Handground Precision Coffee Grinder

Biasanya engkol grinder kopi manual selalu berada di bagian atas. Tapi tidak dengan Handground Precision Coffee Grinder yang meletakannya di bagian samping agar membuat posisi pengoperasiannya lebih mudah. Unit ini saya pinjam dari Otten Coffee untuk sekedar mencoba dan membagikan pengalaman singkat menggunakan Handground grinder.

Desain dan Spesifikasi. Kesan pertama, ukuran Handground ternyata cukup besar dengan gabungan material dari kaca, plastik, baja stainless, dan kayu untuk tuas pemutar.

Ukurannya yang besar tersebut untuk mengakomodasi 100 gram kopi pada bagian grind chamber-nya. Dengan tinggi 21cm dan diameter 10.5, tangan saya tak bisa mengenggam secara penuh bagian badannya yang berat kosongnya mencapai 750 gram atau hampir menyamai Lido 3 yang 1 kg.

Pemutar di samping. Sebagaimana sudah disebutkan di atas, Handground mengadopsi pemutar di tepi dengan tuas atau engkol sepanjang 10 cm yang ujungnya terpasang pegangan kayu. Bagian engkol ini menyatu dengan penutup grinder yang langsung terhubung dengan axis tempat burr terpasang.

Indikator dan Axis. Biasanya pengaturan halus-kasar pada grinder manual dilakukan dengan cara memutar sekrup pada burr pada bagian bawah. Tapi pada grinder Handground, penyesuaian setting dioperasikan dengan memutar indikator angka 1 hingga 8, dari halus hingga paling kasar untuk angka yang besar.

Putaran indikator kadang agak sedikit seret, tapi selebihnya sangat praktis untuk langsung memilih grind size untuk alat seduh tertentu.

Axis terbuat dari stainless yang kedudukannya diperkuat pada 3 lokasi (bagian penutup, tengah dan bawah) hingga toleransi perrgeseran axis yang sering membuat hasil grind size berubah nyaris tidak ada (0.004 inch).

Brewing Wheel & Grip Bawah. Agar memudahkan pengguna, pembuat Handground sudah menyiapkan sebuah skema yang bisa dijadikan patokan awal untuk memilih setting berdasarkan warna (biru untuk air, dan coklat untuk jumlah kopi). Bukan hanya itu, pengguna juga bisa melihat jumlah atau volume air yang disarankan berdasarkan jumlah kopi yang digunakan pada masing-masing alat seduh.

Wheel dilengkapi dengan magnet dan bisa menempel sangat kuat pada permukaan kulkas sebagaimana yang sudah saya coba sendiri.

Bagian bawah dilengkapi dengan matetial seperti silikon yang bisa ditempelkan agar posisi grinder tak bergeser saat dioperasikan.

Menggunakan Handground. Sekali lagi ukurannya yang relatif besar membuat saya harus melakukan dulu penyesuaian untuk mendapatkan posisi yang pas. Sudah dicoba dengan berbagai posisi, tapi saya lebih nyaman untuk meletakan grinder ini di atas meja sambil memegang penutupnya saat digunakan.

Ada satu kelengkapan yang tidak disertakan yakni “washer” berupa cincin besi untuk menaikan posisi burr hingga berdekatan agar hasil gilingnya lebih halus.

Foto hasil gilingan yang saya sertakan di bawah adalah pada angka 1 yang semestinya lebih halus lagi agar bisa untuk espresso. Namun karena ketiadaan ring, maka kalibrasi tidak bisa dilakukan.

Namun demikian, terlepas dari ukurannya yang relatif lebih besar dibanding dengan Comandate atau Porlex, agak susah membawa Handground untuk jalan-jalan. Apalagi material kaca tentunya rentan pecah bila tak hati-hati saat diperjalanan.

Secara singkat saya bisa membuat kesimpulan sementara bahwa Handground yang dijual dengan harga 1.2 jutaan boleh dijadikan pertimbangkan bagi pembaca yang baru akan memiliki grinder manual. Tapi bagi para pemilik Porlex seperti saya, atau grinder lain yang sejenis, rasanya tak perlu naik kelas ke Handground.

Demikian sedikit pengalaman menggunakan Handground, salah satu projek yang berhasil mengumpulakn dana pada situs crowdfunding Kickstarter.

 *   *  *

3 replies
    • toniwahid
      toniwahid says:

      Saya akan pilih Handground karena berdasarkan tulisan terdahulu, ROK punya sedikit kendala di setting burr-nya.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *