Ascaso Dream

Bryan Pringgoadimulyo dari Toffin bukan sekedar teman diskusi soal kopi, tapi kami juga sering lupa waktu kalau sudah berbincang tentang kendaraan roda 2. Tapi kali ini tak berkaitan dengan motor saat ia mengirimkan sebuah mesin espresso bermerek Ascaso dengan tipe Dream (non PID) untuk saya gunakan di kantor. Di bawah ini sekedar pengalaman singkat dengan sebuah mesin hasil kreasi pabrikan dari kota Barcelona, Ascaso.

Tentang Ascasso. Saya pertama kali bersinggungan dengan merek Ascasso saat menulis grinder tipe I-Mini di tahun 2011 dengan hasil giling yang cukup baik walaupun keseluruhan badannya masih ditutup dengan material plastik. Sampai di situ baru kali ini bertemu dengan produk mesin espresso-nya yang saya coba tuliskan untuk pembaca.

Mesin espresso rumahan. Bagi yang sudah ngebet ingin memiliki mesin espresso, ada baiknya menyimak tulisan lawa saya “Sebelum Membeli mesin Espresso” agar investasi yang tidak sedikit ini benar-benar dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Intinya, punya mesin espresso itu seringkali menyenangkan pada awal memilikinya, namun jangan sampai keburu nafsu karena Anda juga harus memiliki sebuah grinder yang layak dan berbagai aksesoris lainnya yang harus dipersiapkan.

Ascaso Dream. Model nya yang vintage mengingatkan saya pada mesin Francis Francis X7 yang harus menggunakan kapsul. Sebagaimana X7, mesin ini tentunya masuk dalam genre mesin domestik mengingat kapasitas tangki air yang hanya 1.3 liter berikut sebuah piranti “thermoblock” dari stainless yang fungsinya sama dengan boiler yakni sebagai pemanas air.

Teknologi thermoblock memungkinkan pemanasan air dilakukan secara cepat walu alat ini rentan dengan perubahan temperatur karena volumenya yang kecil (thermal mass) dan biasanya tidak dilengkapi dengan “selimut” agar panas tetap terjaga (insulasi).

Walaupun dibuat untuk keperluan sehari-hari di rumah, Ascaso tidak mengorbankan kualitas dari segi material yang sangat solid. Dari mulai tombol, manometer, beratnya porta yang hampir sama dengan mesin profesional, dan kokohnya bagian shower screen. 

Daya Listrik. Siapkan pasokan listrik sebesar 1.050 watt, sebuah daya listrik yang lumayan besar untuk mesin sekecil ini. Tapi daya sebesar itu membuatnya hanya memerlukan waktu kurang dari 5 menit saja saat indikator (manometer) sudah mencapai angka 90 derajat celsius.

Portafilter dan Tamper. Ukuran portafilter berdiameter 57mm yang juga sudah dilengkapi dengan 1 porta bertekanan (pressurized). Porta jenis ini lebih ramah untuk digunakan terutama bagi yang baru belajar menyeduh kopi dengan mesin espresso, katakanlah sebagai bentuk “cheat” agar ekstraksi selalu berhasil.

Tamper terbuat dari bahan alumunium yang disesuaikan dnegan ukuran porta, 57mm.

Steam. Cukup bertenaga walau saya tidak menggunakan bersamaan dengan “brewing”, walau microforth agak sedikit basah, yang buat saya tak terlalu mengganggu.

Pompa. Sebagaimana mayoritas mesin rumahan, Dream tak dilengkapi dengan pompa berjenis rotary. tapi sebuah pompa kecil (vibration)

Drip Tray. Daya tampungnya tak terlalu banyak, sekitar 250 ml, namun sudah cukup untuk sebuah mesin yang frekuensi penggunaannya tak terlalu sering.

Kabel listrik. Dengan panjang sekitar 1 meter, kabel bisa disembunyikan di bagian bawah mesin apabila tidak sedang digunakan.

Singkatnya. Ascaso Dream tak dilengkapi dengan piranti pintar yang bisa memprogram suhu, tekanan, hingga pre-infusion. Tapi justru itulah yang menjadikan kelebihan Ascaso Dream, karena lebih ramah untuk digunakan siapa saja, apalagi sudah dilengkapi dengan porta bertekanan yang membuat tingkat keberhasilan menyeduh kopi semakin tinggi dibanding dengan menggunakan porta biasa.

Walau jagoan lawas seperti merek Rancilio Silvia rasanya masih belum terkalahkan untuk urusan spesifikasi, kualitasnya serta jam terbang yang lebih tinggi, tapi Dream mungkin bisa jadi alternatif lain karena faktor harga yang lebih rendah selain aspek desainnya yang klasik.

Untuk versi PID bisa juga Anda pertimbangkan di mana suhu bisa diatur dan sudah dilengkapi dengan pre-infusion. 

Grinder. Eureka Mignon atau Welcome ZD10TW favorit saya bisa dijadikan pilihan untuk mendampingi mesin ini.

 *  *  *

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *