Selama ini pabrikan grinder selalu berusaha mencari sebuah titik temu antara kecepatan motor, ukuran pisau, dan lamanya proses penggilingan  yang kesemuanya bertujuan untuk menghidari rusaknya aroma kopi. Keseimbangan ketiga faktor itu misalnya dikombinasikan pada Anfim Caimano On Demand yang menggunakan mata pisau atau burr besar, tapi dengan kecepatan rendah atau hanya 800RPM.  Produk ini didatangkan oleh Harvest Coffee Forenity, sebagai distributornya di Indonesia. Salah satu cafe yang telah menggunakannya misalnya bisa kita lihat di  Anomali Coffee, gedung Setiabudi 1, HR Rasuna Said, Jakarta.


Bagi saya grinder adalah ruh-nya kopi, sebuah alat maha penting yang tanpa kehadirannya membuat mesin espresso semahal apapun jadi tidak berarti. Sejak tahun 60an, bentuk dan teknologi grinder kopi praktis tidak terlalu banyak berubah dan ketinggalan jauh dengan perkembangan mesin espressso. Tapi dari kesederhanaannya itulah, grinder akan membuat secangkir kopi menjadi thenectar of God, atau malah sebaliknya devil in a cup.

Tipe yang saya unboxing mempunyai burr 64 milimeter, pisau grinder komersial yang terbesar yang pernah saya coba. Beberapa grinder yang pernah ditampilkan di blog ini antara lain mempunyai ukuran burr 58mm (Compak K3 dan Gino), La Spaziale Top (54mm), dan Rocky (50mm) yang terkecil. Hal penting lainnya, burr Anfim masih menggunakan material hardened steel untuk tipe burr 64mm, tapi pada tipe 75mm bahannya sudah diganti dengan titanium yang dipercaya lebih bersahabat dengan aroma kopi karena mengurangi friksi atau gesekan saat kopi digiling.

Sebagaimana yang sudah disebut di atas, ukuran burr yang besar tidak selalu berkorelasi dengan kecepatan gilingnya karena Anfim mengadopsi sistem slow motor. Ya itu tadi, untuk mengindari panas yang berlebihan pada kopi. Bila dilihat dari spesifikasi, On Demand  memang dirancang dengan kecepatan RPM rendah yang hanya 800 putaran per menit. Bandingkan dengan Compak K3=1100 RPM, Gino=1200RPM, atau si raksasa Mazzer Super Jolly yang berputar dengan kecepatan 1400RPM.

Paling menarik dan  “nekat” tentu saja Latina yang buatan Taiwan,  burr boleh berukuran kecil, tapi motornya bisa menggiling kopi 20gr hanya dalam waktu 11 detik dengan kecepatan 2200 RPM !, walau  menciptakan listrik statis yang cukup menebar kopi ke berbagai tempat. Masing2 pabrikan tentu punya alasan tersendiri, tapi Anfim tetap mempercayai bahwa overheat merupakan faktor yang harus diminimalisir untuk menjaga rasa dan aroma kopi.

Anfim On Demand tidaklah ringan saat dikeluarkan, beratnya 14kg, sebuah indikator awal bahwa alat ini dilengkapi dengan motor berukuran besar. Tidak heran karena bean hopper atau kontainer penyimpan biji kopinya juga berkapasitas 2 kilogram dan disertai dengan bean catcher untuk menghalangi biji kopi masuk ke grinder saat akan dibersihkan atau mengganti kopi.

Bagian yang paling menjol tentu saja kotak LCD display di bagian bawahnya yang memuat informasi mengenai jumlah dosing yang telah dilakukan (counter) dan volumetric system. Hanya tinggal menekan tombol satu atau dua cangkir untuk setiap dosing, maka kopi akan keluar berdasarkan durasi waktu yang bisa ditentukan. Dengan kata lain, operator menentukan waktu atau lamanya grinder mengeluarkan kopi dan bukan volume.

Proses instalasi Anfim sebagaimana grinder lainnya tidak bertele-tele, masukan kopi dan sambungkan ke colokan listrik, lalu nyalakan. LCD akan langsung menyala dan menampilkan informasi jumlah dosing yang telah dilakukan. Setelah itu pasang portafilter di dudukannya yang punya jarak 5cm dengan chute atau tempat keluarnya kopi. Tekan tombol yang bersimbol satu atau dua cangkir sesuai dengan kebutuhan dan selanjutnya kopi akan keluar memenuhi portafilter. Selesai.

Bila grind atau bubuk kopi ingin disesuaikan tingkat halus dan kasarnya, tinggal putar collar atau bagian yang ditandai dengan angka. Geser kiri untuk menghaluskan dan sebaliknya untuk mengkasarkan dengan jumlah 68 setting yang bisa dipilih. Jadi Anfim menggunakan sistem steped bukan stepless, lebih mudah walau tergantung preferensi untuk yang memilih sistem micrometrical stepless dimana pergeseran pisau atau burr bisa dilakukan per milimeter.

Sudah seminggu saya mencoba grinder ini di rumah dan selalu memperhatikan faktor penting dalam menilai sebuah alat penggiling kopi yang antara lain :

Pertama, grind quality atau kualitas hasil bubuk kopi yang digiling dan saya tidak ragu untuk menyebutkan bahwa Anfim merupakan grinder yang terbaik yang pernah saya coba. Dari kasat mata saja sudah terlihat Anfim mampu menghasilkan bubuk atau grind kopi yang begitu rata dan konsisten dari setiap perpindahan setting kasar ke halus.

Kedua, kemudahan perpindahan setting. Mudah sekali, hanya menggeser kiri kanan sambil menekan tombol di bagian kiri. Walaupun bukan sistem stepless micrometrical, Anfim mengakomodasinya dengan 68 setting yang berbeda.

Ketiga, build quality, dengan berat 14kg, Anfim itu big toy, heavy metal ! Dimiliki untuk keperluan jangka panjang.

Keempat, operasional. Tinggal tekan dan biarkan mesin bekerja, sistem doserless akan jauh lebih menghemat kopi dibanding dengan doser. Sistem volumetrik Anfim sangat mendukung penghematan kopi karena setiap dose bisa ditentukan berapa beratnya dengan mengatur durasi penggilinga.  Kelemahan, waktu tunggu, jadi untuk bisnis yang memerlukan kecepatan, sistem doser lebih direkomendasikan karena barista bisa melakukan pre-grind.

Kelima, fitur display LCD. Jauh dari kesan kosmetik karena berguna untuk mengetahui berapa banyak dosing yang telah dilakukan. La Spaziale Top grinder juga dilengkapi dengan counter stats, tapi berdasarkan pull atau tarikan dan bukan per dose. Menurut saya sistem Anfim punya keunggulan karena lebih realistis untuk menghitung kuantitas kopi.

Clumping bisa jadi masalah untuk grinder yang tidak menggunakan doser, dan Anfim juga punya isu yang sama. Bisa diminimalisir dengan sedikit menggoyangkan portafilter saat kopi keluar, atau teknik Weiss Distribution seperti yang dilakukan  Tjiam Charles rekan home barista saya.

Saya baru seminggu menggunakan grinder Anfim dan jangan dianggap bahwa ini merupakan sebuah final review. Pengalaman terus menerus menggunakannya tentu akan lebih memperkaya kita dalam menilai sebuah produk.  Buat saya, Anfim adalah grinder kopi berkualitas tinggi dan patut diperhitungkan di antara sekian banyak pilihan di kelas komersial, dan siapa tahu buat Anda juga.

* * * * *

11 replies
  1. simon
    simon says:

    kang toni saya mau tanya ini mesin di jual di mana ya dan harganya brp? makasih sebelumnya.

    – Coba kontak ke Harvest Coffee Forenity yang punya sekolah Esperto Barista Course. Alamat : Komplek Ruko Graha Kencana Blok EP. Jln. Raya Perjuangan no.88, Jakarta Barat. Phone : (021)532 5953

  2. Nug
    Nug says:

    Salam kenal Kang Tony, trims untuk racunnya ….. Malam ini si Charles lagi memandang ini grinder sambil menimang-nimang untuk meminang the Best Grinder ini 🙂

    Kata Charles tadi “bused kok saya keracunan nih om, silent banget, besok aja saya kirim”

    Untung harganya tidak membuat saya menjadi homeless 😀

    Salam kenal Pak …
    Percayalah, Anfim pilihan yang tepat untuk mesin espresso apapun dan harganya bagus bukan ? 🙂
    Hati2, Charles sudah ngiler dari dulu he he he.
    Selamat menikmati mesin espresso Vibiemme dan Anfim !

  3. Enrico
    Enrico says:

    Ah, baru saja saya post, saya nemu posting yang cukup bagus :
    http://www.clivecoffee.com/learn/2010/08/how-do-you-know-the-right-grind-for-your-coffee/

    “Espresso
    Espresso grinds should be fine, but not powdery. When you pinch the grounds between your fingers they should clump together, but disperse when you drop them on the counter.

    Paper Cone
    For both Technivorm and manual pour over, your coffee grounds should be about the consistency of a fine corn meal.

    Gold Filter
    Since the Gold Filter will allow more sediment to pass through, you should grind your coffee a little coarser than you would for paper filters.

    French Press
    When grinding for the French Press, your coffee should be about the consistency of sea salt. If your press is hard to plunge it’s a good indication that your coffee is ground too fine.”

  4. Enrico
    Enrico says:

    Pak Andy, dari yang saya baca2, saya dapat bahwasanya memang sulit utk mendefinisikan halus dan sebagainya. Betul sangat kualitatif. Dan kalau sampai harus ngukur mesh-nya, akan jadi sumber pusing tiap penikmat kopi yang harus beli alat utk ukurnya, hehehe.

    Jadi ada yang siasati dengan “ciri umum”. Seperti semisal, utk Turkish, cukup halus sedemikian sehingga ketika Bapak pinch sebagian kopinya, dia gumpal/clumping. Untuk drip, cukup halus tapi ketika dipinch, dia ga clumping.

    CMIIW hehehe. Memang harus “bermain main” dengan grinder. Dan seperti saya, harus sadar ketika misalnya tahu grinder saya ga akan pernah cukup halus utk nge-grind buat metode turkish/pake ibrik, misalnya…

  5. Andy
    Andy says:

    Mas Toni dan kawan-kawan. Saya kalau membaca ukuran serbuk (bubuk) kopi hasil grinder dengan skala halus atau kasar atau medium. Menurut saya itu sangat kualitatif, karena saya pernah membeli mesin ggrinder kecil (elektrik), saat saya coba dg setting terhalus ternyata masih kasar, dan saya bandingkan dg merek lain dg setting terhalus ternyata lebih halus. Saya juga pernah mencoba mesin grider yg ada pada counter excelso dg berbagai macam setting. Pertanyaannya kalau dikatakan halus ukuran bubuk berapa mesh kalau medium berapa mesh, kalau untuk espresso berapa mesh dan lain-lain. Mesh adalah ukuran tepung atau serbuk yang dapat diukur dg ayakan tertentu yang sudah dikalibrasi. Tks

  6. Andy
    Andy says:

    Mas Ton, mohon komentar grinder Krups. Mungkin pernah mencoba. Thx

    Moga2 dalam waktu yang tak terlalu lama saya akan mencoba menampilkannya.

  7. budi
    budi says:

    Some myths are so hard to die. 🙁
    There are still No conclusive research data that prove that grinder rotation speed have significant relation to grind temperature.
    The only experiment i knew only report 5-6 oC increase in the grind CHAMBER of Mazzer SJ vs Koni (not a direct measure of the grind).
    Even that number is too small compare to thermal ‘shock’ when coffee grind put to heated portafilter (70-80 C).

    Just food for thought. Ciao

  8. Enrico
    Enrico says:

    Kang, apakah bener pendapat bahwa “tidak ada grinder yang mumpuni di semua setting, masing2 grinder akan mantap hanya di salah satu setting entah itu utk yang halus atau kasar”?

    Menarik juga salah satu site yang saya baca :
    “I can make a better shot with a $200 machine and $500 grinder than a $2,000 machine and a $50 grinder.” 😀

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] 2 detik Latina = 5.5 detik Anfim = 8 detik Heycafe = 8.5 detik Compak K3 Touch = 8.5 detik Vario = 9 detik Grinta = 10 detik […]

Comments are closed.