Ombe Kofie

ombe2

Semua tempat duduk hampir terisi penuh di Ombe Kofie kawasan Pluit, pun di bagian luar dan saya harus menunggu hingga ada tempat kosong. Di bagian bar, pria separuh baya, Jason Leo, 53 bersama sang istri yang setia menemaninya, Wiwid, 53, bukan hanya sibuk menyiapkan pesanan yang terus datang, ia sibuk menyapa setiap tamu yang datang. Mengesankan karena hampir semua yang datang mereka kenal dan diberikan sapaan hangat.  

ombe6

Ombe Kofie itu bagaikan sebuah hotel berbintang yang punya catatan detail tentang kesukaan dan kebiasaan para pelanggannya, hingga bila mereka datang disapa dengan namanya. Tapi di Ombe ada hal yang jarang ditemukan, kehangatan. Buat saya. inilah neigborhood cafe yang sesungguhnya.

Sebelum mendirikan Obe Kofie, Jason Leo, adalah seorang penggemar petualangan dengan berbagai jenis sepeda, salah satu hobi yang terpaksa ia harus tunda dulu.  Sementara ini dengan  terpaksa ia menggantungkan dulu helm sepedanya di pinggir mesin espresso.

ombe4

Lalu bagaimana ceritanya bisa terperangkap hingga mendirikan Ombe ? Mulai belajar kopi secara serius di salah satu tempat di Jakarta dengan spesialisasi seorang Barista. Niat untuk mendirikan Ombe lalu mulai dirintis dan Jason yang punya prinsip bahwa selain kopi yang harus baik, juga harus ditunjang dengan peralatan yang bisa ia percayai realibilitasnya. “I want make a good cofffe !” kata Jason.

Jadilah sederet peralatan mesin espresso dari la Marzocco tipe Strade EP dan grinder Mahlkonig yang kini menjadi motor di Ombe yang tempatnya ia permak sendiri dengan sedikit bantuan seorang desainer interior.

Tak semuanya lançar apalagi banyak yang mengingatkan jika kawasan Pluit bukanlah tempat yang sesuai untuk sebuah cafe seperti yang diinginkan Jason. Tak bergeming, dan Jason sudah yakin dengan apa yang akan ia lakukan dan ia membuka Ombe, let’s see what happen” dan hari Kamis, tanggal 12 Maret 2015 adalah hari bersejarah buat pasangan ini karena Ombe resmi dibuka untuk umum.

ombe7

Rencana awalnya hari Minggu tidak akan buka, tapi salah seorang teman dekatnya menanyakan bila ia dan teman-temannya bisa mampir di hari itu. Sebuah keputusan yang membuatnya harus pontang panting hingga jam 19 karena tamu tak berkesudahan datang.

Sejak saat itulah Ombe tak pernah menutup pintunya selama seminggu penuh, walau buka dari jam 8 hingga 17.45, kecuali hari libur buka jam 10. Kini Ombe mulai menanjak dan hal yang normal bila pelanggannya sudah menunggu dengan sabar sebelum Ombe membuka pintunya.

ombe3

Tanpa mengesampingkan kopi lokal yang ia pilih dengan seksama, Anda bisa menikmati beberapa varian kopi luar negeri yang ia import langsung dari Singapura.

Ombe sudah memberikan kejutan di mana sebuah tempat kecil di Pluit berhasil menempatkan posisinya sebagai salah satu rujukan utama untuk Anda yang ingin suasana cafe yang lebih engaged dengan sapaan hangat Jason dan Wiwid.

 *  *  *

Alamat :  Jalan Pluit Sakti No. 117, Jakarta (sebelah Apotik Putri)

11 replies
  1. Tity
    Tity says:

    Selamat siang pak jason,

    Saya ada penawaran kerjasama dengan ombe koffie..kapan kita bisa bertemu pak untuk diskusikan hal ini? Atau boleh saya minta contact bapak?

    Thanks & regards,
    Tity

    Reply
  2. Suryanto
    Suryanto says:

    Saya sudah mencoba kopi disini dan betul, rasanya enak juga pemiliknya sangat hangat dan akrab dengan pengunjung. Kebetulan saya sudah kenal sebelumnya dengan Om Jason hanya sudah lama tidak bersua. Sukses terus untuk Ombe Kofie nya, Om!

    Reply
  3. Jason Leo
    Jason Leo says:

    Pak Toni, thank you so much and very honor for drop by to our small coffee shop. Semoga bisa bertemu lagi lebih sering dan sekali lagi terimakasih.

    Reply
    • satriaKU
      satriaKU says:

      halo boss Jason,

      selamat ya dan laku terus jualannya
      apalagi bangku kerajaan dari tower 2 lt.27 terpasang di OMBE

      salam.

      Reply
  4. Rudy Ersan
    Rudy Ersan says:

    Brabo Ombe Kofie.Sukses Selalu Buat Brother Jason dan Sister Wiwid.Berkat
    Senantiasa Selalu Hadir dan Mari Berbuat buat orang banyak melalui Secangkir Kopi .Tuhan Memberkati

    Reply
  5. ngopimedan
    ngopimedan says:

    Nggak banyak memang coffeeshop dengan kehangatan seperti Ombe kofie, dan seperti yang sering saya lihat, coffee shop yang bisa seperti ini biasanya berukuran tidak terlalu besar dan dikelola langsung oleh si empunya, setiap hari. Salut buat om Jason dan semoga bisa terus sukses dengan Ombe kofie nya.

    Kang Toni kapan buat seperti ini? hehehehe

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *