viv5

Banyak alasan untuk mencintai mesin espresso yang diberi namanya serupa dengan komposer musik klasik era baroque dari Italia, Antonio Lucio Vivaldi. Tak berbeda dengan komposer Vivaldi yang salah satu karya masterpiece-nya, Le Quattro Stagione dengan melodi tak rumit untuk dinikmati oleh siapa saja, maka demikian juga La Sapaziale yang mendesain mesin ini agar mudah digunakan oleh para penggunanya. Kini mereka baru saja meluncurkan seri terbaru La Spaziale S1 dengan tipe Vivaldi Dream  dan bersiaplah dengan beragam fitur terbaru yang menarik untuk ditelaah satu persatu. 

viv9

Generasi Pertama Vivaldi. La Spaziale yang berbasis di Bologna, Italia bukan perusahaan kemarin sore dibidang produksi mesin-mesin pembuat kopi. Dengan pengalaman hampir mencapai setengah abad, mereka adalah salah satu perusahaan yang terus berkembang selain La Marzocco, Rancilio, dan Nuova Simonelli.

Kini tidak terasa sudah 4 tahun sejak saya pertama kali mengulas Vivaldi II salah satu mesin espresso yang saya rekomendasikan untuk keperluan coffee shop atau khususnya para home barista. Pada saat itu, Vivaldi II sebenarnya sebuah emsin espresso yang khusus dibuat dengan fitur atas permintaan Chris Cofeee khusus untuk pasar di Amerika.

Langkah La Spaziale untuk membenamkan fitur pengaturan suhu di group head yang dilengkapi dengan offset differential agar lebih presisi pada mesin espresso satu group merupakakan inovasi yang banyak disambut positif. Seiring perkembangan teknologi pada mesin espresso, kini La Spaziale menambahkan beberapa fitur terbaru pada Vivaldi Dream.

Walau belum bermain pada ranah “pressure profile” seperti pada mesin kelas atas dan masih fokus terhadap konsistensi temperatur air, Vivaldi Dream  (selanjutnya saya sebut Dream)  mengisi kekosongan pasar akan mesin 1 group yang memiliki fitur cukup lengkap.

Mesin Espresso 1 Group. Terlebih dahulu, mesin espresso 1 group artinya handle portafilter pada mesin hanya ada satu dan biasanya mesin espresso seperti Vivaldi ini ditujukan untuk penggunaan untuk “light commercial” atau para penikmat kopi di rumah yang menginginkan sebuah mesin dengan kemampuan mesin kelas profesional.

Di pasaran banyak dijual mesin espresso semi otomatis, dengan harga di bawah 5 jutaan yang selalu saya sarankan untuk keperluan hobi sebelum Anda membeli mesin sekelas Vivaldi.

Apa alasannya ? Semata supaya investasi awal tak terlalu besar selain melihat sejauh mana kaul Anda untuk memiliki sebuah mesin kopi idaman. Sekaligus juga mempelajari keterbatasan yang biasanya terdapat pada mesin espresso yang kapasitas saji dan fiturnya yang minimalis.

Vivaldi Dream dan Vivaldi Dream T. Ada dua tipe Dream yang dirilis oleh Vivaldi, Dream dan dan Dream T dengan sedikit perbedaan pada sistem suplai air dimana Dream menggunakan direct plumb dan pompa rotary. Sebaliknya, pada Dream T terdapat tangki air dan pompa vibrasi. Perbedaan mencolok lainnya adalah pada sistem electronic pre infusion yang hanya ada pada Dream.

viv14

Perbedaan Vivaldi Dream dengan Vivaldi II. Bentuk fisiknya masih tak mengalami perubahan mendasar, dengan ukuran yang serupa. Tapi perbedaan yang paling mencolok yang terlihat pada model Dream adalah ketersediaan touch pad elektronik untuk pengoperasian dan program mesin yang akan dibahas di bagian selanjutnya.

Perubahan yang bersifat kosmetik terdapat pada handle untuk steam susu yang kini berbentuk bulat dan harus diputar ke arah jarum jam untuk memfungsikannya.

Di luar negeri, ada opsi menarik untuk memodifikasi casing-nya dengan panel kayu untuk menambah aksen klasik. Seandainya saja hal itu bisa dilakukan oleh distributornya, PT Tritama Qualita Boga tentu diharapkan akan menambah nilai artistik mesin ini.

Walau diameter portafilter nya berada di luar mainstream, dengan ukuran 53 mm (mayoritas menggunakan 58mm), S1 Vivaldi seakan tetap bertahan dengan penggemar setianya yang sampai mendirikan forum khusus di internet untuk mendiskusikan mesin ini

Program di Panel Layar. Ini bagian terpenting pada Dream yang saat ini harganya dibandrol 42.5 juta, atau lebih mahal 7.5 juta dibandingkan dengan tipe Vivaldi II. Dengan perbedaan harga tersebut pengguna akan mendapatkan fitur tambahan berupa kemudahan mengakses beragam parameter penting seperti suhu air di group head atau boiler, waktu ekstraksi kopi, dan empat profil dengan parameter yang berbeda.

viv11

viv12

Menggunakan Dream. Walau mesin ini didesain untuk sambungan langsung ke pipa saluran air, Vivaldi Dream bisa digunakan dengan sumber air seperti galon air mineral. Tak perlu tambahan pompa dorong, tapi boleh saja bila ingin menggunakan pompa tambahan walau sistem rotary-nya sudah sangat bertenaga untuk mengalirkan air.

Perlu diingat bahwa daya listriknya saat pertama kali dinyalakan akan langsung mengkonsumsi 2000 watt. Pada saat sudah dioperasikan fungsi boiler bisa tidak diaktifkan (mode ekonomi) yang akan menghemat 1.200 watt saat sedang tidak aktivitas steam susu.

Tombol power harus ditekan selama 3 detik dan display pun langsung menyala sekaligus menghidupkan pompa rotary yang mulai mengisi steam boiler berkapasitas 2.5 liter dan boiler ke dua di group head sebanyak 045 liter. Buat Anda yang sering mendengar istilah “rotary pump”, bagian ini merupakan jantung sebuah mesin espresso yang bertugas mendistribusikan air terutama ke bagian boiler dan group head.

Sistem Navigasi. Sambil menunggu tekanan temperatur air naik yang bisa terlihat di display, atau manometer yang menunjukan tekanan boiler, saya mulai menjelajahi menu yang tersedia.

Halaman pertama adalah informasi awal berupa :

  1. Date, penaggalan
  2. Time, penting untuk fitur jadwal menyalakan mesin),
  3. Language. Lalu terdapat menu pemilihan bahasa (English-UK, English-USA, Jerman, Italia, Portugis, dan Spanyol). Pemilihan bahasa Inggris akan menentukan sistem metrik (Fahrenheit atau Celsius), jadi supaya menjadi Celsius, bahasa harus di set ke English-UK.
  4. Backlight LCD, berapa lama cahaya display tetap menyala dalam satuan menit, 5, 10, 30, dan 60.
  5. Timer : on/off, posisi ke “ON” bila ingin mengaktifkan fungsi menyalakan mesin otomatis setiap hari.
  6. Program, yang ini perlu dibahas di bagian bawah.

Program. Sebagaimana yang sudah disebutkan, menu “PROGRAM” merupakan bagian penting dalam pengoperasian mesin. Pada bagian ini terdapat menu yang akan menentukan parameter seduh sebagai berikut:

  1. Coffee Temperature : Suhu kopi (air di goup head) bisa disesuaikan dari angka 85 hingga maksimal 125 derajat Celsius.
  2. Boiler Temperature : Tekanan pada boiler berkorelasi dengan suhu, semakin tinggi suhunya maka semakin tinggi pula tekanan yang terdapat di dalam boiler. Suhunya dimulai pada angka 115 dan paling tinggi di 125 derajat Celsius.
  3. Hot Water : Bisa diprogram volumenya dnegan menentukan berapa detik keluaran air, default-nya 5 detik.
  4. Pre-infusion : Air hanya mengalir hanya untuk membasahi kopi pada portafilter, pompa belum melakukan tugasnya untuk memberikan tekanan. Bisa diaktifkan dengan pengaturan waktu 1 hingga 10 detik.
  5. IMP : Coffee doses, volume kopi berdasarkan satuan waktu baik untuk sajian single maupun double.
  6. Profile : Kesemua parameter di atas bisa disimpan dengan maksimal 4 profil yang pada saatnya bisa digunakan kembali

viv13

Selain fitur-fitur di atas terdapat dua fasilitas lain yang sayang belum diketahui kapan bisa digunakan, namun pirantinya sudah tersedia :

Write : Penulisan program parameter suhu, volume, serta variabel seduh lainnya, kemungkinan melalui sebuah aplikasi atau piranti lunak yang kemudian bisa diterapkan pada mesin melalui koneksi USB yang telah tersedia.
MAT : Kemampuan mendeteksi suhu susu pada saat sedang melakukan steaming (masih belum aktif)

Fitur standard lainnya berupa jadwal perawatan mesin, pengingat untuk mengganti filter bila sumber air melalui filtrasi, timer untuk menyalakan dan mematikan mesin secara otomatis yang bisa diatur selama satu minggu.

Setelah puas menelaah menu pada display, tidak terasa manometer sudah menunjukan angka 1 bar dan suhu seduh di angka 93 yang menandakan mesin sudah siap digunakan. Cuma mencoba beberapa parameter suhu seduh antara angka 90 hingga 95, waktu seduh di set di 28 detik, dan tetap membiarkan suhu boiler pada angka 115 derajat Celsius (default).

Sebagai seorang yang bukan barista, sebagaimana generasi sebelumnya, buat saya, Vivaldi adalah mesin espresso yang sangat bersahabat karena tak terlampau rewel. Misalnya, sedikit under dose, atau tamping yang tidak merata atau miring sekalipun, mesin ini tetap bisa membuat ekstraksi yang tak mengecewakan. Di tangan seorang barista yang handal, tentu hasilnya akan jauh lebih baik.

Saya harus mengucapkan terima kasih kepada Ferdee dari Treasures Coffee di Bali yang telah mengirimkan blend kopi espresso-nya, kapten bajak laut “Calico Jack” yang digunakan untuk shot espresso.

viv15

Selebihnya, saya perlu memberikan catatan tambahan dari pengalaman menggunakan mesin ini :

Dual Boiler. Vivaldi Dream menggunakan sistem dua boiler yang sudah didesain untuk bekerja secara independen tanpa harus saling memperebutkan jatah “pressure”. Berbeda pada mesin dual boiler lainnya yang biasanya dilengkapi sebuah relay yang akan mengatur asupan tekanan kepada salah satu yang membutuhkan, baik pada group head terlebih dahulu atau steam boiler.

Tamper & Portafilter. Ini yang agak sulit karena paket mesin hanya menyediakan tamper plastik jadi bersiap untuk mencari tamper favorit yang bisa masuk ke porta ukuran 53 mm. Demikian juga portafilter, disarankan untuk menyediakan satu porta cadangan untuk berjaga manakala terjadi kehilangan atau kerusakan.

Reset. Bila Anda tersesat masuk ke menu dan ingin melakukan Reset ke parameter pabrik, mesin akan mengeluarkan peringatan “Missing water connection”. Kemungkinan besar karena firmware versi terakhir masih belum bisa mengatasi masalah ini dimana Dream tidak bisa mendeteksi aliran air pada boiler. Solusinya hanya masuk lagi ke menu utama dan matikan alarm water pressure untuk mengembalikan apda keadaan normal.

Akses Menu. Cukup interaktif walau di awal penggunaan saya harus berusaha menghafal navigasi agar tidak tersesat dan terpaksa harus mematikan mesin untuk kembali ke menu awal. Touch pad nya cukup sensitif walau kadang perlu ditekan agak keras, tapi ke depan, sebuah panel layar sentuh tentunya akan menambah nilai jual mesin ini bukan ?

Buat Siapa Vivaldi Dream : Beragam fitur yang disediakan pada mesin espresso 1 group tentu akan memberikan kebebasan sepenuhnya kepada pengguna untuk mengeksplorasi kemampuan mesin ini. Empat profil parameter seduh adalah keunggulan lain yang ditawarkan oleh Dream yang bisa digunakan setiap saat apabila diperlukan. Vivaldi juga menyasar para roaster yang menginginkan sebuah mesin dengan banyak variabel seduh dalam uji cita rasa racikan kopi mereka.

Harga. Nah untuk urusan yang satu ini, saya harus menyerahkan kepada Anda, karena dengan 42.5 juta sebenarnya sudah hampir bisa mendapatkan mesin 2 group dengan kapasitas boiler yang lebih besar. Tapi kembali lagi kepada kebutuhan, bila mesin satu group seperti Vivaldi sudah dirasa cukup, ditambah dengan bila Anda membutuhkan fitur yang mereka tawarkan, maka tak salah untuk melamar mesin ini.

Vivaldi versi II dengan harga 35 juta sebenarnya tak kalah menarik walau tidak dilengkapi dengan panel elektronik dan tetap menyenangkan untuk digunakan, salah satu mesin espresso favorit saya.

Keterangan lebih lanjut bisa Anda dapatkan pada distributor La Spaziale di Indonesia :

PT Tritama Qualita Boga
Jl. Petojo Sabangan II No. 32
Jakarta Pusat, 10160
Telepon : (+6221) 386 8028
Email : tritama_qualita@cbn.net.id
Web : http://mesinespresso.net

 

 

3 replies
  1. franky angkawijaya
    franky angkawijaya says:

    vivaldi nya yg saya kasih free fully modified punya pak tony ada dimana yg dulu? itu sudah bisa masuk auction harusnya karena udah fully set semua tinggal atur harga aja maunya brp? kalau sudah kejual simpan aja itu pasti akan jadi barang antik sudah full spec…..jadi beruntunglah yg sudah memilikinya enjoy it and keep it

    Reply
  2. Dimas
    Dimas says:

    Nice review pak!
    Pak Toni, review bezzera bz10 dong, menurut saya dengan harga yg sedikit lebih mahal dari oscar dan fiturnya, menarik banget buat entry level home user. Thanks for the wonderful articles as always!

    Reply
    • bas
      bas says:

      vote juga untuk review bz10, sama sekalian request review gaggia classic dong pak Toni. sebagai pesaing berat dari nona silvia, sangat layak untuk direview

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *