lm3

Di usianya yang sudah lebih dari 80 tahun, jarang-jarang Pierro Bambi hadir di fasilitas produksi La Marzocco yang kemudian mengundang saya untuk sejenak berbincang di ruang pribadinya. Pierro adalah salah seorang penerus perusahaan pembuat mesin espresso La Marzocco yang berlokasi di “kecamatan” Scarperia, sebuah wilayah di Tuscany, Florence. Wajahnya tak pernah lepas dari senyum, berbicara dengan halus sambil mengenggam erat tangan saya serta megucapkan selamat datang di keluarga besar La Marzocco. La Famiglia, atau keluarga sebuah kata yang nantinya seringkali saya dengar disebutkan oleh hampir semua karyawan selama dua hari berada di fasilitas produksi mereka.

cat

Bologna – Florence. Pesawat Boeing 777 Emirates yang bertolak dari Dubai mendarat dengan mulus pada jam 2 waktu setempat di bandara Guglielmo Marconi, kota Bologna setelah menempuh perjalanan hampir 6 jam dari Dubai. Akhirnya untuk pertama kalinya, kaki saya menginjak bumi Eropa setelah hampir 16 tahun lalu hanya bisa mampir ke toilet di bandara Frankfurt, Jerman dalam sebuah perjalanan dinas.

Pemeriksaan imigrasi berlangsung cepat tanpa ada tanya jawab apapun dengan petugas yang langsung menempelkan cap tanggal kedatangan di paspor saya. Setelah mengambil koper, saya langsung ditemui penjemput yang akan mengantarkan saya ke kota Florence. Perjalanan Bologna-Florence ditempuh kurang dari 45 menit dengan pemandangan bukit hijau, kebun zaitun dan anggur serta rumah-rumah yang mayoritas bertingkat dengan warna krem atau kuning. Senada.

Walau diterpa suhu menyengat pada musim panas di kisaran 40 derajat celsius, tapi syahdu nian selama perjalanan, apalagi sambil diiringi lagu Non Ti Scondar Di mei, salah satu Canzone Napoletana yang terkenal atau lagu dengan dialek Neapolitan, kawasan Italia bagian Selatan.

lm8

La Marzocco, Scarperia. Di bawah sinar matahari panas dan indahnya langit Tuscany, sebuah bangunan persegi panjang berwarna krem sudah terlihat dari beberapa ratus meter saat mobil mulai memasuki lokasi semacam komplek industri. Tulisan “la marzocco” menjadi penanda yang terpasang pada gedung tersebut setelah 30 menit perjalanan dengan menggunakan mobil dari hotel San Gallo, Florence ke Scarperia.

Oh ya, lebar jalan yang dilalui selama perjalanan tidaklah terlalu besar dan hanya cukup untuk dua mobil ukuran sedang. Jadi perlu keahlian seorang supir yang sudah berpengalaman untuk melakukan berbagai manuver yang membuat tangan saya berpegangan erat pada pegangan pintu.     

lm9

Singa perkasa Donatello. Ettero Scagliola, bagian layanan purna jual internasional menyambut saya dengan hangat di ruang resepsionis dan langsung mengajak ke ruang pamer dan kantor La Marzocco yang terletak di lantai atas.

Sebuah ruangan dengan luas sekitar 100 meter berlantai keramik merah bata merupakan sebagian besar sejarah perusahaan yang berdiri sejak tahu 1927 yang dulunya bernama l’Occicina Fratelli Bambi dan mesin yang pertama kali diproduksi dinamakan La Marzocco.

Sejak awal, mesin espresso ini sudah menggunakan lambang seekor singa yang juga merupakan simbol kota Florence (dipahat oleh perupa Donatello atas permintaan pemerintahan Republik Fiorentina di abad ke-14).

Saya melihat jajaran mesin espresso yang sebagian besar masih menggunakan sistem piston atau tuas untuk mengalirkan tekanan pada group head. Selama kurang lebih 12 tahun La Marzocco menggunakan sistem boiler yang dipasang secara vertikal, sebelum pada tahun 1939 mereka mematenkan kedudukan horizontal yang digunakan hingga saat ini.

lm12

GS 3 dan Linea Mini. Saya diajak memasuki ruang produksi yang harus melalui ruang R&D yang tertutup rapat serta tak satupun orang boleh memasuki tempat ini apalagi mengambil foto. La Marzocco membagi dua bagian ruang produksi, satu gedung khusus untuk GS3 dan Linea Mini, sedangkan bangunan lainnya tempat dimana mesin Strada dan tipe di bawahnya dirakit.

Pada ruang perakitan mesin GS3 dan Linea Mini saya melihat bahwa mayoritas para pekerja adalah perempuan yang dengan penuh konsentrasi mengerjakan satu bagian khusus yang ditugaskan oleh kepala produksi. Satu hal yang menarik bahwa semua karyawan di La Marzocco akan mendapatkan giliran untuk merasakan bekerja di ruang produksi, termasuk para staf di belakang meja.

GS3 dan Linea Mini adalah dua tipe mesin espresso dari La Marzocco yang ditujukan untuk keperluan bisnis skala kecil, walau banyak juga diminati oleh para peminat seperti kalangan home barista. Mesin sekecil ini dijejali oleh berbagai komponen dan sensor untuk meregulasi tekanan dan suhu yang hampir kesemua proses dilakukan dengan tangan.

lm11

Pembuatan Boiler. Tapi pengerjaan tahap paling awal adalah pemotongan bahan baku untuk boiler yang menggunakan material stainless. Operator mengoperasikan mesin Shark 281 SX1 yang pisaunya berputar dengan kecepatan tinggi pada pipa stainless yang dipotong seusai dengan spesifikasi masing-masing mesin espresso.

Mesin bor Shermac mengambil alih boiler yang sudah dipotong, kemudian melubangi di beberapa bagian yang oleh operator berikutnya akan dilakukan pengelasan. Barulah bagian kontrol kualitas akan menguji kekuatan boiler serta melihat jika ada kebocoran melalui tes hidrolik. Bila lulus, boiler siap masuk ruang produksi untuk dipasang pada mesin espresso.

lm14

Chris Salierno. Pada hari kedua, saya didampingi oleh Andrea Curtarelli, dengan jabatan sebagai Export Area Manager Middle East, India and Far East Asia. Di sebuah ruangan saya mendengarkan presentasinya tentang dedikasi para karyawan La Marzocco sejak perusahaan ini berdiri hampir 9 dekade lalu.

Andrea juga berbicara panjang lebar tentang perbedaan berbagai tipe mesin La Marzocco dan menjawab panjang lebar pertanyaan saya, misalnya  tentang penggunaan gear pump yang hanya digunakan pada mesin Strada dan keingintahuan saya tentang produk terbaru mereka, La Curva.

Dari kota Milan melalui sambungan Skype, Chris Salierno, Direktur Marketing kembali menegaskan 4 nilai utama di perusahaan ini yakni : SDM, teknologi, heritage, dan desain.

chris-salierno

La Curva. Mesin yang menggunakan sistem tuas ini sudah diperkenalkan kepada publik di kota Milan akhir tahun lalu, sebuah terobosan terbaru dari La Marzocco yang menurut Andrea ditujukan untuk mengakomodasi permintaan para penggemar mesin yang berbasikan lever.

Kini bagian R&D masih melakukan berbagai penyempurnaan pada sebuah ruang tertutup yang tak boleh dimasuki oleh siapapun. Tapi atas ijin mereka, saya diajak ke ruang rahasia tersebut dan diperkenalkan dengan para insinyur perancang mesin yang tengah mengelilingi meisn tersebut.

Dengan senang hati mereka menjelaskan secara singkat beberapa penyempurnaan yang tengah dilakukan pada mesin yang sekilas seperti sebuah robot. La Marzocco menjejalkan berbagai teknologi terbaik pada mesin yang bila lulus uji akan segera dipasarkan akhir tahun depan, dan mungkin akan sampai ke Indonesia di tahun 2018.

Sesuai dengan kesepakatan, saya tentu tak bisa mengambil foto apalagi menjelaskan detai mesin tersebut di sini. Tapi secara desain dan teknologi, La Curva adalah mesin yang kembali menegaskan komiment La Marzocco akan 4 nilai yang dianutnya sebagaimana yang disebutkan oleh Chris Salierno. 

lm15

Epilogue. Di hari terakhir saya berkeliling di kota Florence sambil menapaktilasi jejak era keemasan Eropa di jaman Renaissance saat ilmu pengetahuan dan artistry berkembang luar biasa pesatnya. Ke manapun mata memandang ruh renaissance masih begitu terasa. Dari keindahan replika patung David maha karya Michelangelo di depan Piazza della Signoria, kemegahan Basilika Santa Maria del Fiore, hingga di Palazzo Pitti tempat  saat saya menonton opera Il Barbiere di Siviglia.

La Marzocco adalah produk renaissance mesin espresso jaman kini saat seratusan karyawannya berbangga menyebut mereka sebagai La Famiglia, dari sebuah perusahaan yang akan mencapai usia satu abad di tahun 2027 nanti.

 *  *  *

 

lm4

5 replies
  1. yan
    yan says:

    Ulasan yang sangat menarik Kang Tony, suatu kesempatan & kehormatan yang istimewa bisa meliput ke 2 tempat bergengsi La Marzocco & Mahlkonik … dilanjut Kang…

    Reply
  2. Andreas
    Andreas says:

    Congrats untuk cikopi.com … untuk 2 artikel terakhir, yaitu La Marzocco & Malhkonig, sebuah pencapaian prestasi yang membanggakan dengan bisa meliput 2 “raksasa” gear perkopian … mantab kang Toni W !!!

    Semoga industri perkopian Indonesia semakin maju juga ….

    Reply
  3. Bayu Wardoyo
    Bayu Wardoyo says:

    liputan yang sangat menarik ala cikopi (seperti yang sudah-sudah). asik banget kang, sayang kemarin aku cuman sempet mampir toko besar bialetti waktu di florence. itu aja udah seneng banget. kebayang kayak apa senengnya kang toni ya? hehehe.. salam kang & selalu ditunggu liputannya.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *