Pembaca setia blog cikopi.com, untuk pertama kali saya berkesempatan mencoba mesin roasting yang sudah diperkenalkan di berbagai media sosial oleh William Edison dan pihak SUJI (PT Pudak Scientific) sejak akhir tahun 2018 lalu.

Inilah mesin roasting yang berkapasitas maksimal 120 gram hasil kerjasama antara kedua pihak yang akhirnya hadir di Indonesia.

Seperti apa kesan pertama saya ? Simak tulisan lengkap di bawah ini.

Tentang William Edison dan SUJI. Anda bisa baca pada artikel terdahulu tentang kedua pihak yang kini berkolaborasi memproduksi mesin roasting ini.

William memulai debutnya di awal tahun 2012 dengan mesin roasting berkode W600 yang dulunya dijual seharga 7 jutaan (kini 20 juta) dan terus diproduksi hingga sekarang.

Sedangkan SUJI lebih banyak dikenal di kalangan industri kopi sebagai produsen pembuat peralatan seduh kopi dan teh yang materialnya terbuat dari kaca.

Berpusat di kota Bandung, SUJI bukan perusahaan kemarin sore karena berada di bawah naungan PT Pudak Scientific sudah lama dikenal sebagai penghasil alat-alat keperluan laboratorium dan kesehatan. Oh ya, mereka juga menjadi pemasok perusahaan penerbangan. Tidak sembarangan bukan ?

Kemasan. Bagi Anda pembeli peralatan kopi dari SUJI seperti alat seduh kopi atau teh yang terbuat dari kaca, yakinlah paket Anda akan diterima tanpa kerusakan.

SUJI yang selama ini saya kenal sangat piawai membuat kemasan untuk produknya yang mayoritas terbuat dari kaca hingga bisa tiba di rumah pemesannya tanpa kekurangan.

Demikian juga kardus pembungkus mesin roasting ini yang sudah didesain sedemikian rupa oleh SUJI untuk membuatnya tetap aman selama menempuh perjalanan.

Merah. Walau produk yang dikirimkan kepada saya berwarna merah, tapi mesin ini bisa dipesan dalam berbagai warna seperti biru, kuning, hitam, atau hijau sesuai dengan selera pengguna.

Mengangkat mesin ini sebenarnya tak terlalu berat karena hanya 10 kilogram dan dihadapan saya sebuah produk hasil kolaborasi William Edison dan SUJI akhirnya bisa saya pandang dan raba seluruh permukaannya.

Kelengkapan. Selain unitnya, setiap kemasan sudah dilengkapi dengan sendok stainless kecil dengan panjang 25cm untuk mengambil sampel biji kopi di dalam drum. Lalu terdapat 2 kantung putih pengumpul chaff (lapisan terluar biji kopi yang terkelupas saat roasting).

Tak ada selang dan regulator gas yang harus dibeli terpisah, tapi akan disertakan adapter terpisah untuk gas kaleng dalam paket pembelian.

Terakhir satu kabel power 3 pin untuk tegangan atau voltase listrik 220 V.

Kesan Pertama dan Kualitasnya Itu. Rasanya sulit menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya melihat sebuah produk yang difabrikasi sendiri di Indonesia. Bukan hanya itu, William dan SUJI sudah mencurahkan segenap waktu dan pemikiran untuk sebuah mesin roasting yang benar-benar dirancang dengan kualitas terbaik.

Kriterianya ? inseam atau celah pertemuan 2 bidang stainless begitu presisi dari awal hingga ujung. Ini hanya alah satu contoh bagaimana parameter rancang bangun yang bekualitas.

Bagian yang bisa dilepas atau digeser seperti pendingin biji kopi, penampung chaff atas dan bawah, dipastikan bisa dilepas dan dipasang kembali tanpa ada hambatan dan … pas.

Tentunya masih banyak detail lain yang mencerminkan bagaimana produk mesin roasting ini dibuat tanpa mengesampingkan sisi artisan.

Saya bisa bercerita banyak tentang aspek kualitas yang sudah mereka tunjukan, tapi pembaca harus melihat serta meraba sendiri setiap bagian untuk bisa mengapresiasi hasil kerjasama antara William dan SUJI.

Spesifikasi dan Desain. Secara singkat, mesin ini menggunakan sumber pemanas api dari bahan bakar gas. Dengan kapasitasnya yang mini, tak perlu regulator tekanan tinggi karena dengan gas kaleng saja WE x SUJI sudah bisa dioperasikan (adapter atau konektor terpisah)

Listrik. Konsumsi daya listrik sangat minimal, hanya untuk menggerakan motor pemutar drum dan ventilasi yang hanya berdaya 35 watt saja.

Drum 50 RPM. Di bagian paling penting yakni drum, WE x SUJI menggunakan stainless steel setebal 2 milimiter yang berputar dengan kecepatan tetap sebesar 50 RPM.

Ukuran. Dimensinya 344 x 313 x 362 mm (PxLxT) dan disediakan handle di bagian paling atas agar mudah dibawa atau dipindahkan dengan satu tangan saja.

Panel Depan. Akses untuk memasukan biji kopi terdapat di panel depan serta sebuah pengukur suhu digital  untuk biji kopi melalui probe yang diarahkan ke dalam bagian drum.

Jendela intip terbuat dari kaca tahan panas borosilikat beserta tuas buka tutup.

Bagian wadah pendingin berupa stainless perforated terletak tepat di bagian bawah.

Panel Samping Kiri. Bukaan gas atau pengaturan intensitas api berupa tombol putar diletakan di panel sebelah kiri. Juga terdapat 2 penampung chaff atas dan bawah yang bisa dilepas.

Bagian lain adalah  pengaturan aliran udara panas yang tentunya bisa dibuka tutup.

Terakhir konektor atau sambungan selang gas yang berlokasi di bagian paling bawah panel kiri.

Bagian Belakang. Akses untuk membersihkan chaff dan salurah ventilasi udara terletak di bagian paling belakang beserta konektor kabel listrik dan switch on/off. 

Selain itu, tabung untuk memasukan biji kopi ke dalam drum dibuatkan dudukan khusus sehingga membuat kesemuanya terintegrasi dengan rapi.

Anda pun Bisa Menjadi Roaster. Semudah itu ? Mari kita coba mesin ini dalam pandangan saya sebagai orang yang biasanya hanya sesekali iseng menyangrai kopi di oven listrik. Anda harus coba dulu yang ini. Soalnya menarik !

Namun, andaikan sebagian pembaca tak punya pengalaman dalam urusan menyangrai kopi, sebuah panduan singkat sudah disertakan dalam kemasan. Semua indikator yang tertera bisa dipraktekan sebelum menemukan “resep” yang tepat

Instalasi. Walau hanya menghasilkan asal semilir dalam jumlah tak seberapa, ada baiknya untuk menyediakan ruang atau tempat khusus.

Harap diingat bahwa mesin roasting bisa mengeluarkan kalori panas yang cukup tinggi hingga 200 derajat celsius khususnya di bagian drum. 

Setelah selesai urusan tempat, Lalu pasangkan perangkat tabung gas ke konektor dan yakinkan semua sudah tersambung dengan sempurna.

Kita akan mulai mengoperasikan alat ini setelah memasangkan kabel ke sumber listrik. Tekan tombol “ON” di bagian belakang dan bersiaplah untuk berpetualang di dunia dimana para molekul kimiawi seolah sedang mengajak Anda berbincang.

Mencoba Mini Roaster dan Wahyu Nazar Amir. Saya mengundang Wahyu (28) dari roastery Pak Wawan yang sudah sepanjang 3 tahun ini khusyu’ duduk di depan mesin roasting.

Entah sudah berapa ton yang berhasil ia sangrai, tapi yang jelas kopinya sudah banyak membuat orang menjadi “berhati riang dan membuat ketagihan”. Sungguh, sebuah slogan merek dagang yang menohok batin.

Kalau di pesantren NU, Wahyu bisa diibaratkan sebagai santri senior yang sudah melahap kitab kuning klasik sekaliber Alfiyah Ibnu Malik-nya urusan roasting. Jadi kesempatan kemarin saya gunakan untuk mencoba ngalap ilmu goreng kopi-nya yang yang sudah termasyhur.

Selain meminta ia menjajal mesin mini roasting ini, saya juga memohonkan“fatwa” atau pendapatnya tentang WE x SUJI.

Suara Drum-nya Itu. Halus ! Saat pertama kali tombol arus listrik dinyalakan, drum langsung berputar di kecepatan 50 kali per menit dan menghasilkan suara sayup.

Saya yakin bila kesayupan suaranya tersebut tak akan mengganggu ketenangan para tetangga yang sedang beristirahat atau mengundang perhatian para satpam komplek perumahan Anda.

Api dan Panduan Roasting. Selanjutnya, percobaan ini akan mengikuti manual yang sudah diberikan di buku panduan singkat cara roasting dengan menggunakan perangkat mini roaster We x SUJI.

Pemantik gas diputar dengan tombol yang tertera indikator 1 dan 3 titik. Api biru yang dihasilkan dalam sebuah tungku kecil membuat hati kami jadi sumringah.

Suhu ruang pada termometer di panel depan secara perlahan naik secara perlahan saat volume gas dinaikan secara maksimal.

200 – 165 Derajat. Sesuai petunjuk di buku panduan kami membiarkan temperatur hingga angka 200 derajat dan itu dicapai dalam masa 10 menit saja.

Setelah itu voume gas diturunkan di titik 1 dan 8 menit kemudian suhu sudah bertahan di angka 160 – 165 derajat. Saatnya kopi dimasukan ke dalam drum yang mampu menampung hingga batas 120 gram.

100 Derajat. Suhu kembali turun ke angka 100an derajat saat 100 gram kopi mulai berputar di dalam drum. Lagi-lagi, suara putaran drum yang kini terisi biji kopi masih tetap tak menunjukan peningkatan. Hanya sedikit gemerisik, persis seperti saat kita membuka kantong kresek.

Dua menit kemudian, suhu dinaikan kembali dengan memutar tombol gas di posisi 3 titik.

Airflow. Kami membuka ventilasi udara setelah melihat panas mulai meningkat menjadi 150an derajat untuk memberi kesempatan biji kopi bernafas.

Crack Pertama. Bunyi nan merdu yang awalnya meletup dan sudah ditunggu itu terjadi di menit ke-8 setelah kopi pertama kali dimasukan ke dalam drum. Saat itu suhu sudah di angka 190 derajat saat kami melihat termometer.

Kesemua proses sambil diiringi oleh pemeriksaan indera penciuman melalui sendok kecil yang mudah menjangkau ke dalam drum.

Selesai. Di suhu 195 kami memutuskan untuk mengakhiri “penderitaan” para biji kopi yang sudah sekian lama berada dalam panasnya drum. 

Di bawah ini adalah foto sesi pertama roasting yang bisa Anda nilai sendiri terutama dari aspek keseragaman warna. Menurut kami berdua, performa mesin ini sudah sesuai dengan harapan awal.

Tidak mengecewakan !

Benang Merah. Bentuknya yang kecil hinga mudah dibawa, material stainless dan kualitas fabrikasi yang mumpuni, harga yang menurut saya masih dalam tahap kewajaran, serta yang terpenting kemudahan mengoperasikan adalah sebagian dari keunggulan mesin ini.

WE x SUJI sudah berhasil mengisi kekosongan mesin roasting yang berkapasitas kecil, tapi dengan harga yang cukup terjangkau. Sementara mesin sejenis dengan kapasitas sama harganya sudah nun jauh di sana.

Rasanya sih tak sulit. Hanya dengan mengikuti petunjuk yang sudah dibuatkan oleh William dan SUJI, dan sedikit latihan saya yakin bahwa mesin ini tak sulit untuk dioperasikan oleh siapapun, juga bagi yang tak punya pengalaman roasting secara profesional seperti saya.

Bukan untuk komersial. Dengan kapasitasnya yang hanya 120 gram, janganlah alat ini dijadikan kuda rodi untuk diajak berproduksi. Kecuali bila digunakan sebagai sample roaster yang memang salah satunya diperuntukan untuk tujuan tersebut.

Untuk peminat roasting di rumah. Bagaimana dengan para penikmat kopi yang ingin menyangrai sendiri ? Tanpa segan saya akan merekomendasikan alat ini sebagai sarana untuk memulai hobi yang siapa tahu jadi awal karir pembaca menjadi seorang roaster seperti Wahyu.

Bila tidak pun, paling tidak pengguna WE x SUJI bisa menjelajah berbagai gaya roasting dari warna biji kopi yang coklat muda hingga menjelang ke arah gelap sekalipun.

Catatan kecil. Ah mata saya yang plus ini agak kesulitan membaca penanda di plat besi bagian airflow. Senang bila tulisannya jelas terbaca walau sesungguhnya hanya hal sepele yang berdasar keinginan saya semata.

Pengumpul Chaff. Memang keterbatasan ruang membuat penampung chaff sering terbang ke beberapa tempat yang tidak diinginkan. Solusinya mudah, siapkan penyedot debu dan urusan ini bisa selesai seketika.

Indikator bukaan api. Volume gas memang hanya terbatas pada indikator 1 dan tiga titik saja. Mungkin saja ke depan angkanya bisa diperlebar, misalnya 1 hingga 5 untuk yang ingin secara spesifik mengatur besaran api.

Biji kopi tersangkut. Tak sering kejadian seperti ini, tapi kami sudah mengalaminya, mungkin akibat biji kopi terlempar terlalu jauh lalu enggan berpindah hingga menahan putaran drum.

Tak ada tombol untuk memutar balik drum (reverse) atau putaran manual seperti pada mesin W600 nya William apabila aliran listrik terputus.

Tak mengapa, salah satu jalan mengusir kopi yang tersangkut adalah  melakukannya secara manual alias diketuk-ketuk. Berhasil.

Epilog. Ini salah satu tulisan terpanjang yang saya buat sejak dini hari hingga menjelang pagi semata karena situs ini selalu ingin mencoba memberikan dukungan kepada industri kopi lokal.

Tanpa menafikan kualitas mesin buatan luar yang sudah teruji, WE x SUJI sudah selayaknya kita gadang bersama sebagaimana produk dalam negeri yang layak untuk dibanggakan, sebagaimana produk yang sama dari produsen mesin roasting lainnya.

Ya sudah itu saja dan semoga Anda tak bosan membaca artikel sepanjang ini.

* * *

Saat tulisan ini dipublikasikan, harga mesin roasting WE x SUJI beraada di kisaran 15 jutaan.
Silakan menghubungi William Edison Coffee Lab atau SUJI Handcrafted untuk detail yang lebih lengkap.

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *