Saya yakin banyak di antara para pembaca atau peminum kopi tak bisa lepas dari alat yang satu ini. Ya, Aeropress yang sejak kelahirannya di tahun 2005 semakin mengukuhkannya sebagai alat penting dalam lansekap seduh menyeduh kopi. Bagi pembaca yang belum tahu apa itu Aeropress, silakan klik tautan di sini khususnya tentang bagaimana cara menggunakan alat ini. Tahun ini, kembali perusahaan Aerpress mengeluarkan versi terbarunya yang ditahbiskan dengan nama AeroPressGo. Seperti apa dan apa perbedaannya dengan versi Aeropress sebelumnya ? Ikuti terus tulisan saya di bawah ini.

Sebelum saya mengulas tentang AeroPressGo, di bawah ini sekedar beberapa poin yang membuat Aeropress tetap bertahan sebagai salah satu alat seduh kopi yang paling banyak digunakan serta mempunyai para penggemar fanatik di seluruh dunia.

Kalau Anda suka bepergian. Selain bisa digunakan sehari-hari sebagai salah satu alat terhandal dalam urusan menyeduh kopi, Aeropress adalah sahabat baik buat yang sering bepergian jauh. Material yang kuat tanpa harus khawatir berubah bentuk serta bentuknya cukup ringkas membuat Aeropress sering saya ajak wara wiri ke luar kota bersama sebuah grinder putar yang tentu saja tanpa harus menggunakan daya listrik. Maka jadilah acara kopi di sela-sela kegiatan apapun masih bisa diakomodasi selama terdapat pasokan air panas.

Harga filter murah. Kelebihan lain dari alat ini adalah harga filter yang jauh lebih murah bila dibandingkan dengan dripper Hario V60 misalnya. Sebanyak 350 lembar filter Aeropress hanya dijual dengan rentang harga 50-75 ribuan. Sedangkan harga filter original V60 dari Hario harganya bisa mencapai 40-50 ribuan untuk 40 lembar saja.

Ongkos filter tentu akan dirasa cukup mahal bagi para peminum kopi yang biasa menikmati asupan kafein lebih dari tiga cangkir per hari. Mau lebih hemat lagi ? Tinggal ganti filternya dengan material stainless yang bisa digunakan berulang kali seperti foto di bawah ini.

Eksperimen tak berbatas. Alat ini dikenal sering dijadikan bahan percobaan para penggemarnya dengan beragam teknik seduh yang bisa diaplikasikan. Dari mulai kelompok yang kopinya harus diaduk, didiamkan, seduh dengan metode terbalik, seduh cara biasa, tekan pelan, tekan cepat, tekan setengah cepat, dan saya sudah kehilangan jejak dengan sekian banyaknya eksperimen yang bisa dilakukan dengan Aeropress. 

AeroPressGo. Perlu waktu 15 tahun bagi pabrikan Aeropress untuk mengeluarkan model terbarunya yang sedang Anda lihat di sini, AeropressGo. Sesuai dengan namanya, alat ini memang ditujukan sebagai teman perjalanan dengan bentuk yang sedikit lebih kecil ketimbang pendahulunya. Mari kita lihat satu per satu apa saja perbedaan antara keduanya walau secara dimensi tampaknya hampir sama.

Dimensi. Dari ukuran tinggi, AeroPressGo memiliki tinggi 11.5 cm saat plunger ditekan hingga ke bagian dasar. Sedangkan Aeropress sedikit lebih tinggi atau hanya berbeda sekitar 2cm, tak terlalu signifikan. Perbedaan tinggi baru tampak saat plunger pada posisi di bagian atas. Perbedaan ukuran antara keduanya tentu berkorelasi dengan volume kopi yang dihasilkan. Menurut catatan dari pabrikan, hanya terdapat selisih 2oz (59ml) atau AeroPressGo hanya memiliki volume 8oz dan Aeropress 10oz.

Sedangkan ukuran diameter silinder masih sama dengan lebar 6cm, juga tak ada perbedaan dengan ukuran filter cap kecuali sedikit perbedaan pada pola perforasi-nya.

Mug dan penutupnya. Jadi apa perbedaan lainnya ? Yang paling mencolok tentunya AeroPressGo sudah dilengkapi dengan mug berikut penutup dari material silikon berwarna merah yang tidak dimiliki oleh Aeropress. Selain itu keduanya secara kasat mata hampir sama saja. Keberadaan mug ini dimaksudkan sebagai tempat yang bisa menyimpan plunger dan chamber berikut beberapa aksesorisnya.

Menggunakan AeropressGo. Tak jauh berbeda tentunya dengan versi sebelumnya, hanya pada AeroPressGo kita bisa memanfaatkan mug sebagai pengganti cangkir yang kapasitasnya sungguh besar, 400ml !.

Eksplorasi resep. Untuk para pembaca yang baru saja berkenalan dengan alat seduh ini, silakan mengekplorasi beragam resep seduh yang banyak tersedia terutama dari para juara Aeropress tingkat dunia. Dengan kapasitas yang tersedia,saya bisa menyeduh dengan rasio 1/15 sebagai indikator awal atau 15 gram kopi untuk 225gr air yang pas digunakan pada AeropressGo.

Suhu air. Setelah rasio kopi dan air, pengguna alat ini bisa “memanipulasi” suhu air yang sekiranya cocok dengan profile roasting kopinya. Tapi bila tak mau repot dengan urusan temperatur air, air panas dari dispenser sudah memadai untuk menyeduh kopi dengan Aeropress, kecuali Anda benar-benar menginginkan sebuah surgical precision, maka bisa menggunakan termometer untuk mengukur suhunya.

Kalau mau betul-betul serius bagaikan seorang audiophile yang selalu berusaha menemukan sweet spot atau suara terbaik dari sistem audionya, Anda juga bisa bereksperimen dengan memanipulasi komposisi kimiawi air dengan menggunakan garam inggris dan sodium bikarbonat. Tapi saya tak sejauh itu, tapi tetap mengapresiasi siapapun yang mau melalui semua kerepotan tersebut.

Grinder itu wajib. Tingkat kehalusan kopi tentunya bisa diatur dengan grinder atau alat giling kopi sebagai piranti yang wajib dimiliki tanpa harus menjadi seorang geek. Sebuah grinder manual yang harganya 200 ribuan sudah cukup untuk dijadikan teman dalam waktu cukup lama kecuali Anda benar-benar mau berinvestasi untuk alat yang satu ini.

Beli atau ?. KecualiAnda seorang kolektor alat kopi, bagi yang sudah memiliki Aeropress rasanya tak perlu untuk memiliki sebuah alat yang serupa dengan bentuk yang sedikit lebih kecil dan hanya dilengkapi dengan mug. Tapi untuk pembaca yang belum pernah memiliki Aeropress, saya merekomendasikan model terbaru ketimbang versi sebelumnya semata bentuk yang sedikit lebih ringkas dan sebuah mug bisa dijadikan bonus agar tak repot mencari cangkir.

Tapi model apapun yang dipilih, keduanya adalah alat seduh yang rasanya wajib dimiliki dan percayalah, alat ini anti rusak untuk digunakan dalam jangka waktu bertahun-tahun tanpa kendala apapun.

Metode atau cara lengkap menggunakan Aeropress bisa dilihat pada tautan ini

* * *

Catatan : Alat ini saya dapatkan dari Maharaja Coffee salah satu partner situs cikopi.com ini yang sengaja mengirimkan alatnya untuk saya coba.

2 replies
  1. ahmad fajar
    ahmad fajar says:

    perbedaan susunan lubang pada “cap”nya tidak memberikan perbedaan ya Pak ?

Comments are closed.