rosso3

Jika saja sang istri tak sering mengajaknya menghabiskan akhir pekan di kawasan Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD), mungkin Andreas tak pernah terpikir untuk membuka sebuah roastery di lokasi yang sekarang ia tempati. Di pertengahan tahun 2014, dengan modal nekat sebagaimana yang ia katakan kepada saya. Rosso Micro Roastery membuka pintunya bagi publik dan khususnya yang tinggal BSD guna mendapatkan berbagai kopi, varian arabika maupun Robusta.

rosso2

Andreas Andrianto

Mantan fotografer olah raga di salah satu surat kabar terbesar di Indonesia mulai “nekat” masuk ke bisnis kopi di tahun 2009 dengan “Cangkir Coffee”, sebuah cafe yang hingga kini masih beroperasi di Prudential Tower, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta yang sejak Januari 2015 namanya sudah berganti.

Karena sudah terlanjur basah di dunia kopi, maka di penghujung tahun 2011, Andreas bersama 24 orang peserta lainnya mengikuti kelas Q Grader selama satu minggu di Bali. Sesudah berhasil meraih sertifikat Q Grader atau penguji rasa kopi yang bersertifikasi internasional, Andreas juga pernah menjadi juri kejuaraan Barista yang diadakan oleh Asosiasi Kopi Spesial Indonesia.

Bersama teman sekolah menengahnya ia mendirikan Rosso Micro Roastery di sebuah ruko yang lebarnya 4.5 meter dan terdiri dari dua lantai di lokasi Pasar Modern BSD yang setiap sore mulai ramai dipenuhi para pedagang makanan.

rosso1

Rosso

Anda bisa melihat mesin roasting yang terletak di dekat pintu masuk, lalu di bar kopi Anda bisa menyapa Andreas untuk selanjutnya duduk di kursi plastik dan memesan kopi yang tertera di dalam menu. Hitam pekat atau dicampur susu, semuanya tersedia dan akan langsung disiapkan oleh Andreas yang pernah mengenyam pendidikan S2 bidang bisnis di salah satu universitas di Australia.

Sore itu beberapa pembeli biji kopi silih ganti berdatangan, mereka memilih dan kadang bertanya tentang rasa beberapa varian kopi yang sudah dibungkus, masing-masing dalam kemasan 250 gram. Sekelompok lainnya sedang khidmat menikmati kopi di bar sambil berbincang dengan Andreas.

Aktivitas me-roasting kopi baru saja dijalani sejak tahun 2013, dan itupun hanya dilakukan di rumah selama beberapa waktu sembari terus belajar sebelum alatnya dipindahkan ke lokasi yang sekarang.

Tapi diam-diam penggemar Andreas khususnya di kawasan BSD sudah mulai menyebar dan kapasitas mesin roasting yang sekarang harus diperkejakan secara maksimal untuk memenuhi pesanan yang datang. Tak lama lagi mesin roasting harus segera dipasang dan kali ini dengan kapasitas yang lebih besar

rosso4

Karena kadang harus nekat

Itu motto yang kadang digunakan oleh Andreas selama untuk mencapai visi yang ia rencanakan, tentu dengan berbagai perhitungan dan resiko yang harus ia hadapi nantinya. Dengan adanya Rosso Micro Roastery, kini siapapun, khususnya penikmat kopi yang tinggal di kawasan BSD kini tak perlu jauh-jauh bila suatu saat memerlukan asupan minuman ini atau hanya sekedar ingin menikmati secangkir kopi pilihan yang di roasting oleh Andreas.

Sebagai penutup, saya tentu merekomendasikan Rosso Micro Roastery sebagai tempat di bagian Barat Jakarta yang harus Anda kunjungi.

*  *  *

rosso5

35 replies
  1. Imam (eksporter green coffee bean)
    Imam (eksporter green coffee bean) says:

    Dear pak Andreas

    Salam penikmat kopi dari surabaya , next kalau ke jakarta ta mampir kesana .

    Salam
    Imam

    Reply
  2. eko
    eko says:

    rosso itu kalau di wa agak susah, dan slow respond.
    beberapa kali mencoba order, kecewa dan akhirnya diurungkan niatnya :'(
    atau memang sangat sibuknya order. hmm entahlah
    IMO buatlah web untuk mempermudah kami dalam meng-order kopi
    dan berikan rincian mengenai kopi tersebut

    trims
    salam ngopi purwokerto

    Reply
    • Andreas
      Andreas says:

      Hi mas Eko di Purwokerto, sebelumnya maaf kalau di WA susah atau slow respon. Harap maklum karena di Rosso msh terbatas orangnya, dan mungkin boleh kalau WA disertakan namanya, karena banyak WA masuk tp nama tidak ada sehingga kami harus mentrace satu per satu kembali.

      Untuk Website memang diakui belum ter up date, akan disusulkan kemudian.

      Terima kasih untuk masukannya mas Eko di forum ini.

      Reply
  3. Adam
    Adam says:

    Asik nih, pertama kali coba kopi filter minang soloknya luwarrrrbiasaaa, akhirnya pas balik ngebekel Sapan sama Flores bajawa, dan bisa dipastikan bakal balik lagi untuk stok kopi lainnya 😀
    Sukses terus om..

    Reply
    • Andrianto
      Andrianto says:

      Masih donk (asal datengnya tidak hari Senin & Kamis, karena libur. Dan mampirnya juga jangan sore2 kalau weekdays karena tutupnya jam 3 sore. Kalau hari Sabtu & Minggu tutupnya jam 5 sore yah, jam buka sama yaitu jam 7 pagi) …… atau mungkin nyarinya di dalam pasar ? Rosso’ adanya di deket pintu masuk Pintu Barat, monggo dimampir.

      Reply
  4. Andika Pandjaitan
    Andika Pandjaitan says:

    Wahhh ini tempat favorit ngopi pagi sama istri nih sebelum naik bus transBSD.

    Highly recommended!

    Reply
  5. ibnu sina
    ibnu sina says:

    salut dengan karya-karya roastingan kopi om andreas ini. saya sendiri jadi ketagihan dan menunggu varian kopi apa lagi dari rosso yang akan beliau roasting. semoga rencana om andreas mengenalkan dan mengedukasi beragam keunikan kopi lokal indonesia dapat terus tercapai. sukses selalu!!

    Reply
  6. panny
    panny says:

    Rosso ini very high recommended
    Awalnya karena diajak teman yg juga pecinta kopi
    Very friendly tidak hanya dalam penyajian juga dalam rasa
    Untuk urusan harga sangat bersahabat dengan kualitas yg ok
    Saya paling suka dengan cold drip nya. Unik.
    Sayang saya hanya bisa weekend kalau mau mampir, tapi saya selalu stok dengan kopi hasil roastery Rosso, yg paling baru saya coba adalah Red Gayo, rasanya fruity.
    Hidup kopi lokal!!

    Reply
  7. Wiryawan Isjwara
    Wiryawan Isjwara says:

    Rosso sdh pasti well recommended. Ini warkop modern. Warung krn enak buat ngobrol sesama peminum (ya peminum, krn ada yg 7 shot selama ngobrol) & dgn P Andre & P Gito.
    Tempat belajar nyeduh baik modern atau traditional.
    Cari ide sambil duduk di Lt 2 …
    Kalo ga ke Rosso tiap minggu, hidup Kok ada yg kurang.
    Sayang Sabtu tutup jam 17, ga kaya dulu sampe jam 22, enaknya ngopi panas trus pulang tinggal molor…
    Kalo sebulan sekali disdain experimen mungkin asik, spt cupping, bikin minuman dgn bahan kopi & berbagai campuran…
    Nah, yg blm pernah kesini, sangat dianjurkan mampir. Rosso masih tetap saya anggap sbg penyedia Kopi dgn citarasa terbaik. Ya bener, TERBAIK.
    Semoga Rosso makin maju

    Reply
  8. Retti Meita Syafriani
    Retti Meita Syafriani says:

    Rosso ini adalah tempat ngopi “wajib” untuk saya, setidaknya sebelum saya mengetahui bahwa saya sedang hamil :p Maklum, sebagai pecinta kopi, tetap ada kekhawatiran bahwa konsumsi kafein saya akan mengurangi penyerapan kalsium. Ah, memang menjadi Ibu harus mengalah… Tapi… Saya tetap akan kembali SEGERA! (kasihan suami dan si sulung yang jadinya jarang pergi nge-Rosso lagi lantaran harus menjaga perasaan istri/emak-nya…) Sampai jumpa lagi Rosso!!!

    Reply
  9. fauzan
    fauzan says:

    Makin banyak aja Roestary Store yg bermunculan ke permukaan 🙂

    di jogja juga sudah mulai mengikuti tredn Roastery Store kayak di Ibu Kota 😀

    Reply
  10. Andrianto
    Andrianto says:

    Terima kasih untuk kunjungan 2 teman lama, kang Toni & bro Gani kemarin yang siang ini dituangkan dalam tulisan yang ringan tapi padat.

    Monggo berkunjung tapi ….. ada tapinya, untuk yang ngopi hari Senin & Kamis, puasa dulu yah alias Rosso’ tutup tiap 2 hari itu (sampai ada perubahan dikemudian hari nantinya).

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *