Bandung : Kedai Kopi Bara

ba2

Mereka sudah beredar sejak tahun 2013 dan pertama kali mangkal di Jl. Aceh dekat perempatan jalan Merdeka Bandung. Dinamai Kedai Kopi Bara, karena bagaikan bara api, semangat mereka tak boleh padam, begitu kata Eri Wibowo, salah satu pendirinya. Boleh dibilang salah satu yang pertama hadir mengenalkan sajian manual brewing kini lokasinya kini pindah ke rumah tua di Jalan Cibadak 237 Bandung.

ba5

Bagi Anda orang luar Bandung yang ingin bermain ke lokasi Kedai Kopi Bara, jalan Cibadak merupakan salah satu kawasan yang masuk ke area Chinese Wijk atau Pecinan. Saat ini mereka menempati sebuah bangunan Belanda yang didirikan sekitar tahun 1890.

Untuk mempertahankan nilai historis bangunan tersebut, Kopi Bara sengaja tak banyak melakukan perubahan ekstrim yang bisa mengubah bentuk aslinya, dan di sana-sini masih tetap mempertahankan ornamen bawaan.

Bagian ruang dalam di desain untuk bar kopi di mana pengunjung bisa bertatap muka dengan dua orang penyeduh kopi, Okky Tryana dan Tejo Bara. Sedangkan di bagian teras, pengunjung bisa menikmati udara “sejuk” kota Bandung yang moga2 masih … sejuk.

ba3

Sebelum menjadi Barista, Okky adalah pendaki gunung hardcore yang sudah menjelajahi hampir semua medan pegunungan terberat di Indonesia termasuk Cartstenz Pyramid di Papua. Tejo ? Penggemar fotografi dan selebihnya biarlah dia dengan dunianya sendiri 🙂

Tapi percayalah, dua orang ini sudah punya jam terbang tinggi dalam urusan menakar, menentukan suhu air yang pas, hingga membasahi kopi dalam ritme tertentu.

Semua dilakukan agar kopi yang disajikan sesuai pesanan pengunjung dan saya melihat itulah salah satu kekuatan Kedai Kopi bara sejak didirikan oleh Eri untuk mengajak siapa saja berbagi narasi kopi tanpa harus mengklaim kebenaran sepihak. Hasilnya, tempat mereka adalah salah satu pusaran atau tempat komunitas pecinta kopi berkumpul di kota Bandung.

ba6

Dari rumah saya di kawasan Alun Alun Bandung, lokasi Kedai Kopi Bara hanya berjarak kurang dari satu kilometer. Sebuah persinggahan untuk menikmati secangkir kopi “Papabara”, racikan Toraja, Gayo, dan Bali. Apalagi setelah menikmati bakmie, bakso tahu serta ronde favorit saya di jalan Cibadak yang hanya buka menjelang malam hari.

Kedai Kopi Bara !

ba4

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *