Untitled-1

Kevin Soewondo (24)  mengajak saya melihat-lihat toko peralatan musik dan audio DMP yang bersebelahan dengan Caturra Espresso. Di lantai empat setelah menaiki anak tangga dengan nafas saya yang pas-pasan, ia menunjukan speaker aktif maupun pasif kelas berat, mixer, dan piranti untuk rekaman lainnya. Jangan salah, speaker, EM Acoustic yang bisa Anda dengar di Caturra juga dipasang di gedung kesenian Royal Albert Hall di London (2013). Baru dibuka pertengah Juni dan masih satu group dengan Monopole dengan sajian kopi yang dipasok oleh roaster Michael Utama dari Kopiku Indonesia. Walau menyediakan kopi dari yang sesekali tersedia, Caturra tetap mempertahankan blend lokal sebagai sajian utama di sini.

 

cat6

Interior bergaya urban, industrial warehouse, atau apapun istilahnya yang dikerjakan oleh Tyo Tanaka (Thirty Three Brew), yang juga merupakan salah seorang desainer terkemuka sungguh Instagenic. Dengan warna putih yang mendominasi seluruh bagian dinding dan hanya sedikit hiasan dinding selain satu logo Caturra berwarna hitam di salah satu dindingnya dan satu poster flavor wheel, selebihnya hampir semua dibiarkan polos.

Sinar matahari bebas masuk bukan hanya di bagian samping tapi juga sebagian atap dengan frame metal berwarna hitam dan lantai dengan dibiarkan berwarna semen. Suasana cafe Melbourne yang ingin mereka ciptakan di Caturra, sebagaimana yang dikemukakan oleh Kevin, yang lulus tahun 2013 dari University of Wisconsin, Madison, Jurusan Ilmu Komputer.

cat4

Caturra adalah salah satu detak nafas akan semakin tumbuhnya berbagai coffee shop di kota Surabaya dengan salah satu identitas utama dimana para penikmat selain bisa menyesap kopi juga bisa saling berbagi pengalaman. Banyak yang bisa dibicarakan kata Kevin, dari mulai varian suhu seduh, warna akhir biji kopi setelah roasting, dan isu lain yang menurutnya tak akan habis-habisnya untuk diperbincangkan.

“Setiap orang boleh datang dari berbagai latar belakang dan pendidikan yang bermacam-macam, tapi saat datang ke tempat kami dan bebricara tentang kopi, kita punya satu kesamaan yang paling penting, ya sama-sama cinta kopi” kata Kevin. 

Mulai tertarik dengan kopi sejak menuntut ilmu di Amerika, tapi semangatnya bertambah setelah bertemu Irvan Gunawan dari Monopole, tempat Kevin menghabiskan waktu berbincang sambil menikmati kopi, dan antusiasmenya semakin menjadi-jadi. Hingga akhirnya, kedua orang ini mengadakan kesepakatan untuk mendirikan Caturra Espresso, sebuah nama (caturra) yang diambil dari varietas kopi dan sekaligus menjadi bagian dari Monopole yang beroperasi lebih awal.

cat3

Caturra menyelenggarakan pertujukan band dengan genre jazz sekali setiap dua bulan, salah satu alasan mengapa Kevin ingin menciptakan sistem tata suara yang maksimal di Caturra. Mau tahu tips nya untuk tahap persiapan audio di cafe ?

Pertama siapkan anggaran secukupnya karena peralatan audio tidaklah murah, tapi menjadi bagian penting yang sering dilupakan, lanjutnya. Kedua, saat tahap desain, diskusikan dengan desainer interior untuk penempatan kabel agar nantinya tidak malang melintang dan mengganggu artistisk ruangan. Ketiga, sebagaimana yang dilakukan di Caturra, berikan sedikit treatment akustik agar suara tidak memantul ke mana-mana.

cat5

“Jangan sepelekan pelanggan karena banyak di antara mereka yang bisa langsung merasakan sistem audio yang bagus tanpa harus tahu detail teknisnya” kata Kevin yang toko audionya sudah berumur lebih dari tiga dekade. “Audio membawa susana di cafe, jadi jangan sampai interior yang bagus harus mengalahkan tata suara yang kurang pas” lanjutnya.

Untuk ruangan besar apalagi bila cafe-nya sering digunakan untuk pertunjukan musik, Kevin tidak menyarankan speaker hifi, yang biasa digunakan untuk memutar musik (playback), tapi sebuah speaker profesional kelas komersial yang bisa digunakan untuk dua fungsi sekaligus, yakni playback dan pertunjukan musik dengan penyebaran suara yang jauh lebih merata.

cat7

Banyak tamu di Caturra, termasuk saya tentunya yang merasakan bahwa speaker kecil mereka bisa bersuara natural dengan artikuasi jernih tanpa membuat kuping kelelahan (ear fatigue), sebuah karakteristik sistem yang bagus. Tentu saja semua ini terlaksana atas dukungan DMP yang merupakan perusahaan keluarga dengan rentang 30 tahun sudah punya jam terbang tinggi menginstalasi audio di berbagai klub, lounge, maupun restoran terkenal di Indonesia.

Untuk kenikmatan secangkir kopi dan sistem audio yang berkelas. Caturra.

* * *

cat2

2 replies
  1. Sutrisno - Maktal Coffee Bar
    Sutrisno - Maktal Coffee Bar says:

    baru 2 hari yang lalu ke Caturra Espresso.ketemu beberapa crew yang menyambut dengan hangat, Dani, Cathrine dan Bagus. sempat belajar gimana pemakiaian grinder, membuat espresso, steam susu dan membuat cappuccino dengan mesin overkill mereka, La Marzocco Linea Piero Bambi, salah satu mesin yang saya suka. thanks a lot for great sharing guys…

Comments are closed.