Advertorial : Bermula di pinggir jalan sebelum melahirkan “Esprecielo”

Foto di atas adalah kenangan kami berdua bersama Chandra Kurnia, dipinggiran jalan Otto Iskandardinata, kota Bandung, tepatnya di penghujung bulan Juli tahun 2008. Saat itu Chandra tengah meniti usaha kopi, ya dimulai dari warung sederhana di pinggir jalan. Kini tentunya sudah banyak yang berubah, tapi momen ini sedikit banyak telah menghantarkan seorang Chandra yang sekarang memiliki brand kopi dan teh sendiri, “Esprecielo”. Secuplik kisah sukses sahabat saya yang produknya tak sulit untuk ditemua di rak pasar swalayan se-Indonesia.

Hidup susah hingga belajar Kungfu. Bisnis keluarganya di tahun 2001 jatuh ke titik paling bawah hingga Chandra harus berpikir keras tentang arah dan tujuan masa depannya. Keluar dari sebuah perguruan tinggi kota Bandung dan memutuskan bahwa minatnya tidak di bangku kuliah dan sempat belajar ilmu bela diri Kung Fu.
Ia memutuskan untuk berbisnis sendiri, namun seringkali tak menuai sukses dan saya meyaksikan jatuh bangunnya Chandra saat cafe-nya di sebuah mall kota Bandung terpaksa harus ditutup. Belum lagi usaha membuka gerobak kopi di salah satu kampus dan berjualan kopi bubuk di komplek rumahnya.
jalani. Namun kerap kali juga usaha-usaha tersebut gagal.
Sarang Kopi, Vietnam Drip, dan Esprecielo. Di salah satu Forum Kaskus saya mengenal Chandra yang seringkali memuat kisahnya berbisnis sembari membuka usaha “Sarang Kopi” di tahun 2008 dengan menjadi re-seller kopi Bel Canto. Cukup lumayan hingga ia dipercaya menjadi distributor untuk seluruh kawasan Indonesia melalui penjualan on-line yang terus berkembang.
Sebelum jagat kopi Indonesia demam dengan metode pour over di tahun 2010, salah satu alat yang tersedia waktu itu hanya terbatas dengan Vietnam Drip yang juga menjadi salah satu dagangan Chandra di Kaskus. Beberapa foto yang digunakan adalah hasil jepretan saya demi membantunya agar Vietnam Drip terlihat lebih cantik walau hanya diambil di atas rumput.
Sembari menimmati kopi di berbagai cafe di malam dingin kota Bandung, saya mengingat betapa bersemangatnya Chandra yang terus mencari peluang bisnis, dan Esprecielo adalah awal ia menapak lebih jauh. Sebuah produk baru yang ia kreasikan dari garasi rumahnya dengan peralatan sederhana dan dibantu oleh 2 orang karyawan. Ia sudah menghadirkan premium affordable latte experience hasil racikannya sendiri.
Reaksi pasar ? Tak terduga dan produknya mulai dikenal dan tanggapan yang positif dengan peningkatan penjualan yang terus naik. Esprecielo terus melakukan penetrasi pasar hingga produknya kini sudah mulai banyak dikenal oleh konsumen.
Allure. Diversifikasi produk ia lakukan di tahun 2012 saat pertama kali meluncurkan green tea latte, Allure dalam kemasan siap saji.  Perpaduan rasa yang harmonis dari Allure yang dikombinasikan dengan cara pemasaran yang kreatif membawa brand Allure meraih sukses dengan cepat.
Hingga sekarang, Allure telah menjadi salah satu pemimpin pasar dalam kategori green tea latte di Indonesia serta bisa dengan mudah ditemukan di lebih dari 30.000 titik penjualan. Perjalanan bisnis Chandra belumlah selesai, dan entah apalagi produk yang akan diluncurkan dalam benaknya.
Satu hal yang pasti, Chandra telah mengajarkan kepada saya bahwa berjualan di pinggir jalan dengan gerobak seadanya bukanlah ide yang buruk untuk mengawali usaha. karena siapa sangka, gerobak ini menjadi bagian sejarah yang tak terpisahkan dari Esprecielo.