Teko Listrik dengan pengatur suhu dari Hario Buono

Perusahaan Hario Glass dari Jepang baru  akhir tahun 2016 baru saja merilis produk terbarunya berupa teko listrik yang masih menggunakan desain Hario Buono. Ada dua produk teko listrik yang mereka perkenalkan kepada publik, yakti tipe V60 Electric Kettle tanpa pengatur suhu, dan tipe EKVT 80 HSV yang dilengkapi dengan display digital untuk menentukan panas yang diperlukan. Artikel ini hanya akan membahas produk terakhir, sebuah teko listrik yang panasnya bisa diatur.

Seoul 2010. Sekitar tahun 2009 teko Hario Buono menjadi salah satu ikon yang tidak bisa dipisahkan dari demam pour over. Desain produk dengan garis-garis horizontal pada bagian badan teko serta pegangan berwarna hitam yang mengikuti lekuk teko menurut saya sudah merupakan pencapain seni kelas tinggi. Saya baru mendapatkan teko Buono saat bertandang ke kota Seoul, setahun kemudian dan saat itu tak lepas menikmati keindahan Buono.

Bonavita. Tapi keterbatasan Buono yang hanya bisa memanaskan air dengan kompor biasa atau induksi tanpa kehadiran indikator suhu membuat salah satu perusahaan, Bonavita, mengeluarkan produk yang akhirnya bisa menjawab kebutuhan para penyeduh kopi, suhu.

Bukan itu saja, Bonavita meperkenalkan 6 suhu variabel yang bisa dipilih dari mulai 60, 80, 85, 88, 96, dan 98 derajat Celsius, selain pengaturan suhu manual, sebuah fitur yang sebenarnya sudah terdapat produk termos seperti pada merek Zojirushi. 

Hario EKVT 80 HSV. Produk ini saya pinjam dari Hario Indonesia selama beberapa hari untuk sekedar mencoba bagaimana kemampuan teko listrik ini. Beberapa catatan untuk produk ini antara lain :

Ergonomis. Secara subjektif, dari sisi ergonomis, handle  atau pegangan Hario memang buat saya lebih nyaman dan mantap saat digunakan. Cuma sayang, spout atau ujung tempat keluaran air kurang lancip hingga pada saat awal menggunakan harus membiasakan terlebih dahulu agar air tak berlomba keluar. Jadi tak ada perubahan pada lebar spout dengan produk sebelumnya.

Display. Sangat terang yang menunjukan perubahan suhu dan bunyi “beep” pada saat panas yang diinginkan sudah tercapai. Tak ada bunyi lain saat tombol ditekan berulang kali untuk mengubah suhu. Selebihnya saya langsung mencoba teko ini.

Pengaturan suhu. Dua tombol dengan penunjuk atas dan bawah yang harus ditekan berulang kali setelah saya menyalakannya dengan menekan tombol “power”. Selanjutnya cuma menekan tombol Warm/Keep dan teko mulai bekerja memanaskan air. Selain perubahan 1 derajat, Buono juga memberikan kemudahan dengan perubahan suhu interval sebanyak 10 bila tombol ditekan terus.

Waktus seduh 6 menit. Kapasitasnya yang 800 ml tentu lebih dari cukup untuk keperluan menyeduh kopi dan Buono memerlukan waktu sekitar 6 menit untuk mencapai suhu 93 derajat dari air yang langsung dikeluarkan dari botol produsen air siap saji.

Kesan awal. Ini bukan kesimpulan akhir, tapi anggaplah sebagai pengantar bagi para pembaca yang tertarik untuk meminang alat ini. Jangan kaget bila harga teko ini dibanderol sekitar 3 jutaan kurang sedikit. Lebih mahal dari Bonavita atau Brewista yang saya gunakan sehari-hari di kantor dan rumah dengan harga terakhir sekitar 1,7 jutaan.

Lalu Buono hanya bisa mempertahankan suhu yang sudah dipilih dengan durasi singkat atau 15 menit saja dan bukan 60 menit seperti pada Bonavita dan Brewista,

Selain itu, tak ada program atau pengatur waktu (timer) agar teko bisa langsung digunakan saat Anda bangun tidur sebagaimana fitur  “auto start program” yang terdapat pada Brewista. Fitur favorit saya yang bisa langsung menyeduh kopi pada jam yang sudah ditentukan.

Tapi bila para pembaca yang kadung kepincut dengan desain produk Hario dan rela berkorban dengan absennya 2 fitur penting tersebut, silakan menyiapkan anggaran sebesar 3 jutaan untuk sebuah teko listrik ini.

 *  *  *

`

1 reply
  1. sutrisno
    sutrisno says:

    Finally tiba di Indonesia.
    Perlu segera kontak ke Hario untuk boyong produk ini nih.
    Sayang harganya jauh diatas bonavita

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *