Milk Frother

Ah alat Milk Frother yang satu ini sudah membawa sedikit kebahagiaan buat saya yang seringkali gagal mem-froth susu karena kurang lihai memainkan steam wand di dalam milk pitcher. Cuma perlu waktu yang singkat. Hasil steam yang sangat bagus, dan tentu saja konsisten. Sayang, saya belum menemukan trik untuk membuat campuran susu untuk latte, tapi kalau cappuccino, it’s a perfect foam ! Oh ya, sengaja saya tampilkan di sini karena siapa tahu alat milk frother ini bisa jadi pendamping setia untuk yang membuka kedai kopi tanpa harus mengeluarkan modal banyak guna membeli mesin espresso. Mari kita unboxing ….

 

Alat frothing banyak dijual di pasaran dengan berbagai merek, manual maupun yang menggunakan listrik dengan kisaran harga yang bervariasi pula. Salah satu tujuannya untuk mengakomodasi penggemar kopi agar bisa membuat latte atau cappuccino tanpa harus memiliki mesin espresso yang harganya tentu jauh lebih mahal. Sebagian orang malah menggunakan alat ini untuk berbisnis, dan menciptakan berbagai resep minuman berbekal frother yang ternyata juga bisa digunakan untuk minuman coklat. Menarik bukan ?

Kalau Anda membuka web Capresso, bentuknya sama dengan milk frother ini, tapi ini versi tanpa merek dan brosur manualnya disajikan dalam bahasa Mandarin, jadi saya asumsikan kalau alatnya buatan salah satu negara di Asia Timur. Volumenya bisa menampung sekitar 240 ml, terdiri dari dua bagian yakni jar dan bagian pemanas yang memakan daya listrik 600 watt. Di dalam jar terdapat sebuah disk yang berputar dengan kecepatan tinggi pada saat frothing. Satu disk lagi hanya berfungsi untuk memanaskan, tanpa melakukan frothing.

Hanya terdapat tiga tombol pengaturan di depan panelnya yakni : dingin, panas, dan hangat, tinggal dipilih sesuai dengan kebutuhan. Prosesnya sangat sederhana, tuang susu sesuai ukuran yang sudah terdapat did alam jar, satu atau untuk dua serving. Tutup lid-nya, pencet tombol dingin untuk membuat ice coffee misalnya, atau tombol panas untuk membuat foam cappuccino. Alat akan langsung bekerja dan berhenti secara otomatis apabila proses frothing sudah selesai. Hanya diperlukan waktu dua hingga tiga menit tergantung volume susu yang dituangkan. Praktis.

Produk yang sama dengan bentuk yang lebih besar bermerek Minoya, buatan Taiwan dengan hasil akhir yang relatif sama. tapi saya dengan Minoya selain bentuk dan kualitas bahan. juga bisa mem-froth dengan waktu lebih cepat. Apapaun pilihan Anda, kedua alat ini wajib dimiliki terutama bagi para penggemar minuman milk based coffee, terlepas dari  harganya yang relatif terjangkau.

Silakan menghubungi PT Bahana Genta Viktory, (021-63864152) distributor yang menjual alat ini untuk keterangan lebih lanjut. Saya sengaja tidak meng-quote harga pasnya, tapi kisaran di bawah satu juta rupiah.

 

* * * *

 

 

33 replies
  1. Ndy Satya R.S.
    Ndy Satya R.S. says:

    Salam saya ndy dari Jombang, saya akan membuka Cafe kecil kecilan …
    Saya akan memadukan ROK presso dan milk frother …
    Saya cari di web yang di rekomkan untuk milk frother PRO lagi out stock ..
    Mungkin bapak bapak yang lebih berpengalaman ada rekomendasi untuk saya bisa mendapatkan Milk Frother PRO

  2. David Wijaya
    David Wijaya says:

    Sebelumnya, salam kenal Pak Toni Wahid, saya David Wijaya dari Medan, yang beberapa pekan lalu mulai membaca artikel kopi dari website cikopi Anda yang sangat membantu saya menambah wawasan akan kopi. Terima kasih banyak, Pak.

    Mengenai frother milk ini, saya ada sebuah kendala yang sedang saya hadapi. Saya membeli sebuah alat milk foamer yang cara pemakaiannya itu dipegang dan ditekan langsung di atas tombolnya menggunakan jempol, lalu besi di ujung bawahnya akan berputar kencang. Saya berencana ingin membuat latte art tanpa mesin steam susu. Saya sudah mencoba berulang kali dengan alat sederhana milk foamer ini namun hasil foam susunya sangat banyak di permukaan sehingga tidak bisa terbentuk kekentalan susu untuk pembuatan latte art.

    Apakah ada cara khusus dalam pembuatan susu dengan alat milk foamer tsb agar foamnya tidak terlalu banyak, Pak? Susu yang saya gunakan itu Diamond/Greenfield Fresh Milk UHT dalam kondisi dingin di kulkas dimana saya panaskan terlebih dahulu sebelum digunakan.

    Mohon masukannya.
    Terima kasih, Pak Toni.

    • yosia suryadi putra
      yosia suryadi putra says:

      Kepada pak david, maaf sebelum nya melangkahi pak toni u/menjawab.
      Jawaban u/pak david simple saja. Untuk menggunakan milk frother manual yg bisa menghasilkan latte art kuncinya di aerate (mengisi susu dng udara) dan texturing.
      Aerate : posisi milk frother tegak lurus sehingga terbentuk lubang angin di tengah2. Aerate hendaknya tidak lebih dari 3/4 detik tergantung banyak susu.
      Texturing : posisi milk frother miring 50 derajat dan usahakan jangan sampai ada udara masuk lg ke dalam susu. Lama nya proses texturing 50-60 detik.

      Untk lebih jelas bisa lihat tutorialnya di http://m.youtube.com/watch?v=7xUvrlkoVTc

    • Ndy Satya R.S.
      Ndy Satya R.S. says:

      Untuk hand milk frother memang hasilnya hanya foam saja gan …
      Untuk membuat latte art pakai + pemanas saja kecepatan putaran dan buih sangat beda ….

      Untuk latte art selama saya membuat coffe jangan pakai UHT gan …

      Mending pakai susu segar tapi yang asli hasilnya mantep kok …

  3. yosia suryadi putra
    yosia suryadi putra says:

    Sekedar usul pak, u/bikin microfoam u/ latte menggunakan alat ini posisi teko nya dimiringkan 45 derajat atau kurang (hati2 agar tidak tumpah) sehingga proses (aerate) tidak terjadi. Karena proses aerate itulah yg membuat foam cappucino. Sedangkan latte art hanya memerlukan microfoam (seperti cat basah) tidak sampai membentuk foam.

  4. coba-coba
    coba-coba says:

    saya udah telepon ke Genta Victory pak, harga yang Capresso 1,1 juta yang Minoya 1,2 juta, kalo alat frother kecil yang merek Ikea beli nya dimana ya Pak?saya pake alat pengaduk kecil Norpro tp kurang maksimal, mau coba merek Hario belum kesampaian, trima kasih banyak informasinya

  5. Heru Wibowo
    Heru Wibowo says:

    iseng nyoba buka webnya Bahana Genta Victory dan ada perwakilan di Jogja, eh nelpon dan diangkat. Untuk Minoya harga opennya sih 1,2 ktanya msh bisa kurang. penasaran sama Milk Frother ini pengen bikin seperti diatas, maklum seneng iseng nyoba2 resep minuman 😀

  6. eny erawati
    eny erawati says:

    Saya mengirimkan email ke PT Bahana Genta. Tidak berbalas. Yg Surabaya, ‘kembali’, yg Jakarta tidak berbalas. Mungkin memang ‘tidak pas’ utk melayani pelanggan satuan. Kan memang bukan toko.

    Solusinya, ya itu, ke toko :)

    Tapi dimana ya toko yang menjual Minoya tersebut? melayani pembelian online kah?
    terima kasih sebelumnya.

  7. hady
    hady says:

    benar pak toni saya mencari milk frother model ini atau yang lebih murah juga boleh. mohon diberi tahu dimana belinya juga pilihan lainnya ya pak, terima kasih

  8. David
    David says:

    Pak Tony, saya lagi nyari barang ini nih… yg loose pack no brand kayak gini belinya dimana yah? Mohon infonya :)
    Saya sehari-hari dah gak bisa lepas dari Bialetti 3 cups tercinta… ada punya ca phe pin dan dripper… tapi tetap favorit yang ini… :) Dulu sempet pake frother yang IKEA punya, tp rusak dinamonya, males ke tukang service untuk memperbaikinya. Kayaknya alternatif dari Pak Tony asik nih… moga-moga gak mahal… 😀
    Matur tengkyu, Pak Tony

    Salam.

  9. Mimin
    Mimin says:

    S***bux coffee-nya nggak enak (kalau menurut saya).

    Btw, kalau mau beli ini dimana tokonya?

  10. sutrisno
    sutrisno says:

    Wah,kalo uda ada ini,vivaldinya cuman buat pull shot donk pak..
    Kalau untuk minoya,ngga ada setting untuk dingin,panas,dan hangat ya pak?kalau minoya,apa ada manual bahasa inggrisnya pak?

  11. dwi irawan
    dwi irawan says:

    terima kasih pak Toni udah memberi pelajaran bagi yg muda2 ini, seandainya saya gunakan untuk warung kopi saya apa ngak masalah ? maksud saya apa ada batasan pemakaian mesin ini soalnya warung saya pada jam2 tertentu 1 jam kurang lebih melayani sampai 40 orang sekali lagi terima kasih

  12. abi
    abi says:

    makin mantap aja info yg di berikan oleh pa’toni..
    saya boleh saran ga pa’toni..
    buat dong artikel menu utk racik kopi ala cofe house..dari cappucino,latte, ampe frozen cappucino..

    – Makasih Mas Abi, saya lagi menyiapkan beberapa resep andalan walau waktunya harus benar-benar senggang karena berkaitan dengan food photography supaya hasilnya bagus banget.

  13. Wahyu Kusnandar
    Wahyu Kusnandar says:

    Kang Toni, salut buat websitenya…
    sangat membantu saya dalam membuat kopi, maklumlah kang ga sanggup beli st*#%&ck…

    saya mah udah kecanduan kopi AROMA jadi suka ngulik biar ada variasi minum kopinya.

    sekalian mau tanya milk frother ini bisa dibeli dimana? soalnya di carefour mah ga ada…:)

    hatur nuhun Kang…

    – Sami-sami. Milk frother ini bisa dibeli di PT Bahana Genta Viktory, telepon : (021) 63864152

  14. hanzz
    hanzz says:

    Numpang tanya… Saya pake nespresso aerocinno kalo buat paraktisnya, problemnya hasil froth yg pertama (kalo pake frothing disk yg buat panasin) udah cukup: ada micro foam (rada kasar tapi okelah) + susu panasnya… tapi kalo lgs kita pakai lagi dgn kondisi yg sama utk yg round 2 tanpa dibersihkan hasilnya beda tuh. (test jangan pakai disc khusus micro froth)
    Alat ini sama begitu gak ?

  15. Enrico
    Enrico says:

    Justru bagus Pak. Saya ini tiap hari minggu kunjungan famili besar, saya diprotes mulu, karena mereka pesen kopi yang dibuat tante2 saya, sebentar. sementara kopi saya sendiri harus takar, giling dulu, masak air sampe pas, dsb dst. Katanya “kamu baru kelar masak kopi, kami dah kelar minum!”

  16. Hery Ishak
    Hery Ishak says:

    Ini dia…satu lagi produk yang bisa merusak kreatifitas manusia. Buat apa capek-capek belajar frothing..,lha alat ini hasilnya udah lebih bagus.( mudah2an saya salah he he he ). Ok…inilah kemajuan teknologi yg sangat kencang larinya. Silahkan memilih…

  17. Ramadhan Sjamsani
    Ramadhan Sjamsani says:

    Wah, mainannya makin oke aja pak. Sekarang alat2 alternatif pengganti mesin pembuat kopi kelas espresso based makin beragam ya. Dan rata2 nggak terlalu menguras kantong. Dah gt semakin praktis aja mesin2nya. Makin banyak jalan menjadi coffee lover sejati :)

    Btw, harga boleh tau berapa pak? Mayan nih, kalau dipadukan sama handpresso ato moka pot bisa jadi “selingkuhan” silvia di kantor :D.

Comments are closed.