Baginya pendidikan formal bukan halangan untuk berkarya dan menjungkir balikan asumsi bahwa kesuksesan hanya bisa ditentukan oleh selembar kertas ijazah. Cukup berbekal pendidikan SMA, Robert Patilaya (69) sudah membuktikan jika mesin untuk pengolahan industri makanan hasil karyanya sudah banyak diakui akan kualitas dan durabilitas yang jauh lebih bagus dengan buatan luar negri. Kini ia tengah disibukan dengan produksi mesin roasting dengan merek Berto. 

Dimulai sejak 1 tahun yang lalu, Robert bersama putranya Marcel Patilaya (38) mulai meluncurkan produk mesin roasting bermerek Berto, dengan kapasitas 1 dan 5 kg. Semua pengerjaan dilakukan di area produksi yang berada di jalan Industri Industri Raya II, Pasir Jaya Bunder, Cikupa, Tangerang yang memperkerjakan sekitar 20 karyawan.

Berto Industries. Berdiri di tahun 1984 sebagai pemasok mesin-mesin untuk mengolah makanan/snacks walau pria kelahiran Cirebon ini sama sekali tak punya latar belakang ilmu teknik. Tapi ia punya talenta yang menurutnya mungkin diwarisi dari orang tuanya yang menjadi kepala teknisi di pabrik gula di kota Cirebon.

Robert mengenang saat ia tak bisa melanjutkan pendidikan ke universitas dan harus banting tulang bekerja serabutan menjadi tukang bubut, las, hingga bongkar pasang boiler. Lalu ia bekerja di beberapa perusahaan swasta namun tak pernah mencapai jabatan manajer karena halangan tingkat pendidikan. Hingga suatu saat ia memutuskan untuk mandiri dan membuka perusahaan pengelasan stainless. Semua dilakukan sendiri dan harus berjibaku hingga meraih kepercayaan dari berbagai kalangan.

Pada masa dimana bisnis sedang menanjak, Berto adalah nama yang sudah dipercaya untuk alternatif mesin buatan lokal, yang kualitasnya seringkali jauh melebihi buatan luar negeri dengan harga yang sangat kompetitif. Tak heran bila Robert yang memulai karirnya sebagai tukang las hingga dibidang teknik pendingin banyak dipercaya untuk memproduksi beragam mesin pengolah makanan oleh perusahaan besar di Indonesia.

Sayangnya produksinya harus dihentikan untuk sementara ini karena satu dan lain hal. Tapi dengan kolaborasi yang dilakukan bersama Marcel, yang lulusan IT dari Seneca College, Toronto Kanada,  mulai menjajaki untuk memproduksi mesin roasting.

Tentu tak sulit bagi Robert yang sudah malang melintang dibidang teknik saat mencoba membuat prototip pertama mesin roasting-nya. Awal 2017 perusahaan ini mulai memperkenalkan mesin roasting berkapasitas 1 dan 5 kg kepada publik dan Berto kini terus berusaha memenuhi pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Stainless. Menurut Robert, tak mudah mengolah lembaran material stainless yang kemudian harus dilakukan pengelasan dengan tingkat presisi tinggi, belum lagi setiap sambungan yang sudah di las harus dirapikan agar sambungan tak terlihat secara kasat mata.

Tapi ia sengaja membuat mesin roasting nya berbalut stainless, mungkin yang pertama di Indonesia, karena pengalaman panjangnya mengerjakan material jenis ini. Di bagian drum, Berto tetap mempertahankan besi cor atau cast iron karena lebih baik dalam menyimpan panas dibandingkan stainless yang bisa berubah dengan cepat.

Beberapa fitur yang terdapat pada mesin yang berkapasitas 1 kilogram misalnya :

1. Ketebalan drum 15mm untuk menjaga kestabilan suhu
2. Pengaturan aliran udara / air flow yang dilakukans ecara elektronik
3. Display suhu drum, suhi biji kopi, dan durasi roasting
4. Pengaturan kecepatan putaran drum (opsional)
5. Terdapat indikator tekanan gas secara digital hinga memudahkan pengguna mengatur besaran api di burner yang bisa terlihat juga pada data logging di komputer
6. Kesemua setting atau pengaturan dilakukan pada control panel

Satu lagi, mesin Berto menggunakan regulator ganda agar pasokan gas tetap stabil selama proses roasting.

Inspiratif. Kisah bagaimana Robert berjibaku membangun bisnis dibidang teknik tanpa punya pendidikan formal adalah inspirasi tersendiri. Kini ia terus memenuhi pesanan yang terus datang sembari menyempurnakan mesin roasting-nya. Sudah ada beberapa rencana ke depan agar mesin roasting Berto punya fitur yang lebih handal dan kita akan menantikan kiprah perusahaan ini selanjutnya.

Walau lokasinya nun jauh di Tangerang sana, bagi Anda yang berminat Berto layak dikunjungi untuk melihat secara langsung performa mesin ini.

 *  *  *  *  *

3 replies
  1. Gabawbig
    Gabawbig says:

    Wah Hebat Pa, Semoga Sukses Selalu. Selain mesin Roasting mungkin bisa kedepannya produksi mesin Espresso, kebetulan mesin espresso menggunakan material yang hampir sama yaitu Stainless Steel

    Reply
  2. Alex djaja
    Alex djaja says:

    Halloween Berto, saya dengan Alex. Sebagai pemula di bidang kopi, saya ingin berinvestasi alat mesin sangrai kopi yg baik. Semoga saja investasi kami TDK menjadi sia-sia lantaran begitu banyak refrensi yg saya dapatkan. Harapan Berto dpt memberikan info dan penjelasan secara detail, sehingga kami punya alasan kenapa harus Bertindak sebagai pilihan investasi alat sangrai kopi tsb. Terima kasih dan salam semangat banget

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *