Cold Drip Buatan Bandung

P1

Air apa yang Anda gunakan untuk alat cold drip ? air es, es batu, atau suhu ruang ? Biarlah hal tersebut bisa kita diskusikan di lain waktu. Tapi sebuah perusahaan di kota Bandung yang salah satunya memproduksi alat-alat untuk laboratorium kimia kini mulai mencoba membuat seperangkat Cold Drip yang salah satu prototipnya dikirimkan ke kantor saya. Tertarik ?

p2

Nama perusahaan tersebut bernama Pudak Scientifik, produsen alat-alat peraga pendidikan yang sudah berusia hampir empat dekade, beralamat di jalan Pudak, Bandung. Melalui surat elektronik, Ronald Malone dari Pudak mencoba memperkenalkan produksi perusahaan mereka ke publik kopi khususnya di Indonesia dan saya berkesempatan untuk mencoba alat ini beberapa hari yang lalu.

Konstruksi

Kiriman tiba dengan kardus coklat dengan berbagai lapisan pelindung agar material kacanya terhindar dari benturan. Terdiri dari empat bagian yakni dua buah “chamber”, satu tabung untuk mengatur keluaran air, dan tabung kedua untuk tempat kopi. Kesemuanya dirangkai menjadi satu pada rangka kayu yang diplitur berwarna merah maroon tanpa mengesampingkan sisi artistiknya.

pa

Sebuah keran stainless terpasang di bagian ujung pada salah satu tabung yang merupakan komponen penting untuk mengatur keluaran air yang bisa dibuka tutup dengan sudut 45 derajat.

Di dalam tabung untuk kopi, Pudak membuat sebuah filter yang terbuat dari kaca dengan lubang halus sekaligus sebagai fondasi agar kopi tetap lolos ke bawah.

Dari sisi kualitas, dengan pengalaman panjangnya, perusahaan ini sanggup membuat sebuah produk yang layak bersaing, pun dengan buatan dari luar negri. Setiap ukuran pada masing-masing komponen sudah diperhitungkan dengan presisi hingga tak ada satu bagian yang bisa bergeser, semuanya terpasang kokoh pada tempatnya masing-masing.

flow

Mencoba Cold Drip

Pada dasarnya cold drip merupakan kutub yang bersebrangan dengan cara seduh mainstream yang menggunakan air panas di mana sesuai istilahnya, alat ini hanya menggunakan air dingin atau suhu ruang. Karena air dingin memerlukan waktu lama untuk menarik sebanyak mungkin komponen kimiawi yang terdapat pada kopi, makanya waktu memegang peranan penting.

Berapa waktu ideal ? saya belum menemukan angka ajaib dan belum lagi ditambah faktor kopi yang digunakan, dan selama ini masih mencoba-coba dalam do it yourself project.  Paling lama 24 jam, 18, dan untuk alat ini saya mencoba 8 jam.

Sebelumnya, alat ini harus dipasang sesuai dengan petunjuk yang sudah diberikan dan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tak sulit tentunya dan hanya kurang dari lima menit Cold Drip buatan Bandung ini sudah berdiri tegak dan siap untuk digunakan.

p5

p4

Saya sudah menimbang dengan seksama dan bisa memastikan bila tabung untuk kopi hanya bisa memuat untuk 50 gram kopi. Sedangkan tempat air kapasitas maksimalnya adalah 600 ml, jadi silakan gunakan rasio yang kopi dan air yang akan digunakan sesuai selera. Untuk grind size at ukuran partikel kopi sedikit lebih kasar (sekitar angka 4 di grinder Latina).

Sesekali mencoba menggunakan air es dan memasangnya dengan posisi terbalik atau dipertemukan dengan tabung di bawahnya. Putar keran perlahan hingga air menetes perlahan, biasanya sekitar 30 drip per menit, angka yang biasa saya gunakan semata mudah diingat. Selanjutnya menunggu dengan sabar selama beberapa jam ke depan.

Nah, kadang-kadang, posisi keran harus disesuaikan kembali saat melihat tetesan air sedikit tersendat atau malah mogok. Saya tidak tahu mengapa ini terjadi, mungkin dari segi tekanan air yang berlebih atau desain chamber dan tabung. Tapi setelah sedikit digoyang, semuanya kembali lancar. Ah mungkin saya yang sedikit keliru memasang kedua tabung.

p10

Keesokan paginya proses cold brew sudah selesai, walau saya tak begitu memperhatikan berapa lama waktu yang dihabiskan, tapi perkiraan antara 6 hingga 8 jam.

Walau biasanya agak skeptis dengan hasil cold brew buatan sendiri berdasarkan pengalaman terdahulu, tapi untuk kali ini saya menyimpan baik-baik hasilnya di lemari es untuk bisa dinikmati kembali. Walau sedikit terlalu kuat rasanya hingga bongkahan es diperbantukan dan begitulah kira-kira hasil percobaan malam tadi.

p7

Penutup

Tidaka da keluhan berarti dalam menggunakan alat buatan Bandung ini dan bisa berfungsi sebagaimana alat sejenis yang pernah saya coba. Buat saya tentunya menggembirakan bila perusahaan lokal seperti Pudak bisa berbagi keahliannya dalam memproduksi alat kopi seperti Cold Drip buatan lokal dengan kualitas yang sangat baik.

Bila Anda tertarik, silakan menghubungi Ronald Malone di Pudak Scientic, telepon (022) 723 1046 untuk penjelasan yang lebih detail berikut harga yang sangat kompetitif tentunya.

 *  *  *

p6

p8

p9

p11

p12

12 replies
  1. Nurjanah
    Nurjanah says:

    Sy Nana krj diarisan kafe Barista Ato pantry ditmpt sy krj ada alat cold Drip tpi Pecah bagian tmpt Kopi n Flow Rate nya ato tmpt pegaturan Airnya apa BS sy bli alat Itu Saja n brp harganya

    Reply
  2. Romy
    Romy says:

    Mantab. Semoga industri alat kopi buatan Indonesia makin maju.
    Saya kemarin lihat cold dripper buatan Bandung ini ada di Maxx Coffee Karawaci.

    Reply
  3. Joglo ki penjawi
    Joglo ki penjawi says:

    Cold drip buatan PUDAK scientific sudah kami coba di resto n coffee house joglo ki penjawi….nikmat sekali kopi dgn proses dingin…rasa asli pahit kopi siiip..kebetulan kami menggunakan kopi ill tuo zicafe…rasanya sangat beda dgn sistim brewed …sukses mas tony…sukses juga buat pudak….

    Reply
  4. tri wahyu
    tri wahyu says:

    Akhirnya ada produsen alat kopi lokal yang bisa membuat cold drip tower. Ini bukti bahwa produk dalam negeri tidak kalah dari produk luar. Hari senin besok saya coba telepon ke bandung. Thanks infonya.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *