Iwan & Otniel

Untuk kedua kalinya Iwan Setiawan (33) dari Common Grounds berhasil menyisihkan ke-23 peserta Indonesia Latte Art Championship dalam event yang berlangsung dari tanggal 14-18, bersamaan dengan Food & Hotel Indonesia di Jakarta International Expo, Kemayoran. Di bagian kejuaraan Cup Tasters, Otniel Christofer (20) dalam usia yang masih belia menjadi pemenang kejuaraan yang tugasnya memisahkan rasa kopi yang berbeda. Keduanya akan membawa nama Indonesia di Nordic World of Coffee yang akan diselenggarakan di kota Gothenburg, Swedia tanggal 16-18 Juni mendatang. 

@johnnyroadrunner

ILAC

Tiga pola dibuat oleh Iwan para saat pertandingan kemarin berupa kissing swan lake, clown fish under the sea, dan swan dinilai oleh para juri yang diketuai oleh Joe Hsu dari Taiwan sebagai seni gambar latte terbaik di antara puluhan peserta lainnya. Untuk kedua kalinya juga Common Grounds berhasil menjadikan salah satu Barista terbaiknya

Di ruang juri, saya berbincang singkat dengan Jo Hsu, yang baru pertama kali ke Jakarta, walau ia telah beberapa kali ke Sumatera untuk mencari kopi terbaik dari Indonesia. Joe mengakui bahwa rata-rata kemampuan artistik para peserta tidak kalah dengan peserta kejuaraan internasional tingkat dunia yang pernah ia nilai. Pola yang rumit, dengan tingkat kesulitan tinggi, tapi tetap mengedepankan keindahan merupakan hal yang membuatnya terkesan akan kemampuan para peserta yang mengikuti event ini.

Lebih jauh Joe menyatakan dengan negara-negara lain di Asia dan belahan dunia lainya pun, peserta dari Indonesia patut diperhitungkan di kejuaraan dunia mendatang, selama mereka tampil penuh percaya diri di panggung dan terus meningkatkan performa dengan latihan terus menerus.

Tempat kedua di raih oleh Mohamad Aga (independen) dan Restu Sadam, peserta dari Bali.

j2

ICTC

Sedangkan Otniel sejak babak awal tampil prima dan terus berhasil memisahkan cangkir kopi yang berbeda dari 8 set yang disediakan oleh panitia (satu set terdiri dari tiga cangkir)

Cup Tasters, sebagaimana Latte Art baru dua kali diselenggarakan menghadirkan juara termuda Otniel Christofer, mahasiswa semester VI Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Parahyangan Bandung.

Hampir genap satu tahun lalu, Otniel mulai belajar tentang kopi di kelas ABCD, Pasar Santa bersama dua mentornya Hendri Kurniawan dan Ve Handojo. Mengambil semua kelas yang ada dari mulai Coffee Appreciation hingga kelas Espresso.

Dua minggu sebelum pertandingan, Otniel melatih kepekaan lidahnya bersama Stefan Setiadi (Q Grader) dari Two Hands Full Coffee Bandung. Kerja keras Stefan dan peran penting ABCD akhirnya berhasil mengantarkan Otniel meraih juara pertama ICTC tahun 2015.

Ve Handojo tak terkejut melihat kemenangan Otniel yang sudah ia perkirakan sejak pertama kali ia belajar di ABCD dimana Otniel dikenal dengan kebawelannya melalui lontaran pertanyaan tentang kopi yang seakan tak pernah berhenti.

Jane Sugianto dari SF Roastery Bandung, dan Lukman Hakim, masing-masing meraih gelar Juara ke-2 dan 3.

j

Tentunya, perhelatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kopi Spesial ini tak akan terwujud tanpa dukukan penuh sponsor utama, PT Harvest Coffee Forenity dengan mesin dan grinder Conti, beserta sponsor lainnya yang antara lain Taman Delta Indonesia, Froco Coffee, Maxindo Jaya, perusahaan susu Brooke Fram, Common Grounds, Morph Coffee.

Selain itu patut disebutkan dua nama yang saya tahu sudah bekerja sangat keras mewujudkan event ini dalam waktu yang terhitung singkat : Adi W. Taroepratjeka dan Lucy Purwosuwito. Keduanya banyak dibantu oleh sekian banyak sukarelawan agar perhelatan tahunan ini bisa terlaksana.

“Bersyukur lançar dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan untuk acara ini baik dari sponsor maupun para donatur. Juga menghaturkan apresiasi kepada Head Judge, Joe Hsu yang langsung terbang ke Indonesia langsung dari acara SCAA di Seattle.

Tentu  kepada para peserta yang animonya layak mendapatkan pujian. Semoga penyelenggaraan yang berikutnya bisa lebih baik lagi sekaligus untuk meningkatkan kualitas para peserta” demikian Adi W. Taroepratjeka dan selanjutnya Gothenburg !

*  *  *