkan foam yg bagus gk buat latte? Sy coba koq cair bgt ya, kyk ngefroth ultra milk uht (yg gk bakalan nge foam) ? Mohon infonya. Makasih

    Reply
  3. Aga
    Aga says:

    Salam sejahtera Om Toni,

    pilih Latina Primo atau Rancilio Silvia ya Om untuk start up?

    terima kasih Om, sukses selalu 🙂

    Reply
    • Harri Risandi
      Harri Risandi says:

      Bukan, ini gemilai 3005C nama aslinya, duluan populer di indonesia dengan nama gustino GS 688

      Reply
  4. Jaya
    Jaya says:

    Mau tanya pendapat antara Latina Prismo vs Flair untuk home use, bagaimana menurut Anda?

    Hasil espresso yang mana yang lebih mirip dengan commercial machine?

    Untuk grinder, saya sudah punya Kinu M47.

    Terima kasih.

    Terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply to Jaya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *