mikarika

Sebuah event unik diselenggarakan atas inisiatif Iwan Setiawan (Juara Latte Art Nasional tahun 2014 dan 2015) dengan nama Mikarika (Mari Menyeduh dengan Kalita) yang bertempat di Kopi Mana 27, Jl. Soepomo, Jakarta. Uniknya, event ini dikhususkan hanya untuk kalangan perempuan yang diikuti oleh 32 peserta baik dari Jakarta maupun luar kota.

mikarika2

Kalita. Pembaca tentu telah mengenal berbagai piranti seduh kopi dari sebuah perusahaan yang berpusat di Jepang dengan nama yang sama, Kalita. Salah satu alat seduh yang digunakan pada event ini adalah Kalita Wave yang berbentuk kerucut, namun berbeda dengan Hario V60, ujungnya Wave memiliki diameter lingkaran yang lebih besar dengan dilengkapi oleh 3 lubang.

mikarika3

Dengan alat inilah peserta mengadu kompetensinya yang hasil akhirnya dinilai oleh 3 orang juri, yang lagi-lagi perempuan : Mira Yudhawati dan Resianri Triane Caswell’s Coffee dan Regina (Juara Singapore Barista Championship tahun 2016 dan Head Roaster Common Grounds).

Mekanisme lomba dibuat dengan sistem gugur dimana masing-masing 2 orang peserta akan menyajikan kopi kepada 3 orang juri. Pemenang akan terus maju hingga babak final dengan hadiah pertama berupa alat giling kopi merek Rancilio tipe Rocky doserless beserta hadiah lainnya.

Ada dua kopi yang digunakan untuk lomba yakni Sulotco varian arabika yang berasal dari daerah Sulawesi untuk babak 8 besar dan Fianca Santa Theresa Panama (peabery natural) saat peserta masuk ke semi final dan final. Kedua kopi tersebut diproduksi oleh roastery Common Grounds.

judges

Carrisa yang saat ini bekerja sebagai Barista di Tanamera berhasil menyabet Juara pertama, disusul oleh Nanda Putri dari Jocoffee di tempat ke-2, dan Farah Aisha (independen) yang meraih juara 3.

Happening now …. The honorary judges for females brew event with Kalita pour over.

A photo posted by toniwahid (@toniwahid) on

1 reply

Comments are closed.