FR1X atau Charon dari Froco

Dunia kopi Indonesia boleh berbangga berkat nama Christian Heryanto yang tanpa lelah terus menyempurnakan mesin roasting buatannya, Kini merek Froco ini sudah semakin banyak dikenal bukan hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Saya pribadi sudah mengenalnya sejak lama dan sudah menurunkan beberapa kali tulisan tentang Froco. Kali ini ia khusus mengundang saya untuk melihat produk flagship terbarunya FR1X atau Charon, sebuah terminologi yang ia ambil dari nama bulan Pluto.

Ruang Pamer Froco. Kini Anda bisa mengunjungi ruang pamer Froco yang beralamat di Jl. Jalur Sutra Kav. 23B, Ruko Spectra No.6, Alam Sutra, Tangerang. Jadi para calon pembeli mesin roasting buatannya, tak perlu harus berkunjung ke bengkelnya di kawasan belakang bandara Cengkareng.

Sebenarnya bukan hanya ruang pamer untuk mesin-mesin roasting produksi Froco , tapi sekaligus juga difungsikan sebagai sebuah coffee shop dengan sajian kopi berbagai varian.

Lalu di lantai atas, Christian sudah menyiapkan kelas roasting yang ia selenggarakan misalnya sebuah event mendatang dengan pembicara yang bukan hanya mendiskusikan aspek roasting, tapi juga dimulai dari sisi agrikultur (Eko Purnomowidi dari Koperasi Kalsikbeans), Sensory (Kammie Hui dari 18grams Hong Kong dan SK Leng dari Constant Gardener Coffee, Malaysia).

Ada 3 mesin roasting berkapasitas 5 kg dengan cat berwarna oranye dan merah yang dipamerkan di dalam ruangan ini. Tapi satu mesin roasting diletakan terpisah dengan warna emas dan bermotif kulit buaya dan dikerjakan dengan keterampilan tangan para teknisi Froco. Motif kulit buaya didesain karena terinspirasi motif tas kulit Birkin dari Hermes.

Inilah FR1X atau Charon yang walaupun hanya berkapasitas 1 kg, mesin ini sudah dijejalkan seabrek fitur yang biasanya terdapat pada mesin kelas industrial.

Piranti Lunak dan Keras, Bagi Anda yang baru pertama kali atau ingin bertemu dengan Christian untuk menjajaki kemungkinan pembelian mesin roasting, bersiaplah untuk mendengarkan pembicaraan teknologi terapan yang seringkali disisipi berbagai terminologi sains.

Christian mungkin satu-satunya orang di Indonesia yang punya dedikasi tanpa henti untuk membuat sebuah piranti lunak melalui jutaan baris angka dan huruf keramat berupa coding yang ia aplikasikan untuk mesin roasting nya.

Tapi bukan hanya membuat software, Froco juga terus menyempurnakan material melalui resep metalurgi khusus dan beragama komponen elektronik yang terpasang pada mesin roasting-nya. Seakan tak hirau bila harga produknya meroket, Christian tetap berkomitmen agar pembeli bisa mendapatkan mesin roasting dengan kualitas terbaik.

Jadi jangan heran bila sekarang produknya sudah banyak diekspor ke luar negeri, belum lagi ditambah dengan pesanan yang masih harus menunggu jadwal produksi.

FR1X Charon. Christian mengenalkan saya dengan kreasi terbarunya, FR1X atau Charon yang ia  rekomendasikan untuk para roaster yang sudah punya jam terbang tinggi. Bukan apa-apa, menurutnya agar semua fasilitas yang sudah terintegrasi pada mesin ini bisa dimanfaatkan secara maksimal ketimbang nantinya hanya digunakan untuk roasting biasa yang hanya mengatur suhu dan ventilasi saja.

Menurut Christian, mesin skala industrial memang kaya dengan fitur, tapi manakala mereka sudah menemukan resep unggulan, produksi hanya akan berkutat pada satu karakter rasa kopi saja selama produknya masih digemari oleh konsumen. Jadi pabrikan hampir tidak pernah lagi melakukan modifikasi rasa walaupun fasilitas untuk itu sudah tersedia.

Berangkat dari pemikiran inilah, ia mencoba mengadopsi keseluruhan fasilitas industrial roasting ke dalam skala mesin yang lebih kecil agar bisa dimanfaatkan oleh para pemain kopi specialty.  

Chris mulai menjelaskan tentang aplikasi yang tertera di 2 layar monitor dengan berbagai macam grafik. Saya melihat angka-angka yang mengindikasikan variabel yang antara lain :

1.       Hardware’s status.
2.       Drum temperature.
3.       Beans temperature.
4.       Flow in temperature.
5.       Drum speed (%).
6.       Air flow rate (%).
7.       Pilot burner power (%).
8.       Main burner power (%).
9.       Rate of raise -Present Value (RoR PV).
10.   Rate of raise -Set Value (RoR PV).
11.   Speed of Raise (SoR).
12.   Estimated RoR (eRoR).*
13.   Layar Utama dan kedua antara lain memperlihatkan suhu drum, suhu kopi, kecepatan rotasi drum, airflow rate, dan beragam variabel lainnya.

Dua layar yang terpasang tidak dilengkapi dengan fasilitas sentuh dengan alasan supaya angka tidak mudah diubah. Bukan karena faktor manusia, tapi Christian sudah mengalami bagaimana layar sentuh membuat seekor lalat bisa menggagalkan proses roasting gara-gara hinggap di tombol “Abort”.

Kejadian lain dan hampir sama dilakukan oleh seekor laba-laba yang dengan tenangnya mengubah berbagai parameter roasting.

Jumlah Data. Berapa banyak data yang dimasukan ke dalam komputer untuk suatu saat tinggal diulang lagi ? Jangan takut kehabisan ruang penyimpanan karena software sanggup menampung 2 juta profile khusus untuk suhu drum dan biji kopi dan jutaan lainnya untuk laporan setiap hasil roasting yang bisa langsung di kirim melalui surat elektronik kepada pihak yang berkepentingan.

Dari arsip pertama kali meliput Froco di tahun 2010

Penutup. Tentu saja saya tidak punya kredebilitas untuk menjelaskan secara detail aspek teknologi yang diusung oleh Charon. Tapi satu hal saja, pencapaian teknologi terapan yang sudah ditorehkan oleh Froco melalui Christian secara langsung sudah menjadi benchmark atau tolok ukur penting bahwa produk asli Indonesia tak kalah dengan produsen negara lainnya.

Dari Tangerang, Christian dan Froco terus melaju ke berbagai negara.  

 *  *  *

5 replies
  1. Cofista
    Cofista says:

    Saya sangat bangga anak bangsa bisa menghasilkan karya yang canggih dan bisa bersaing di tingkat internasional. Bisa menjadi contoh dan motivasi untuk kita semua. Terima kasih share artikelnya yang luar biasa

    Reply
  2. David Teguh
    David Teguh says:

    Mas TW, waktu presentasi di ICE 2017 lalu, Yoshi Tanu bilang kalau bean nya di roast develop sampai 20%. Itu maksudnya apa ya? saya juga pernah liat di pack Finca Deborah beannya di roast develop ada yang 13% dan ada yang 13,5%. Bingung mau tanya siapa maksudnya apa, jadi tanya ama Mas TW aja hihi..

    Reply
    • sikirun
      sikirun says:

      CMIIW roast develop kalo dari yang saya lihat di cropster (software untuk membaca grafik roasting dan berhubungan dengan roasting :D) adalah persen total waktu roasting dari first crack. Misalnya first crack di 8 menit makan 20% dari total waktu roastingnya adalah 10 menit. Jadi setelah first crack sampai dikeluarkan dari mesin roasting butuh 2 menit. 2 menit inilah yang dinamakan roast develop. Nah jadi misal First Cracknya 10 menit makan 20% dari total waktu adalah *brb nyari kalkulator. paham ndak mas?sama saya juga ndak paham kok hihihih

      Reply
  3. Andreas
    Andreas says:

    Mantab !!!!

    Sudah mengikuti perkembangannya dari awal mula di tahun 2010 … sejak mesin warna putih yang di pamerkan di Kemayoran tahun 2011 (atau 2013 lupa), sampai akhirnya pakai FR5s di 2015 dan sekarang FR15i di 2017 ….

    Lanjutkan bro !!!!

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *