woot coffee

Saat usia saya 24 tahun rasanya belum banyak yang bisa diperbuat, tapi pada umur yang sama Isman Ramadhan bersama dua rekan sejawatnya, Debbie dan Roderick, sudah menjadikan Woot Coffee & Mates sebagai salah satu coffee shop yang mungkin satu-satunya memadukan dengan . . . martabak !

woot1

Woot = ekspresi kegembiraan

Kontainer dengan tulisan “Martabak Boss” dengan cat kuning cerah berada tepat di pintu masuk Woot, di mana Anda bisa memesan martabak manis atau asin sebelum masuk ke coffee shop.

Pemesanan kopi dilakukan di bar bagian bawah sebelum pengunjung dipersilakan naik ke lantai atas untuk memilih tempat duduk. Saat di atas, pemandangan yang paling mencolok tentu saja mural berupa lukisan yang menggambarkan suasana sebuah bar dengan tokoh artifisial berupa serigala yang bersifat nocturnal tengah menikmati kehidupan malam.

Jika saya menyebut Martabak, bukan artinya tak akan ada menu lain di Woot, karena bulan depan mereka sudah menyiapkan beberapa sajian untuk teman secangkir kopi yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

woot5

Kopi di Woot

Saya sudah mengenal Isman cukup lama, pria yang kini rajin bersepeda serta pertama kali jatuh hati saat melihat keindahn latte art. Pengalaman bekerja di berbagai coffee shop di Jakarta hingga menjadi praktisi  PR sudah ia lakoni termasuk menjadi pengajar di ABCD Pasar Santa. Bersama rekannya ia berani menerima tawaran untuk menyiapkan konsep yang akan menjadi representasi Woot Coffee.

Sejak awal penyusunan konsep, Isman dan kedua rekannya berusaha untuk membuat produk yang punya karakteristik berbeda dengan coffee shop lainnya. Demikian juga dengan pemilihan kopi yang dilakukan melalui kerjasama roaster yang mereka pilih untuk memenuhi kriteria rasa kopi yang diinginkan.

Anda bisa menikmati kopi Bali Kintamani atau Malabar yang bisa disajikan dengan filter lalu padukan dengan martabak manis “greean tea ovamaltine” sebuah coffee pairing yang hanya bisa ditemukan di sini. Pun, bila tak terbiasa menikmati kopi hitam, pilihan Latte atau Cappuccino disajikan tanpa cela.

Jadi bila logo mereka berupa wajah kartun dengan ekspresi kebahagiaan sambil mengucapkan “woot-woot” rasanya itulah makna yang terkandung dan harapan yang akan didapatkan di Woot Coffee.

woot6

Akhirnya, saya hanya ingin mengulang kata-kata yang diungkapkan oleh penyair Palestina, Naomi Shihab saat dengan indah ia mengungkap tradisi kopi Arab, “there is this, there is more”, karena tak akan pernah ada kata cukup saat Anda menikmati kopi, apalagi bersanding dengan sajian pendamping yang tepat sebagaimana yang saya alami di Woot Coffee.

Semoga pengalaman itu Anda bisa dapatkan juga di tempat ini, sebagaimana yang sudah saya alami malam tadi.

 *  *  *

woot4

woot11

woot7

woot8

Alamat : Jl. Gunawarman 75, Jakarta Selatan
Buka : Setiap hari, jam 10 – 22
Instagram : @wootcoffee

 

3 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *