k6

Compak K6 merupakan kakak kandung tipe K3 yang pernah saya ulas di sini dan pernah digunakan dalam waktu cukup lama. K3 merupakan salah satu rekomendasi bagi yang mencari grinder espresso dengan kualitas dan hasil tak mengecewakan, tapi harga cukup miring. Perbedaan yang signifikan terhadap tipe K6 antara lain pada besarnya burr yang lebih besar 8 cm (64cm) dibanding K3, lalu kecepatan putaran motor berbeda 100 rpm antara K3 (1.100) dan K6 (12.00). Aspek lainnya seperti berat, tetu saja K6 berbobot lebih tambun sekitar 14 kg, sementara adiknya 8.6 kilogram.

Mazzer memang sudah kadung jadi favorit para barista, dari model Mini, Super Jolly hingga si raksasa Robur dan merek-merek lain terus merengsek pasar. Walau bukan sebuah ukuran pasti, secara kasat mata cukup banyak pengguna Compak terutama model K3 di beberapa cafe yang pernah saya kunjungi.

Komentarnya rata-rata dalam aspek kemudahan penggunaan dan kualitas hasil gilingan kopi selain daya tahan yang dapat diandalkan. Kalau Anda pernah memutar collar Mazzer tanpa dibantu oleh tuas kecil pasti bisa merasakan betapa beratnya untuk urusan yang satu ini. Tapi tidak dengan Compak, tanpa perlu bantuan engkol, burr bisa diputar relatif mudah.

Perlu kiranya dicatat bahwa saya menggunakan Compak K6 hanya dalam hitungan minggu saja dan tulisan ini hanyalah kesan awal (initial impression) yang sekali-kali jangan dijadikan sebagai faktor  pengambilan keputusan. Tapi bolehlah sebagai informasi awal saat Anda mulai menimbang untuk memilih sebuah produk karena saya belum berani memberikan rekomendasi apapun untuk K6, kecuali pada tipe K3 Touch atau Elite yang saya gunakan setahun lebih dan terbukti kehandalan dan durabilitasnya. Baiklah mari kita mulai membongkar dari kardusnya.

Compak K6 sejak dikeluarkan dari karton pembungkusnya sudah terlihat menjulang tinggi dan melewati batas kabinet dapur. Beratnya yang 14 kilogram setara dengan Anfim Caimano on Demand yang saya gunakan setiap hari. Compak memang buatan Spanyol, tapi kualitas rancang bangunnya cukup bagus tanpa harus melupakan aspek artistik sebagai sebuah alat kopi yang cantik untuk dipajang di bar Anda sebagaimana merek Italia lainnya.

Anda  lebih memilih Step atau Stepless ? apapun sistemnya selama handal dalam menghasilkan espresso grind keduanya boleh digunakan walau step jauh lebih mudah dan stepless akan memberikan kebebasan memilih setting hingga permilimeter jaraknya.

Compak K6 menggunakan sistem stepless dan pabrikan Spanyol ini memberikan kemudahan dalam memuta burr  anpa harus dilengkapi dengan tuas kecil. Tinggal putar ke kanan untuk halus dan kiri untuk mengkasarkan bubuk kopi.

Kalau kita membeli grinder hal pertama yang ahrus dilakukan tentu saja mempejari buku manual yang membosankan.Tapi dari sini kita bisa mendapatkan informasi yang antara lain cara membuka burr. Kenapa harus dibuka ? Berguna  saat membersihkan burr dan bagian dalamnya dari berbagai kotoran sisa kopi yang punya aroma tak sedap dan biasanya sudah mengeras kalau didiamkan terlalu lama.

Ayolah, jangan malas membersihkan alat penggiling kopi, dan tips saya penyedot debu sangat bermanfaat  terutama bagi K6 yang punya penampung kopi atau doser. Silakan lihat tata cara membuka burr K6  pada foto di bawah ini yang sudah cukup jelas.

 

Di atas adalah bagian yang disebut dnegan doser yang arti harafiahnya untuk mengukur (dose) berapa banyak keluaran kopi saat kita menarik tuasnya. Ada pelindung jari supaya Anda tidak iseng memasukan jemari ke dalam doser yang sedang berputar selain sweeper, besi kecil yang tegak lurus untuk mengajak kopi agar tidak diam terutama di dindingnya akibat listrik statis.

Sekedar perbandingan antara Anfim dengan Compak K6 yang buat saya sama-sama head to head. 

Ground clearance bagian atas portafilter dengan bawah doser hanya berjarak 4 cm, cukup sempit, tapi tidak terlalu mengganggu. Saya menggunakan porta ukuran 58mm yang bisa dilepas di atas fork yang terbuat dari plastik, tapi cukup kokoh untuk diketuk-ketuk saat meratakan bubuk kopi.

Bagaimana hasil gilingannya ? Memuaskan dan untuk percobaan pertama saya tak punya keluhan apapun apalagi grind adjustment mudah dilakukan. Untuk mempercepat grind setting adjustment, saya biasanya memutar dulu burr ke bagian kanan (paling halus) hingga burr tidak bisa lagi diputar.

Di mulai dari titik inilah grind adjustment dimulai dan kopi digiling dalam jumlah yang sangat minimal hanya untuk melihat tingkat kehalusannya. Bagi Anda yang sudah terbiasa melakukan pengaturan setting untuk espresso tentu sudah hafal bila bubuk kopi terlalu halus dan perlu penyesuaian.

Putar lagi perlahan hingga bubuk diperkirakan sudah pas dan test di mesin espresso. Satu hingga lima shot biasanya akan terbuang , baik under ataupun over extraction sebelum kita akhirnya menemukan  ukuran yang sesuai. Demikianlah percobaan saya dengan Compak K6, sebuah merek yang punya reputasi dalam masalah kualitas.

*  *  *  *  *

 

 

6 replies
  1. albertg
    albertg says:

    wah Compak K6 🙂 nice grinder. sekelas super jolly but speed wise mungkin kalah cepat ya mas Toni?

    btw ada typo dikit, di burr size harusnya lebih besar 8mm bukan 8cm 🙂

    Super Jolly segera hadir dan kita lihat berapa jauh perbedaan kecepatannya walau di atas kertas Jolly akan menang banyak karena RPM lebih tinggi.
    Ehh, sayah lagi ngantuk itu tengah malem postingnya. Makasih Pak Albert.

  2. zaki
    zaki says:

    ulasan yang menarik dan detil walau pengenalannya cuma sebentar(two thumbs up).
    by the way kang, apa tiap pabrikan sudah men-set 1 tarikan dosing 7 gram atau itu masih mungkin di set sesuai mau kita?

    Hi Zaki terimakasih. Merek lain belum saya coba ukur. Besar kecil volume bisa diatur dengan memutar bagian di dalam doser yang saya tunjukan dalam foto.

  3. daniel
    daniel says:

    Pak Toni salam kenal
    Kalo boleh tanya beli hausbrandt coffee dimana ya?
    Terima kasih sebelumnya

    PT Tritama, 021-3868028.

Comments are closed.