Indonesia akhirnya mempunyai juri pertama yang berhak menjadi hakim teknis untuk World Barista Championship, berkat Hendri Kurniawan. Sebenarnya bukan hanya tingkat nasional, bahkan untuk di ASEAN, Hendri adalah orang pertama yang menyandang predikat “WBC Technical Judge” setelah menempuh ujian yang baru saja diadakan di Nagoya, Jepang pada tanggal 2 Oktober lalu. Banyak yang sudah mengenal Hendri khususnya sebagai konsultan F&B yang meluncurkan Rumah Kopi, 1/15, Sabang 16, Lante Satu, dan berbagai projek yang terbilang sukses ditanganinya. Sedikit tentang Hendri Kurniawan sebagaimana yang saya kenal, sekaligus sebagai salah satu pionir kopi spesial di Indonesia.

Mobil Nissan X-trail yang dikemudikan Hendri menyusuri kawasan Seleorejo menuju ke Blitar tujuan pertama kami dalam sebuah perjalanan yang kami namai ziarah kopi di propinsi Jawa Timur. Setelah sesesai sowan ke makam presiden pertama RI, Soekarno, kendaraan mulai dikebut menuju kota Tulungagung dengan mengandalkan GPS dari sebuah smart phone yang mengantarkan kami ke warung kopi “Waris” tempat aktivitas Nyethe atau menghias batang rokok dengan ampas kopi. Berlanjut ke Kediri, Batu, dan kembali lagi ke Malang tepat tengah malam di bulan Januari 2010, semuanya dilakukan untuk menelisik kebiasaan ngopi masyarakat pesisir di Jawa Timur. Itu hanya sebagian pengalaman saya bersama Hendri Kurniawan yang sebagian laporan perjalanannya sudah saya tulis di sini.

Perkenalan saya dengan Hendri dimulai ketika tulisan  tentang Espresso di tahun 2008 mulai beredar di internet dan ia adalah salah satu orang yang memberikan tanggapan, itulah kali pertama kami saling sapa di dunia maya. Secara kebetulan juga kami berdua memiliki mesin espresso pertama, Electrolux yang sudah wafat dan tidak lagi diedarkan oleh perusahaannya. Beberapa minggu kemudia ia mengajak saya dalam sebuah  pertemuan maha penting para punggawa di SCAK Kaskus di bulan Juni 2008 yang bertempat di mall Pacific Place, Jakarta. Berkat pertemuan itu, saya jadi sering bertemu dengan Hendri dan juga rekan seperjuangan lainnya.

Di pertengahan tahun 2010, Hendri mendirikan perusahaan espresso1st, sebuah kantor konsultan dibidang F&B khususnya yang menangani start-up cafe. Ia mulai menangani beberapa projek cafe di Jakarta Rumakopi, Kedai Lante SatuSabang 16,  dan terakhir 1/15 serta tentu beberapa projek lainnya.  Sering membantu saya, misalnya tanpa diminta dengan senang hati ia membantu saya dalam membuat ilustrasi sederhana tata cara pembuatan espresso dan french press di blog.

Dengan merendah Hendri selalu berkata bahwa perannya terbatas sebagai “Stage Manager” atau orang yang bertugas membereskan meja kerja para Barista seusai mereka selesai berkompetisi di kejuaraan Indonesia Barista Championship. Tentu saja bukan hanya itu perannya, karena sejak  mulai aktif di organisasi Kopi Spesial Indonesia sebagai anggota, Hendri sudah berperan sebagai panitia sekaligus Juri Teknis dan Perasa pada IBC di kota Jogja, Surabaya, Bandung, hingga final di Jakarta tahun 2010 yang lalu.

Di kota Denpasar Hendri lulus menjadi seorang Q Grader pada bulan November tahun 2011 setelah melalui perjuangan yang tidak mudah bersama 24 peserta seluruh Indonesia. Lalu ia terus melanjutkan dunia kebaristaan dan terbang ke berbagai negara untuk ngelmu sekaligus diberi kesempatan oleh Tuti H. Mochtar menjadi juri kejuaraan Barista di Thailand dan Singapura. Pengalaman internasionalnya di dua event tersebut membuatnya memenuhi kualifikasi untuk mengikuti ujian sebagai Juri di tingkat World Barista Championship (WBC). Setelah kesempatan untuk lulus menjadi WBC Judge di Korea gagal, Hendri akhirnya menyabet titel bergengsi tersebut di Nagoya Jepang bulan Oktober ini sekaligus menjadi orang pertama di Asean yang berhak berada di panggung kejuaraan Barista tingkat dunia sebagai Juri Teknis. Mengapa mengambil Juri Teknis ? Menurut Hendri, ia sudah dibekali dengan Q Grader yang tentu punya kualifikasi untuk mencicip kopi, jadi ia memutuskan untuk mengambil spesialisasi ini.

Perjalanan Hendri Kurniawan sebagai seorang yang punya antusiasme besar untuk memajukan para barista di Indonesia sangatlah panjang dan saya tahu tidak diraih dengan mudah. Ia sudah menempuh perjalanan ribuan kilometer perjalanan untuk memaknai profesi barista Indonesia agar bisa tampil di panggung dunia dan bersaing dengan negara lainnya. Kita boleh berharap pada Hendri yang akan dengan senang hati berbagi khazah ilmu yang sudah diperolehnya kepada siapapun yang punya niatan untuk menjadi yang terbaik dibidangnya. Hendri juga sudah mewarnai perjalanan kopi spesial di Indonesia dengan berbagai projeknya dan mengenalkan kopi terbaik di dunia kepada publik di Indonesia.

Hanya satu “kelemahan” Hendri yang saya sesali jika berbincang dengannya dan semua orang yang mengenalnya paham akan kebiasaan tidurnya yang lebih awal. Jadi cukup hingga jam 10 malam saya harus menghentikan pembicaraan karena sebentar lagi jam tidurnya akan segera tiba sebelum ia menguap dan kalau dipaksakan pun, saya akan mendengar jawabannya yang mulai terasa agak “aneh”.

Hendri Kurniawan … Konsultan F&B, foodie, Q Grader, dan tentu saja Juri WBC !

 

*  *  *

18 replies
  1. Edhie N
    Edhie N says:

    Bangga sebagai orang Indonesia yang telah mempunyai seorang Hendri Kurniawan, juga Blog Cikopi yang memberikan pencerahan bagi saya tentang dunia perkopian…… bravo

  2. Dery
    Dery says:

    Saya saat ini sedang membangun bisnis keluarga berupa Coffeehouse specialty coffee seperti 1/15 dll
    apakah boleh minta info alamat email Bapak Hendri Kurniawan atau nomor telepon beliau?
    terima kasih sebelumnya.

    salam,
    Dery
    Communitycoffee.bintaro@gmail.com

  3. Dony Alfan
    Dony Alfan says:

    Selamat untuk Tuan Kuli Kopi!
    Jadi ingat waktu dulu dikenalin om Toni dengan HK waktu di IBC Jogja. Sayang pas mampir di 1/15 nggak sempat ketemu lagi.

  4. Gani
    Gani says:

    wuihhh senyumnya ….
    pa lagi ditambah gelar WBC, perlu desainer kartu nama ga masbro… hahaha…

  5. danieldeka
    danieldeka says:

    akhirnya profile nya muncul di Cikopi, after all this time “backstage” 😀 😀 Congrats!

Comments are closed.