kees1

Hanya beberapa hari saja saya mencoba mesin Speedster dari Kees van der Westen yang bentuknya bagaikan sebuah drone, setidaknya dalam imajinasi saya. Kees adalah butik pabrikan mesin espresso yang produknya sudah lama dikenal publik, salah satunya mesin single group mereka yang nan artistik Speedster. Karena keterbatasan waktu, tulisan ini tidak akan terlalu banyak mengungkap aspek teknis secara detail, hanya beberapa hal yang saya kenali saja. Selain itu laman Kees sudah sangat lengkap menuliskan aspek teknis Speedster yang merupakan versi ke-2. 

kees3

Beberapa tahun lalu saya pernah sedikit mengulas tentang mesin piston Mirage Idrocompresso dari Kees yang digunakan oleh salah satu cafe di bilangan Jakarta Selatan yang pertama kali dihadirkan di Indonesia oleh Hendri Kurniawan.

Speedster datang dari PT Sukanda Djaya ke kantor saya tanpa kardus dan perlengkapan lainnya. Hanya satu portafilter dan pompa untuk distribusi air, maklum mereka juga baru saja melakukan pengetesan sebelum mesin ini dikirim ke pembelinya di kota lain.

Harga terakhir pada saat tulisan ini dibuat sekitar 7.350 Euro tentunya akan sedikit berlipat dengan penambahan pajak dan biaya pengiriman bila sudah sampai ke konsumen di sini.

kees6

Desain dan Konstruksi

Kesan pertama tentu panel alumunium dengan garis embos berwarna kuning dan tipografi bergaya tahun 60an. Speedster mengeluarkan variasi warna lain yang bisa dipilih calon pembeli, merah, hitam dan kuning seperti yang yang saya coba.

Bentuk ? Buat saya ini sebuah karya seni instalasi high-end yang bisa hanya difungsikan sebagai sebuah icon di ruang Anda untuk dinikmati berlama-lama. Lanjut ke halaman berikutnya.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *