Survey musik untuk cafe (Ditutup dan akan diumumkan segera)

grado

Kali ini tulisan saya akan mencoba mengangkat peran musik pada sebuah cafe, sebuah elemen yang seringkali dilupakan, tapi bisa jadi sangat penting untuk meresonansi suasana yang ingin ditampilkan. Perlu digarisbawahi bahwa cafe bukanlah tempat clubbing, yang memperdengarkan musik dengan volume kencang sehingga membuat pengunjung susah berinteraksi. Tapi pertanyaannya, musik apa yang cocok diputar di sebuah cafe ? Lebih spesifiknya, genre musik yang bagaimana ? Setidaknya “good music that keep the vibe and energy going” sebagaimana yang disitir majalah Imbible edisi cetak bulan April kemarin.

m1

Jadi saya meminta opini para pembaca kira-kira genre musik apa yang cocok untuk diputar di sebuah cafe. Tentunya hasil survey tersebut tidak bisa digeneralisasi, namun minimal para pemilik cafe khususnya bisa mengetahui selera para pembaca dan syukur kalau seandainya mereka bisa menyesuakan daftar putar lagunya. Jawaban berikut alasannya paling lambat kami terima seminggu setelah tanggal publikasi artikel ini dan hadiah headphone Grado SR60 akan menjadi milik seseorang yang namanya keluar dari hasil pengundian. Cukup jelas bukan ?

Jadi para pecinta kopi sekaligus penikmat musik (kecuali bagi Anda yang mengharamkan musik atau hidup di planet lain), kami tunggu pendapat Anda hingga tanggal 27 Mei 2013.

*  *  *

audio-set

mcintosh

vintage

stbx

getback

kk

Survey ini bisa terlaksana atas kerjasama cikopi.com dengan Getback Coffee, Rukomas Duta Fatmawati (sebelah ITC Fatmawati) Blok B2 No. 12, Jl. RS Fatmawati, Jakarta Selatan

54 replies
  1. ranggi achdiat
    ranggi achdiat says:

    jenis musiknya tergantung mood. kaya bikin kopi aja, ga pernah sama. gimana takaran sama mood orang yang lagi bikin tu kopi.

    tapi pribadi sukanya sama musik progresif.
    macem pink floyd, rush, genesis & yes.

    buat saya list lagu diatas cocok untuk segelas capuccino ga pake gula.

  2. arya yuswaji
    arya yuswaji says:

    tergantung, bagi saya kopi bisa dinikmati dengan beragam musik tergantung penyajian dan pencitraan yang diinginkan.
    Segelas kopi tubruk ditemani pisang goreng dan alunan lagu musik dangdut pantura, bisa menjadi teman yang cocok dan klop.

    Alunan musik jazz dan blues bisa menjadi teman minum kopi di kafe-kafe bergaya interior modern, hmmm, classy

  3. Rifki
    Rifki says:

    Instrumental, Jazz, Blues, Swing, Broadway.
    musik2 lembut adalah koalisi paling pas saat ngopi.

  4. buw
    buw says:

    Saya rasa semua jenis musik cocok untuk di putar di cafe apalagi untuk cafe yg mengusung musik sebagai interest base mereka. Tapi memang harus diperhatikan pilihan musiknya jangan sampai yg terlalu “cadas hingar-bingar” dan ber-beat terlalu “ajeb-ajeb”, toh kita di cafe ingin menikmati kopi bukan untuk menegak ecstasy :), sehingga diperlukan suasana yg relaxing.
    musik yg terlalu “menusuk” kuping bisa mengurangi kenikmatan secangkir kopi dan mengacaukan mood.
    Seperti halnya beberapa single origin yg dicampur untuk mendapatkan signature blend yg balance, maka saya rasa musik cafe pun bisa diperlakukan seperti demikian menyediakan beberapa “single origin” genre musik dalam playlist mereka yg bisa di play bergantian, karena toh selera pengunjung berbeda-beda.
    Berikut playlist yg menurut saya bisa menambah mood dalam berkopi-ria karena memiliki sisi emosional yang dapat nge-blend dengan ritual ngopi kita:

    JAZZ:
    1. Ella Fitzgerrald (I Love Paris, Misty
    2. Lisa Ono (My boy)
    3. Louis Armstrong (What a wonderfull world, mack the knife)
    4. Accoustic Alchemy
    5. Lee Ritenour
    6. Akira Jimbo (Ode to Joy, The Light)
    7. Claude Boling (Irlandaise, javanaise, sentimentale)
    8. Stephane Grapelli (Minor Swing)
    9. Dave Brubeck (Take Five)
    10. Zhao Peng (evening primerose)
    11.Solveig Slattahjell (Moon River)
    12.Dewa Budjana (Masa Kecil)
    13.Klazz Brothers & Cuba Percussion (Etude, O Mio Babbino Caro, Carmen Cubana)
    14.Andien (Gemilang)
    15.Stacey Kent (Ces Petits Riens)
    16.Jacqui Naylor (Ain’t No Sunshine, Sit and Rest A While
    17.Balawan (Semua Bisa Bilang)
    18.Eva Marchal ( La Mer)
    19.Chie Ayado ( Love, La Vie En Rose)
    20.Tim Hardin Trio (Kreisler’s Liebesfreude)
    21.Frank Sinatra (Coffee Song)
    22.Nat King Cole (you’re the cream in my coffee)
    23.Tohpati (khatulistiwa, Lukisan Pagi)
    24.Tokyo Brass Style (itsumo nando)
    25.dll

    INDONESIA (KERONCONG, GAMBANG KROMONG, CAMPURSARI, DLL):
    1. Ismail Marzuki ( Bunga Anggrek, Dibawah Sinar Bulan Purnama, dll)
    2. Gesang (Bengawan Solo, Jembatan merah)
    3. Benyamin Suaeb (Nonton bioskop, ujan gerimis, dll)
    4. Waljinah (Lelo Ledung)
    5. Keroncong Kemayoran
    6.Jubing Kristianto (bubuy bulan)
    7.dll

    INDIE:
    1. Radical Face (Welcome Home, Always Gold
    2. Pomplamoose (Mr. Sandman, La vie an rose)
    3. Dll

    WORLD MUSIC:
    1. Putu mayo
    2. Habib Koite
    3. Dll

    POPERA & NEW AGES:
    1. Rhydian (The living years, Annie’s Song)
    2. Karl Jenkins (adiemus)
    3. Sarah Brightman (naturaleza muerta, music of the night)
    4. Dll.

  5. jonar
    jonar says:

    Kopi dan musik? ibarat seperti jargon kopi yg satu ini “enak atau tidak, tergantung pada suasana diri pada saat anda meminumnya”. Besar kecilnya pengaruh musik ke suasana anda, itu semua kembali ke selera musik anda.

    Kalau menurut saya pribadi, berdasar pengalaman :

    Ketika ngopi sendirian di kafe, misal lagi nunggu temen atau sekedar rolasan :D, musik dengan beat sedang macam pure jazz, bossa hingga orkestra biasa jadi pengiring aktifitas pengisi waktu luang, seperti membaca. tentu genre tempo medium sangat pas terlebih sesuai dengan tempo membaca kita.

    ketika ngopi bareng teman atau orang lain di kafe, yang saya rasakan seakan-akan musik secara tidak langsung mendikte mood kita, bisa jadi arah pembicaraan-pun terbentuk dari ritme yg masuk telinga kita, musik dengan tempo medium ke cepat macam pop, techno-jazz, electronic sangat pas. sesuai dengan ritme rasa semangat kita. hehehe

  6. tanz
    tanz says:

    Saya jarang ngafe, biasanya cuman take away. Menurut saya kalo sedang ngopi di cafe, music instrumental entah itu pop atau jazz bikin suasana lebih cozzy dan betah saya untuk ngopi.
    Salam kenal untuk pak Toni W, dan pembaca yang lain.

  7. eric
    eric says:

    suatu cafe sebaiknya menyiapkan playlist dengan pertimbangan waktu (pagi-siang-sore-malam)dan cuaca.soal genre:jazz,world music,rnb,classic,top 40,rock instrumental rasanya oke yang dengan dukungan audio beserta settingan yang juga oke.pilihan genre dari playlist harus sesuai dengan jiwa sang pemilik/pengelola cafe.ga perlu lah memaksakan tau apa musik kesukaan pengunjung karena pastilah nanti terasa artificial.*Pengalaman mengunjungi cafe besar dengan mesin kopi canggih tanpa sentuhan personal dan audio asal-asalan efeknya langsung malas berkunjung ulang

  8. Gede
    Gede says:

    Kalau menurut saya, sampai sekarang musik yang moodnya paling pas jika disandingkan dengan kopi itu adalah jazz, swing, dan pop acoustic. di beberapa kafe atau coffee shop yang pernah saya datangi saat mereka memutar lagu-lagu frank sinatra, basia, mocca, atau john mayer moodnya terasa sangat pas. Sebenarnya bossanova, folk, atau keroncong juga menarik jika tempatnya sesuai.

  9. harry
    harry says:

    kalo kata gua sih genre music menentukan pasar cafe itu sendiri, jd tinggal mensurvey aje,, mau pangsa pasarnya apa nih?? kalo umur 15 – 23 taun ya puterin aja music-music masa kini,
    kalo umur 30an , ya music-music taun 90-2000
    kalo 40 thn music tahun 70 – 90 an

    begitu seterusnya…

  10. dhika
    dhika says:

    Jazz-Blues-Latin-instrument

    Kenapa ?
    Cafein dari kopi memberikan efek yang menenangkan… Membuat suasana nyaman, musik-musik dengan genre diatas terumata dengan tempo yang smooth akan mendukung terciptanya efek “ketenangan yang dramatis” sehingga cocok untuk menemani penikmat kopi di kafe dengan berbagai tujuan entah itu menyendiri, mengerjakan tugas kantor, ataupun sekedar berbincang-bincang menggali inspirasi dengan beberapa teman.

  11. Wiwa
    Wiwa says:

    Ngopi bagi saya adalah salah satu bentuk relaksasi..

    Ngopi bagi saya adalah menikmati, bukan untuk berpikir body atau after taste dari suatu kopi..just sip n enjoy..

    Ngopi bagi saya paling pas sambil dengerin music yg easy listening..tanpa perlu memikirkan arti lirik yg dikandungnya..just easy..

  12. LAMONE
    LAMONE says:

    Musik keroncong saya rasa lebih cocok saat menikmati kopi,selain melestarikan warisan nenek moyang,kita juga disuguhkan alunan yang easy listening apalagi keroncong cover lagu-lagu masa kini..wuihhh..mantab jaya

  13. fadli aat
    fadli aat says:

    Kopi, layaknya musik, adalah sesuatu yang personal bagi penikmatnya,hampir tiap orang mempunyai ritual berbeda untuk menikmati kedua hal ini.Musik sebagai makanan jiwa pada akhirnya akan membentuk karakter seseorang..ya, you are what you listen..

    buat saya,quote tersebut tidaklah berlebihan, mengingat sejak kita dilahirkan, kita sudah mulai dibentuk oleh berbagai macam bunyi-bunyian, termasuk musik itu sendiri didalamnya.

    ketika berbicara musik yang ada atau patut ada didalam sebuah cafe dengan tema sajian utama-nya kopi, hampir sama sulitnya dengan menilai sebuah musik itu bagus atau tidak, namun yang pasti, sebuah tempat yang menyajikan kopi, sebuah minuman yang menurut saya bersifat personal, haruslah memikirkan dengan baik, musik apa yang disajikannya, untuk menemani ritual yang satu ini..

    kopi yang buat saya bersifat anti depressan alami, sangatlah cocok jika disandingkan dengan jenis musik bertempo slow hingga mid, karena menurut saya, tempo inilah yang paling cocok untuk bersanding berdua..

    kalau ditanya,I-pod playlist atau playlist dari piringan hitam, jawab saya, musik lebih penting dari apapun media penyaji-nya, playlist lebih penting untuk membentuk sebuah vibe suatu tempat..Namun jika harus memilih, saya akan dengan pasti menjawab, playlist piringan hitam, dengan musik dan kejujuran suara yang dihasilkannya tiada tanding..

    Come Original – 311

    cheers!

  14. Jose
    Jose says:

    Coffee music for me is reggae.

    because is chill and easy listening but strong on lyrics.

    Just like a sip of coffee.

  15. Samson
    Samson says:

    kalau saya si getback sih, sukanya memutar lagu2 keroncong indonesia lama untuk dinikmati bersama kopi. Tapi kalau menurut saya kopi kalau sore hari itu enak dinikmati bersama bossa-nova. Joao Gilberto, Astrud, Carlos Antonio Jobim, sambil mengobrol2 ringan atau baca majalah atau sekedar duduk bengong.

  16. Lidya
    Lidya says:

    Dalam sebuah Cafe / Warkop, musik terkadang memegang peranan penting. Sebagian konsumen yang datang dari beragam kelas serta beragam selera atas musik yang disukainya, seperti beragam jenis kopi yang juga disediakan di cafe tersebut.
    Lokasi dan target konsumen lah yang menentukan jenis musik tersebut. Jika konsumen lebih banyak orang kantoran yah musik yang easy listening / jazz / pop / blues lebih cocok, karena tidak terbayang saat mereka sedang meeting dengan klien tidak konsen karena musiknya beraliran rock / disco beat.
    Lain hal nya jika memang cafe tersebut target konsumennya anak muda kuliahan yang masih energik, cocok diputarkan musik yang sedang ‘trend’ dan ‘hits’ saat ini.
    Dan jika memang targetnya adalah “generasi tua/oldies” cocok diputarkan lagu jadoel yang membawa mereka kembali ke memori masa lalu yang indah.

    Secara umum, memang sebaiknya diputarkan jenis yang lebih ‘umum’ diterima di telinga sebagian besar orang seperti musik easy listening / instrumental / pop ballad. Untuk musik Jazz sebenarnya relatif, dikarenakan tidak semua orang bisa ‘paham’ dengan jenis musik ini karena improvisasi nya terkadang agak ‘dalam’ untuk dicerna oleh telinga.

  17. sonnylukito
    sonnylukito says:

    Musik dalam sebuah WarKop lebih untuk menciptakan suasana, mengingat Pengunjung yang multi-selera, mungkin lebih baik kalo disesuaikan dengan interior WarKop, misalnya kalau interiornya bernuansa DjaDoel, diputar musik HipHop, jadi kagak nyambung judulnya. Tapi sekali lagi, yang menentukan jenis musik disuatu WarKop adalah selera Pemilik ataw Pengelola WarKop, tentu saja !!

  18. yohannes
    yohannes says:

    Gending Jawa. Musik asli Indonesia yang menginspirasi dan mengkoreksi diri saya. Kebanyakan isi syairnya tentang petuah dan kebajikan hidup.
    Menjaga kesantunan, kejujuran, dan tolong menolong adalah yang sering diajarkan di dalam Gending Jawa tersebut.

    Menikmati kopi sambil mendengarkan Gending Jawa, serasa bersantai sambil ngobrol dengan seorang guru atau orang tua yang sedang menyampaikan kebajikan hidup.

  19. Aditya s.
    Aditya s. says:

    simpel saja jawaban saya, dari beberapa cafe yang saya kunjungi dan yang biasa saya nikmati d rumah sambil minum kopi itu musik genre jazz terutama yang smooth dan blues dengan volume yang lembut. dari artikel yang pernah saya baca ini dapat meningkatkan kreativitas, jadi sangat membantu juga apalagi sebagai teman bekerja 🙂

  20. Hanny
    Hanny says:

    menurut saya genre blues menjadi pilihan saya….
    bagi beberapa orang blues memberikan rasa nostalgia sehingga mersa nyaman jika berada di dalam cafe dan menyeruput kopi mereka…

    dan karena kebetulan ayah saya juga pecinta audio,power dan ampli2 vintage(mcintosh sekalipun)cocok dengan lagu2 yang bergenre blues.

  21. Miftah
    Miftah says:

    Secara umum saya memilih smooth jazz untuk teman ngopi. Kayaknya kalau ada musik jazz, rasa relaks dan comfy-nya lebih kerasa. Setiap sesapan kopi jadi berasa surga… 😀

    Tapi kalau pagi hari, sebelum kerja, lebih suka dengar yang agak up-beat. Biar semangat gitu. Hehehe…

  22. hanzz
    hanzz says:

    Gak pentinglah genre musicnya… logikanya yg datang aja seleranya beda2 🙂
    Liat aja fungsi atau theme dari cafe nya;
    Kalo mengangkat etnik yah music daerahnya (mis Korea, Bali dst)
    Kalo umum yah liat sasaran yg nongkrong siapa… cuma jangan kenceng2 dan yg vocalnya minimal
    Kalo seperti pertanyaan diatas – yg saya suka ? Seperti kata “iklan” keras sehitam kopiku hehehe tapi tetap gak pake sember yg bikin rusak suasana

  23. Bayu Wirawan
    Bayu Wirawan says:

    Kalau menurut saya genre yang paling pas buat di coffeeshop itu pop dan easylistening. Terutama sih yang lg ngehits. Soalnya ada beragam orang yg nongkrong di coffeeshop, beragam selera kopinya dan beragam juga selera musiknya. Jadi lebih baik muterin musik-musik yang aman di telinga tiap orang. hehehe

  24. Dendi
    Dendi says:

    Buat saya pribadi seneng nya ngopi sambil dengerin 90s heavy metal, bakalan enak banget buat spirit boost hehehe. Tapi sayangnya saya belum pernah nemu cafe yang muterin heavy metal music wkwkwkwk \m/

  25. titus pujianto
    titus pujianto says:

    ehhmm.. kalo ingin milih musik apa yang cocok untuk di cafe, pertama harus lihat konsep cafe itu sendiri, masa cafe konsep sunda pake lagu latin? kn ga nyambung. tapi menurut saya pribadi jenis musik yang cocok untuk menemani saat minum kopi itu tergantung pada saat kapan kita minum kopi di sebuah cafe ;kalo pagi hari enaknya denger lagu yang semangat, kaya agnes monica yang ‘muda’ ato yang laennya ;kalo siang enaknya dengar lagu yang bikin relax, biar yang pada makan siang jd ikut relax kaya denger lagunya ‘last a saw paris’ ;kalo malem2 cocok denger lagu yang bikn santai ato yang romantis, misalnya lagu jazz, blues, ;michael buble, gil scot, etta jones. Jadi lagu apa yang cocok di dengerin pada saat di cafe dan minum kopi, itu tergantung SIKON.

  26. abdalloh
    abdalloh says:

    saya penggemar berat cappucino dan beragam musik, tetapi untuk duduk di cafe sambil minum cappucino saya lebih memilih easy listening dan top 40. Alasannya sederhana, ketika saya minum cappucino plus aktivitas lain di coffee shop, misal diskusi/ngobrol sama temen, kencan sama macbook, baca novel atau hanya sekedar sambil bbm-an, kedua musik tersebut tidak akan mengganggu konsentrasi.
    Dan menurut saya, kedua genre musik itulah yang paling masuk dan diterima oleh semua kalangan penikmat kopi dengan tujuannya masing-masing.
    dengan catatan: menggunakan audio yang tidak bikin pusing kepala dan kuping gatel hehe.

  27. budiman
    budiman says:

    Dari tulisan pak Toni, saya tidak akan pernah lupa, kutipan ahli kopi, Michael Turbak: “Drinking coffee is a finding an expected pleasure”. Jadi, momen minum kopi adalah momen mendapatkan kenikmatan yang tak terduga. Perlu lagu-lagu yang easy listening dan sesekali bolehlah lagu-lagu klasik pilihan yang memiliki irama yang kayak, seperti karya Beethoven, Mozart atau Chopin. Selebihnya persoalan genre apa tergantung konsep cafe. Jazz ok, Latin juga ok atau yang lain. Yang penting, lagu tidak merusak atau mengganggu momen expected pleasure tadi 🙂

  28. Benny yuniarto
    Benny yuniarto says:

    Setiap orang pasti suka music. Karena music adalah bagian dari hidup manusia. Jantung qta saja berdenyut ada iramanya seperti music. Music di dengar orang waktu mood berbeda-beda. Tetapi semua pasti setuju kalau qta sedang menikmati kopi waktu yang santai (lazy time) seperti sore hingga malam hari setelah qta lelah beraktifitas seharian. Jadi pasti music yang cocok adalah light jazz atau music apapun yang beat nya slow – medium beat. Kenapa jazz? Karena jazz music yang slow, relaxs, nyaman, tenang, sehingga qta dengan santai menikmati kopi dan nyaman ngobrol dengan teman waktu di cafe. Jadi saya pribadi memilih jazz slow beat untuk di temani secangkir kopi bersama pasangan dan kerabat teman-teman saya waktu bersantai di cafe. Thx

  29. andi sanaf
    andi sanaf says:

    Oleh karena saya berasal dari generasi 80, awalnya saya suka prog-rock (Yes, Genesis) dan Pink Floyd tapi sejak th 90-an saya meng eksplore jazz dimulai dgn fusion/jazz rock Return to Forever Chick Corea terus berlanjut suka juga mainstream fusion Yellow Jackets, fast/hard-bop Chick Corea, Joshua Redman, Keith Jarrett dll. Yang jelas saya lebih suka musik jazz tanpa vokal.
    Kalo untuk musik pengiring di cafe sambil nyeruput kopi – dan dgn mempertimbangkan customer lain – mungkin lebih tepat memilih yang “ditengah-tengah” saja, contohnya: mainstream fusion Yellow Jackets swingnya kental banget dgn tempo yg tidak begitu cepat (asal jangan komposisi “run for your life”) semuanya enak. Adult contemporary jazz/easy listening Kilauea album “midnight on the boulevard” dengan tempo pelan sampai sedang menurut saya cocok dinikmati sambil ngopi, ngobrol dengan teman atau sendirian kerja didepan laptop. Dari genre fusion jazz ada Mezzoforte, Casiopea, UZEB, Four Play, dll
    Chick Corea ada komposisinya dengan tempo yg cepat spt komposisi “doctor Joe” dari album Five Trios tetapi tetap enak dinikmati dengan volume pelan. Bahkan dari genre prog-rock pun ada beberapa komposisi yang pelan seperti “blood on the rooftops”, “your own special way”, “many to many” Genesis.
    Kalo yg mas ipungsh bilang live jazz music di Au Lait cafe Cikini, itu kombinasi yang sempurna banget, apalagi kalo mereka main dengan format akustik (akustik/grand piano, kontra bass dan drums).
    Last but not least, volume yang tepat menjadi faktor penentu juga, usahakan volumenya pelan tidak mendominasi ruang, spy orang masih tetap nyaman ngobrol dll. Nah … supaya suara yang sampai ketelinga tetap enak dengan volume yang pelan diperlukan set player, amplifier & speaker yang bagus … Suara tinggi tidak “menyerang” dan membuat telinga sakit/lelah tapi suara rendah masih tetap bisa dirasakan … Kayak foto2 diatas itu lho … Bikin ngiler …

  30. budi ramadhani
    budi ramadhani says:

    kopi itu cocok dinikmati sambil dengerin musik-musik instrumental. semakin sore atau semakin malam musik instrumentalnya semakin nge Beat jadi cocok dengan mood pengunjung cafe

  31. ipungsh
    ipungsh says:

    Saya suka cafe yang punya ide orisinil bagaimana menyuguhkan ambience ke tamunya dengan elemen-elemen seperti harum, interior dan juga musik!
    Saya suka jazz. Favorit cafe saya dulu di Au Lait cafe Cikini (sekarang sudah tutup). Kenapa saya suka Au Lait? Tiap Jumat malem Au Lait ini kerap jadi tempat buat para musisi jazz untuk melakukan jam session. Penyuka jazz bisa menikmati betotan bass dari Indrawan Tjihin sampai Indro Hardjodikoro, petikan gitar Budjana atau Nikita Dompas, gebukan drum Akhsan Sjuman, sampai permainan piano Riza Arshad….”

    Kalau ngga salah inget, malem itu jatah Budjana, Tohpati, Riza Arshad dan Indra Hardjodikoro yang ngamen di kafe dalam acara “U decide the tips.” Idenya adalah mereka nge-jams tanpa honor. Dibayar cuma berdasarkan apresiasi para pengunjung atas permainan musik mereka dengan cara ngasih tips di semacam aquarium bulat dari kaca setelah pertunjukan selesai. Jadi kaya orang ngamen.

    Tanpa sekat, mereka main dengan semangat yang spontan dengan hati. Walau sempat agak berisik karena suara coffee machine yang sedang nge-grind biji kopi, tapi itu tak terasa mengganggu permainan jazz mereka yang sungguh luar biasa. Saya suka mendengarkan permainan jazz mereka. Ngga kerasa kaki-kaki saya mengayun mengikuti tempo betotan bass dan nada piano. Sambil menyeruput kopi di cangkir.

    ===
    http://lembaranpung.wordpress.com/2011/05/03/au-revoir-au-lait/

  32. yogo
    yogo says:

    Ahh, saya rasa jazz masih tidak terbantahkan menjadi musik favorit saya ketika berkontemplasi dengan diri sendiri, sambil menikmati secangkir kopi..

    namun ketika ada satu (atau beberapa) kedai memberikan lantunan melodi yang tidak saya mengerti, tidak biasa, bahkan tidak pernah saya dengar sebelumnya, mungkin ada dua respon yang saya berikan, pertama buruknya image kedai tersebut dipikiran saya, atau kedua, poin plus bagi kedai yang dapat menjodohkan saya dengan satu genre musik baru, karena jodoh adalah pertemuan.

    kemarin adalah masa lalu, besok adalah masa depan, dan hari ini adalah hadiah
    mungkin genre tidak terduga adalah hadiah, apresiasi bagi pengunjung yang mungkin bosan dengan rutinitasnya 🙂

  33. Zozoreva17
    Zozoreva17 says:

    Untuk pemilihan musik yang tepat atau sesuai pada sebuah Coffee Shop, saya rasa itu harus disesuaikan dulu dari konsep Coffee Shop itu sendiri, mengingat untuk saat ini perkembangan Coffee Shop di indonesia sudah seperti ruas jalan tol cipularang, beleweeess beleeweess maju ngebut dengan kecepan minimum 80KM/jam, dengan tekanan minimum 9 Bar dan 30 Detik Ekstraksi,looooh??hhe :p
    tetapi secara general untuk menikmati secangkir kopi dan mencari sebuah suasana, genre musik dapat diatur berdasarkan waktunya yaitu pagi-siang,sore dan malam hari. Untuk pagi dan siang hari kayanya malah ngantuk dan lemes juga kalo kita ngopi sambil dengerin lagu-lagu ber-Genre Jazz atau yg bertempo agak low beat, karena saya sendiri merasa kalau datang ke Coffee Shop di siang hari,antara ingin istirahat sejenak dari kerjaan dan menghilangkan rasa ngantuk atau skedar iseng saja,hhe.
    Dan lagu yang menurut saya cocok untuk di perdengarkan di siang hari mungkin lagu-lagu dengan aliran seperti Pop,Beat Blues,Indie Rock dan musik-musik yg agak ngebeat tp tetep ngalem seperti Temper Trap, Sixpence Non The Richer, Gugun Blues Shelter, John Mayer,dll. Untuk sore hari sendiri saya lebih nyaman mendengarkan musik-musik yang agak cooling down sperti Regina Spector, Carla Bruni, Natalie Imbruglia atau Norah Jones. Apalagi kalo bisa sambil liat Sunset atau menikmati rintik hujan dan pelangi (maaf,saya agak terbawa suasana). Dan untuk malam hari sendiri entah mengapa menurut saya itu adalah saat yang paling tepat untuk menikmati secangkir kopi panas sambil nongkrong/hangout bareng temen atau mencari inspirasi trutama dengan pilihan kopi Single Origin yang tepat :9 dan di temani oleh lagu-lagu yang dapat membuat Mood naik turun seperti Oasis, Lisa Ekhdal, Bob Marley, Jamie Cullum dan Michael Buble.
    Tetapi semua itu saya kembalikan lagi kepada selera musik pribadi setiap orang sperti halnya selera kopi yang berbeda-beda juga pada setiap orangnya 🙂

  34. Andy Kho
    Andy Kho says:

    Kalo saya, milih easy-listening atau light jazz. Music that flows alongside the aroma of the coffee, and the air of the cafe.

    Orang datang ke cafe dengan berbagai alasan dan keperluan: numpang kerja, meeting, interview, reuni, nongkrong, atau bener2 sekedar ingin minum kopi. Ada yang datang sendiri, atau berkelompok.

    Musik di cafe akan membuat tamu yang sendirian tidak kesepian, dan tamu yang berkelompok tetap tidak terganggu. Kehadiran musik di cafe adalah ambient. Selayaknya seperti udara, keberadaannya memberi kehidupan tapi sering tidak disadari. Namun begitu tidak ada, semua orang akan merasa kehilangan suatu fundamental.

  35. buwana
    buwana says:

    Berbicara musik untuk cafe saya rasa tidak cukup sebatas pilihan musik saja. Tapi harus didukung dengan piranti audio dan akustik ruangan yg mumpuni, karena bagi saya peran musik di cafe tidak hanya sebagai background, tapi sebagai pengkondisian atmosfir yang berpengaruh pada mood penikmat kopi. Pilihan musik saya adalah:

    1. Pagi-siang: Bossanova, swing dgn tempo medium, Baroque classic bertempo cepat (vivaldi, bach)
    2. Sore-malam: Bossanova, swing, audiophile voices bertempo slow, romantic classic (beethoven)

    Semuanya di putar dari player non-mp3 bisa Vynil, Cd player, dan tentunya dengan dukungan piranti audio tabung (tube) mulai dari phono, pre-amp, amplifier, dan speaker yang berkualitas baik

  36. buwana
    buwana says:

    Berbicara musik untuk cafe saya rasa tidak cukup sebatas pilihan musik saja. Tapi harus didukung dengan piranti audio dan akustik ruangan yg mumpuni, karena bagi saya peran musik di cafe tidak hanya sebagai background, tapi sebagai pengkondisian atmosfir yang berpengaruh pada mood penikmat kopi.
    Pilihan musik saya adalah:
    1. Pagi-siang: Bossanova, swing dgn tempo medium
    2. Siang-sore: Bossanova, swing, audiophile voices bertempo

  37. kurirkopi
    kurirkopi says:

    Blues…tidak ada genre lain yang lebih nyampur dengan kopi selain genre ini… Mulai dari Blues sebelum 1920 hingga Black Keys, akan tercipta suasana magis. Percaya!

  38. Fery S Ekopurnomo
    Fery S Ekopurnomo says:

    Sangat subjective sebenarnya…. Selera saya temen ngupi di coffee shop adalah Jazz. Tinggal pilih jazz yang mana, latin jazz cucok, mainstream asyik, atau jazzy model2nya Maxwell atau Eric Benet bagus juga. Personally saya lebih suka yg ada vokalnya, apalagi vokalis wanita spt Fygi, Sassy, Holiday dkk.
    Yang harus sangat diperhatikan beat-nya, jgn terlalu pelan atau cepat, main2 di medium slow sampai medium up aja.
    Dan juga harus easy listening. Saya menggemari Miles Davis, Coltrane dan bbrp legenda Jazz lainnya, tapi kalo lagi menyimak komposisi mereka, mata merem dan gak mau diganggu sama kegiatan lain termasuk ngopi, jadi nggak banget utk diputer di coffee shop hehehehe

  39. isa
    isa says:

    Kalo ke coffee shop ya pastinya musik ga mengganggu. ane lebih suka musik yg baru yang punya nuansa yang belum pernah di denger. biasanya various artist yang albumnya pake lounge gt deh. kaya African lounge, classical lounge masuk banget ke memori n punya karakter sendiri di cafe tersebut. kalo musik yang sering di denger ya mendingan di kamar sendiri aja 🙂

  40. Bayu
    Bayu says:

    esensi musik di coffee shop itu adalah PMK (Pengantar Minum Kopi). jadi semua ragam jenis musik rasanya sah untuk diputar disana. kenapa? karena bagi saya selera musik adalah hal yang sangat universal dan beragam, sebagaimana selera minum kopi masing-masing orang.

    yang pasti, musik PMK ini haruslah ‘samar-samar’ supaya ndak mengganggu pembicaraan dan suasana ngobrol yang akrab. bahkan suara musik sayup-sayup itu malah mengundang penasaran, apapun itu genre nya..

    *salam PMK (Pengantar Minum Kopi) :))

  41. Tony
    Tony says:

    Genre musik yang cocok untuk setiap orang pasti sangat subyektif yah,, begitupun juga dengan saya.
    Kalau saya lebih suka menyeruput kopi sambil ditemani dengan lagu2 folk Indonesia yang lagunya lebih mendekatkan diri ke alam seperti Dialog Dini Hari contohnya.
    Because coffee is the greatest present from nature for human being,right?

  42. aad
    aad says:

    kalo di cafe kecenderungan orang adalah membaca buku, ngoborol sama temen atau pacar, atau bisa jg menyendiri galau, mnrt saya musik yg cocok adalah musik yg tidak tratak dung-dung ces ces iramanya, apalagi campursari atau dangdut koplo, yg cocok dgn secangkir kopi mnrt saya musik jazz, tp yg bs diterima kuping orang awam, bukan jazz yg tulat tulit jumpalitan nadanya

  43. abudJour
    abudJour says:

    Buat saya apapun jenis genrenya ga masalah , selama bisa berkolaborasi dengan tempat dan coffeenya itu sendiri , betapa tidak ketika pada waktu ,hari,minggu dan bulan bulan tertentu pada beberapa coffeeshop memiliki playlist yang berbeda, intinya si musik ini bisa membantu saya membuat lebih enak lagi aroma dan rasa dari kopi saya .

    My playlist :
    1.Copeland : coffee
    2.Frank Sinatra: The Girl from Ipanema
    3.Flight Facilities : CLair de lune
    4.Blackout : Join kopi
    5.Fahmi shahab : Kopi dangdut

    Apappun musiknya ,yang penting kopinya fruithy ,hehehe (^_^),karena hidup udah bitter…

  44. ardie
    ardie says:

    jazz. dan segala anak cabangnya. wabilkhusus yg versi instrumentalia. seperti kopi, jazz instrumentalia sarat intepretasi. minum tanpa beban, mendengar tanpa curiga. dua2nya punya ‘racun’ relaksasi dan membebaskan. berbaur dengan obrolan penuh canda. ‘rumit’ -serumit meracik kopi enak dan serumit improvisasi jazzy- tapi dibawa santai. :).

  45. Rudy
    Rudy says:

    Menurut saya yang paling cocok adalah Smooth Jazz. Sangat cocok untuk suatu cafe yang memang menjual ketenangan dan privasi. Bahkan saya terobsesi untuk membuka cafe dengan nuansa Jazz. Hehehe…

  46. Javaro Coffee
    Javaro Coffee says:

    Kalau saya sih, dengerin musik apalagi sambil ngupi, akan cenderung mengikuti mood saat itu. Kalau lagi gembira ya cukup musik pop yg sering di denger. Kalau lagi sentimentil ya bolehlah denger Jazz dan latin..
    dan seterusnya..

  47. Arief
    Arief says:

    Kalo saya datang ke kafe untuk ngobrol sambil menikmati kopi. Jadi kalau untuk saya musik yang cocok adalah musik yang bisa jadi “background” buat obrolan dan kopi. Musik yang “set up the mood”. Dari kriteria itu kemudian balik ke selera. Untuk saya sendiri kalo jenis musiknya lebih suka yang slow-medium beat. Jazz, Blues, Motown, Pop, Slow Rock bahkan musik instrumental tradisional. Untuk artisnya bisa seperti Michael Buble, Jason Mraz, Jamiroquai, Owl city mewakili era sekarang. Jakson Five, Janis Joplin, Elvis Presley, Beatles mewakili era Jadul. Asal jangan terlalu slow sampai bikin ngantuk atau musik yang bernada depresi. Intinya musik yang bisa “Make me feel in love with my Coffee”.

  48. Tommy_Komo
    Tommy_Komo says:

    wah, mendengar musik dan secangkir kopi sudah menjadi ritual wajib dipagi hari ..

    pilihan saya jatuh pada musik yang bergenre Jazz yang terkadang berfusion disco , musik seperti ini sangat apik disajikan oleh Earth Wind and Fire .

    disini , saya merasa antara cafeine pd secangkir kopi berpadu sangat baik dengan instrumental jazz/disco nya yang mujarab membangun mood positif sebelum memulai aktifitas.

  49. micko
    micko says:

    Easy listening tentunya kenapa? ,kopi juga ibarat musik kalo kita sedang menikmatinya, seperti mandheling yg menurut saya seperti music jazz,aceh gayo itu menurut saya seperti music pop..dan masih banyak lagi jenis music yg menurut saya kalo dinikmati dan disesuaikan dengan jenis kopinya dapat memberikan nuansa yg berbeda,Hidup KOPI INDONESIA !

  50. Benny
    Benny says:

    antara jazz-latin-worldmusic, yg penting ambient dan moodnya dapat, lebih ke instrumental agar tetap nyaman ditelinga meskipun ingin diskusi di cafe itu dan juga yang tidak up-beat agar relax tetap dapat.

  51. isal
    isal says:

    weleh ngmongin genre yang pas buat di mix sama kopi.
    kalo saya sih menjatuhkan pilihan sama britpop.

    Kenapa britpop ?

    secara personal , saya adalah seorang pria yang besar di warsa 90 an, otomatis saya di suguhi edukasi musik ala mtv yang kali itu saya fikir oasis di daulat sebagai garda depan britpop , meski belakangan saya sadar klo blur lebih keren hehe.
    Berangkat dari sana lah, sampai saat ini saya amat terbiasa melakukan apapun di temani musik bergenre britpop.

    secara umum :
    Tanpa melihat genre, saya yakin setiap orang akan senang bila ia bisa mendengarkan lagu yang ia kenal. Namun bila di lihat pengkonsumsi kopi ( observasi tidak sengaja ) rata-rata penikmat kopi cafe ada di usia 20 – 60 tahun dan saya yakin mereka akan sangat kenal dengan musik bergenre ini, kalo anak warsa 90an di wakili oleh oasis , blur. Anak- anak kekinian terwakili oleh morrissey yang sedang in banget. Sedangkan para “buhun” terwakili oleh the beatles.
    Dari hasil observasi yang tidak sengaja maneurut saya brit pop masi cukup mewakili telinga banyak orang.

    Urusan selanjutnya adalah kepiawaian sang dj memilah lagu.

Comments are closed.