Bila Baratza Sette 270 terlalu mahal buat Anda, kini ada alternatif lain dari pabrikan yang sama, seri Sette ke-3 yang diberi nama Baratza Sette 30 APdan dijual seharga 4 jutaan.  Dengan jumlah macro grind size setting yang sama atau sebanyak 30, kekurangan terbesar Sette 30 AP hanya pada ketiadaan 9 micro adjustment.

Selebihnya hanya perbedaan minor dan ini salah satu penggiling kopi yang saya rekomendasikan karena kinerjanya yang sangat bagus selaras dengan harganya yang relatif terjangkau.   

Pengalaman saya dengan Baratza. Singkatnya, saya tak pernah kecewa dengan penggiling kopi Baratza dalam hal kinerjanya. Namun perlu dicatat, berdasarkan pengalaman, produk Baratza yang saya gunakan agak sedikit ringkih (Baratza Precisio) dan beberapa kali perlu diopname akibat kerusakan beberapa komponennya.

Mahlkonig Vario. Sebenarnya Mahlkonig mengeluarkan salah produk yang sama dengan Baratza pada seri Vario yang hingga kini masih saya gunakan untuk keperluan sehari-hari. Sayangnya produk Mahlkonig Vario sudah tidak dilanjutkan lagi oleh pabrikannya padahal ini adalah salah satu grinder yang memiliki durabilitas tinggi atau tak pernah sekalipun “ngadat” selama bertahun-tahun saya gunakan.

Baratza di Indonesia diedarkan oleh Philocoffee yang produk-produk lainnya bisa diakses di salah satu situs penjualan on-line.

Persamaan Baratza Sette AP 30 dan Sette 270. Dari segi desain tak banyak perubahan yang dilakukan oleh Baratza, atau dengan kata lain masih serupa dengan versi kakak kandungnya yakni, Sette 270.

Kapasitas Bean Hopper. Pun tak ada perubahan pada kapasitas kontainer biji kopi atau bean hopper yang bisa menampung 300 gram dengan fitur pengunci.

Auto Shutdown. 2.5 menit, kedua grinder ini akan mati secara otomatis apabila dalam kurun waktu tersebut  tidak digunakan.

Berat. Masing-masing punya berat yang sama : 3.2 kg.

Penampung bubuk kopi. Keduanya punya kapasitas yang sama yakni 160 gram.

Conical Burr : Masih sama dengan menggunakan conical burr yang berdiameter 40mm, dibuat oleh perusahaan Etzinger dari Lichstein. 

Step Adjustment. Baik Ap30 dan Sette 270 sama-sama mengadopsi sistem step dengan bunyi klik untuk setiap perpindahan ukuran atau setting burr-nya.

Tidak Ada Tombol On-Off. Kedua grinder akan mati secara otomatis selang 2.5 menit ketika tidak digunakan.

Lalau apa perbedaan antara kedua penggiling kopi ini ?

Tidak Ada 9 Micro Adjustment. Bagi pengguna grinder yang sangat mementingkan akurasi kehalusan bubuk kopi, fitur micro adjustment tentu sangatlah berguna. Bila Anda sangat mementingkan mico adjustment, sebaiknya memilih Sette 270 yang bisa secara presisi menentukan posisi “grind size” yang pas dan bisanya sangat berguna untuk setting espresso.

Casing Burr dan Zero Retention. Sette 30AP menggunakan material plastik sedangkan Sette 270 menggunakan bahan stainless. Penggunaan bahan plastik rentan terhadap listrik statis yang mengakibatkan penumpukan sisa kopi pada burr-nya sebagaimana foto di bawah.

Zero Waste Rentention secara harfiah bisa diartikan jumlah biji kopi yang masuk, sama dengan jumlah bubuk kopi yang keluar. Sette AP30 tidak semerta bisa dikategorikan zero retention, namun dengan rata-rata 1 hingga 1.5 gram retention, tentu performanya layak diacungi jempol.

Kinerja AP30 pada aspek low retention dimungkinkan dengan konstruksi burr yang diletakan secara vertikal dan bukan sebaliknya sebagaimana pada mayoritas penggiling kopi lainnya.

Beda 40 watt. Sette AP30 menggunakan daya listrik sebesar 240 watt sedangkan Sette 270 lebih besar 40 watt atau 280 watt. Tidak terlalu besar perbedaannya atau hanya berbeda sekitar 14% saja.

Tak ada 3 Pre-Set Waktu. Perbedaan pertama terdapat pada display dengan absennya 3 tombol pre-set untuk waktu giling. Sette AP30 tidak memiliki 3 pengaturan waktu yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan dan hanya mengandalkan 1 pilihan waktu saja dengan rentang waktu 0.00 – 99.9 detik.

Fork : Terbuatd ari bahan plastik dan tidak bisa diputar sebagaimana Sette 270, tapi tetap bisa dijadikan dudukan portafilter.

Menggunakan Sette 30AP – Mesin Espresso. Pada saat mencoba Sette 30AP saya menggunakannya untuk mesin espresso dan 18 gram kopi mampu digiling dalam kurun waktu 6.5 detik saja dan ini cukup mengesankan. Spesifikasinya menyebutkan 3.5 gram untuk setiap detiknya.

Nah disinilah saat micro adjustment tak hadir, setting kehalusan bubuk kopi untuk espresso sulit untuk lebih dioptimalkan. Terlepas dari kekurangannya tersebut, Sette 30AP masih memberikan performa terbaiknya saat saya mencoba kehalusan bubuk kopi di angka 1 hingga 3 tanpa kendala apapun saat shot dilakukan.

Bagaimana Dengan Manual Brewing ? Mungkin ini pertanyaan yang paling penting, tapi berdasarkan penglihatan, saya masih bisa menggunakan Sette  AP30 untuk untuk seduh dengan metode pour over.

Tapi untuk hasil giling yang lebih kasar untuk penggunaan teknik seduh seperti french press, hasil gilingnya masih belum mengena, atau kurang kasar. Untuk itulah Baratza mengeluarkan opsi untuk mengganti burr dengan tipe “Sette BG Cone Burr” yang di situsnya dijual seharga 17 dolar.

Lebih ke Espresso. Saya menyarankan Sette AP30 lebih ke espresso ketimbang seduh manual, walau tetap masih bisa digunakan untuk pour over, Vietnam drip, atau moka pot. Khusus untuk pour over, hasil gilingnya menurut saya masih sedikit kurang kasar, tapi hasilnya masih sangat layak untuk dinikmati.

Bagi para pengguna AP30, silakan beri komentar di bawah ini untuk menambah penjelasan atau koreksi atas penjelasan yang telah saya berikan.

* * *

3 replies
  1. hernu
    hernu says:

    klo dengan Breville Smart Grinder Pro yang seri BCG820BSS harga hampir sama…lebih pilih mana ya pak? mohon bantuannya….

    Reply
  2. samuel
    samuel says:

    retention 1,5 gram tergolong kecil untuk electric grinder ya om? saya cuman pengguna manual grinder jadi belom punya referensi terkait yg electric, hehehe…

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *