Kruve Sifter

Untuk yang tidak puas dengan hasil penggiling kopi dan ingin menghasilkan partikel kopi yang seragam, penyaring atau sifter dari perusahaan Kruve Inc. bisa menjadi solusi. Kruve Inc. adalah perusahaan yang berkantor di Toronto, Kanada dan secara resmi meluncurkan produk sifter-nya di awal tahun 2017 yang menurut perusahaan ini bertujuan untuk “perfected the grind” atau menyempurnakan hasil dari penggiling kopi agar pemakai bisa mendapatkan rasa kopi seoptimal mungkin. Bagaimana cara kerjanya ?

Saya membeli langsung dari Kruve seharga 59 US$ termasuk ongkos kirim ke Indonesia dan hanya mendapatkan model dengan 2 sifter berukuran 800μ dan 400μ mikron yang direkomendasikan untuk seduh pour over.

Bila ingin lebih lengkap, Kruve menyediakan 6 dan 12 sifter dengan masing-masing harga 90 dan 130 $ dengan ukuran sifter terkecil 200μ hingga 1100μ atau mikron yang dilengkapi dengan holder. 

Desain dan Spesifikasi. Secara kesuluruhan tak ada keluhan dengan kualitas rancang bangun Kruve yang terbuat dari material alumunium dan bentuknya sekilas seperti perahu dengan penutup atau lid yang terbuat dari kayu. Material kayu menambah beban beratnya yang total mencapai 340 gram.

Cara Kerja. Sebagaimana fungsinya untuk mengayak kopi, Kruve hanya menggunakan 2 layer atau tier pada saat digunakan. Lapisan pertama untuk μ atau ukuran mikron yang lebih besar, dan kedua dengan angka μ yang lebih kecil. Sedangkan bagian terakhir atau dasar untuk menampung butiran atau partikel kopi yang paling halus.

Pada saat digunakan, Kruve menganjurkan untuk mengayak dengan cara menggoyangkannya paling sedikit selama setengah menit.

Hasilnya. Ternyata cukup banyak kopi yang tersisa dari beberapa kali percobaan yang saya lakukan dengan menggunakan grinder Wellhome ZD10-TW. Misalnya dengan 20 gram kopi, grinder di setting di angka 6, kopi pada layer pertama atau yang akan digunakan untuk menyeduh berjumlah 14 gram dan sisa 6 gramnya berada di lapis kedua dan 3.

Pada setting yang lebih halus, di angka 5 misalnya, jumlah kopi yang berhasil dikumpulkan pada lapisan paling atas hanya 12 gram dari 20 gram yang digiling.

Dengan kata lain, angka moderat sekitar 60 hingga 70% kopi yang bisa digunakan untuk menyeduh dengan menggunakan sifter 800 dan 400 μ. Tapi sekali lagi jangan dianggap sebagai angka mutlak karena hanya berdasarkan percobaan yang saya lakukan sendiri.

Penutup. Untuk para pengguna yang akan maju dalam sebuah kompetisi seduh, alat ini mungkin bisa sangat berguna untuk mendapatkan flavor yang lebih konsisten karena partikel kopi yang jauh lebih seragam dibandingkan dengan hasil grinder.

Tapi buat para pengguna di rumah, ada beberapa catatan yang perlu saya dikemukakan, yang antara lain :

  1. Menggunakan Kruve memang mudah, tapi siapkan kuas khusus untuk membersihkan sisa-sisa kopi yang cukup banyak menempel pada sifter-nya. Cukup merepotkan untuk dibersihkan bila digunakan berulang kali.
  2. Kadang sifter suka bergeser sedikit bila pegangan kita tak kokoh atau terlalu bersemangat mengayak yang mengakibatkan sebagian partikel kopi akan berhamburan keluar. Mungkin pada produk selanjutnya, Kruve bisa menempelkan magnet atau mekanisme lain agar sifter tak berubah kedudukannya.
  3. Siapkan lembar koran untuk menampung sisa kopi yang tidak terpakai yang masih menempel pada sifter
  4. Terakhir, sisa kopi yang tidak bisa diseduh cukup banyak, Rela ?

Demikian sedikit pengalaman menggunakan Kruve, sebuah piranti untuk mengayak kopi dari Toronto, Kanada. Karena saya cuma peminum kopi biasa, rasanya menggunakan grinder saja, sudah cukup tanpa harus repot mengayak setiap kali akan menyeduh kopi.

Bagaimana dengan pembaca ?

*  *  *

6 replies
  1. Joni Delaroza
    Joni Delaroza says:

    Salam kenal Mas. Saya juga suka kopi dan maaf kadang suka milih-milih. Memang, kopi buat saya suatu kenikmatan tersendiri, apalagi diracik seperti itu pasti lebih nikmat. Namun saya kelasnya biasa saja, cukup di tempat penjual kopi yang murah meriah tapi enak, bersih dan yang terpenting tempat minum kopinya nyaman, santai dan bisa merokok. He he he…yang satu ini ni temannya kopi yang tak bisa saya hilangkan. Terima kasih Mas, sudah menambah wacana saya dan teman-teman tentang si “Kopi” dan pengolahannya. Semoga juga kopi kita dari berbagai daerah dibahas disini. Atau memang sudah? Karena saya belum menjelajah disini. Salam sukses.

    Reply
  2. Irawan halim
    Irawan halim says:

    Kalau di dunia audio, Kruve ini mungkin bisa diibaratkan dg perangkat CrossOver yg membagi spektrum suara dg LowPass,BandPass dan HighPass Filter.Utk golongan tertentu,hal ini menarik walau lbh rumit.Tapi golongan lain yg suka simple,penggunaan FullRange lbh menarik,krn semua spektrum suara gak ada yg terbuang.Analogi yg sama jika kita gunakan kopi tanpa filter,dg ketidakseragaman partikel kopi, mungkin menghasilkan suatu rasa yg lebih kaya..Semua kembali lagi ke selera.Nuhun pak Toni,salam dari Cimahi

    Reply
  3. Yogi
    Yogi says:

    Ulasan yg menarik, pak Toni. Saya pernah nonton akun youtube kruve, perlu kalibrasi grinder supaya kopi pada layer pertama dan terakhir menghasilkan berat 50:50 dicoba dr setting paling coarse/fine jd kopi yg “tidak layak” bisa diminimalisir.

    Reply
  4. fahrizal
    fahrizal says:

    Kalau udah seneng biasanya suka dibikin ribet, kan, Om 😉

    Tapi saya ada yang agak kurang paham, Om, dengan kalimat ini “Misalnya dengan 20 gram kopi, grinder di setting di angka 6, kopi pada layer pertama atau yang akan digunakan untuk menyeduh berjumlah 14 gram dan sisa 6 gramnya berada di lapis kedua dan 3. Pada setting yang lebih halus, di angka 5 misalnya, jumlah kopi yang berhasil dikumpulkan pada lapisan paling atas hanya 12 gram dari 20 gram yang digiling.” Dari kalimat tersebut sependek pemahaman saya, yg Om gunakan untuk diseduh yang di atas (>800), yakni ada 14 dan 12 gram. Kemudian sisa gabungan hasil ayakan >400 tp < 800 dan yang <400 ada 6 dan 8 gram ya, Om?

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *