Material kertas memang media yang baik dalam urusan menyerap minyak atau lemak demikian pula dengan filter kopi yang terbuat dari kertas, baik itu yang putih (bleach) atau agak kekuningan (non-bleach). Kedua, kertas bisa menambahkan flavor yang tidak dikehendaki dalam kopi yang kita seduh selain tentunya tidak ramah lingkungan karena filter kopi hanya bisa digunakan untuk satu kali proses menyeduh lalu dibuang. Terakhir pada penggunaan filter kopi misalnya pada alat Hario V60, air hanya mengalir keluar melalui ujung filternya, tapi pada Kone air bisa mengalir kemanapun yang dikehendaki pada banyak lubangnya. Paling tidak, alasan2 tersebut memberikan ide bagi Coava Roaster yang kemudian menciptakan Kone, filter kopi dari bahan stainless yang chic dan kemudian menjadi hits di Amerika.

 

Kone itu seksi, stylish, dan benar2 dibuat dengan detail terutama pada lubang2nya yang dirancang begitu halus. Bila diperhatikan dengan seksama lubang bagian dalam tampak lebih kecil dibandingkan dengan di luarnya.

Coava Roaster mengakui kalau ide dasar filter stainless Kone ini diambil dari bagian plunger yang terdapat pada french press, tapi  difungsikan dengan teknik pour over untuk Chemex. Maka jadilah Oliver Strand menisbatkan alat ini dengan istilah Frenchmex.

Sebenarnya alat ini dibuat untuk digunakan pada Chemex, tapi sayangnya alat ini belum berhasil saya dapatkan, maka jadilah drip coffee pot yang saya sulap untuk memperagakan metode seduh dengan Kone.

Coava menganjurkan untuk memilih grind setting yang sedikit lebih kasar dari espresso, tapi sedikit halus dibandingkan untuk drip coffee pada Hario V60.

Bila Anda punya grinder tentu lebih mudah melakukan pemilihan setting terbaik berdasarkan percobaan2 hingga menemukan yang kehalusan yang cocok.

Langkah yang saya lakukan tidak jauh berbeda dengan metode pour over pada alat Hario V60. Kalau mau sedikit repot Anda bisa menggunakan timbangan digital, tapi kalau mau lebih praktis gunakan saja rasio kopi dan air , misalnya 10 gram kopi untuk 150-170 ml sesuai dengan selera, toh Anda sendiri yang tahu takaran paling pas.

Saya melakukan pre wet atau sekedar membasahi kopi dan biarkan selama 30-45 detik, lalu memasukan kembali air perlahan-lahan hingga sesuai dengan rasio yang diinginkan.

Selesai. Buat saya pribadi, alat ini tentu wajib dikoleksi, apalagi memutus ketergantungan terhadap persediaan filter kertas selain ramah lingkungan. Rasa lebih bold, mungkin karena oil yang lebih banyak larut dan terbebas dari perangkap seperti pada filter kertas, dan mengakibatkan flavor yang lebih kaya.

Di Amerika sana dijual seharga 50 dolar, entah berapa harganya di Indonesia. Bila berminat untuk memesan karena batch pertama sudah habis diborong, Anda bisa mengirim email ke Hendri Kurniawan di : hendri@espresso1st.com

9 replies
  1. Benny yuniarto
    Benny yuniarto says:

    Kalau paling cocok beli skalian dengan chemex 6 cups karena hitung2 chemex yang classic atau pun chemex glass ukuran 6 cups bisa buat gelas untuk tempat menampung dan menjadi teko untuk di bagikan ke gelas2 kecil dan juga untuk pajangan di rumah… Cantik berseni hehheeheee

  2. sutrisno
    sutrisno says:

    Pengen pesen ini dimana ya?email pak hendri diatas ngga bisa di email..maksud saya seperti alamatnya salah..mohon bantuannya..

    Ntar saya sampaikan ke beliau, lumayan cukup sering ketemu.

  3. Enrico
    Enrico says:

    Cek aja pak :
    www_dot_tropicalsaloon_dot_com/?p=107
    Ada bagian atas “melayang”.

    Bandingkan dengan ditaro di Chemex :
    www_dot_detourcoffee_dot_com/system/product_images/images/59/medium/coavakone2_grande.jpg?1295321931

    Lainnya :
    www_dot_flickr_dot_com/photos/ghostcoffee/5023550415/in/photostream/

    Sama kan kayak foto terakhir di postingan kang toni di atas? Ngelayang gitu… Tapi bisa dipake tetep.

    Maaf pake _dot_ soale kalo alamat web dipost nanti dimoderasi dulu postingannya, ga langsung nongol :p

  4. Enrico
    Enrico says:

    @coffeeshopz
    ga bisa langsung di hario pak. si Kone agak “nasionalis”, ukuran si Kone ini cocoknya sama Chemex plek tinggal taro, kalo di Hario V60 dia akan “ngambang” dikit.

  5. Philocoffee Project
    Philocoffee Project says:

    Salam,

    Bapak semua, saya mau bertanya: Batasan sesuatu itu disebut pour over apa? Hal yang harus ada dalam pour over itu terletak pada penyaringnya, dripper atau wadah penyaring, atau ekstraksinya?

  6. Coffeeshopz
    Coffeeshopz says:

    Hehehe ini alat yg pernah saya pegang waktu ObSat – Bandung…pertama kali lihat dari jauh kirain DIY alias buatan sendiri…ternyata Made in USA..

    bener mantap.. sesuai harga nya …

    Kalo di pasang di Hario.. tinggak plek…

    makin banyak aja nih … pernak-pernik kopi..

    Salam
    Coffeeshopz

  7. Enrico
    Enrico says:

    tuuuhh kan kaaaang, ada batch pertama teu bilang2… saya kan ngacai juga… soalnya saya ada rencana mau bikin kopian Koava Funnel dengan mesen ke toko alat lab… :/ kalo ada ini kan jadi enak cobianna…

Comments are closed.