af

Pada saat artikel ini diturunkan, Festival Kopi yang berlangsung selama dua hari, tanggal 23-24 Agustus di Lotte Shopping Avenue, Jakarta baru saja berakhir. Bagi Anda yang belum sempat menyaksikan secara langsung acara tersebut, saya berikan sedikit laporan tentang kegiatan ini.

A Festival About Coffee diselenggarakan oleh agensi media digital Percolate Galactic yang sekaligus menjadi rekanan Koperasi Klasik Beans, sebuah perkebunan kopi di kawasan Jawa Barat. Berlangsung di sebuah mall Jakarta Selatan dan terbuka untuk para pecinta kopi dan kalngan umum.

Di samping beberapa pop-up cafe yang meramaikan acara, salah satu greget acara ini adalah pemuataran film yang berjudul “A Film About Coffee’ yang bergenre dokumenter dan disutradarai oleh Brandon Loper yang berkebangsaan Amerika.

 

Film

Film yang berdurasi 67 menit ini merajut sebuah hubungan tak terpisahkan antara petani kopi di Rwanda dan Honduras dengan kedai kopi di San Francisco, New York, Los Angeles, Portland, Seattle, hingga Tokyo dalam bingkat perjalanan kopi spesial.

Loper juga membawa penonton untuk mengenal dua petani dari Honduras dan Rwanda yang “mengantar” kopi terbaik yang bisa mereka hasilkan melalui sebuah mekanisme “Direct Trade” ke konsumen khususnya di Amerika.

Diproduksi dalam rentang waktu selama 3 tahun, A Film About Coffee pada intinya adalah adalah sebuah narasi akan perjalanan panjang dan kompleksitas kopi spesial dengan mewawancarai para pelaku utama di industri ini.

Banyak adegan yang menarik antara lain saat satu keluarga petani Honduras diundang secara langsung ke Blue Bottle di San Francisco dan untuk pertama kali mencicipi hasil kopi mereka. Rasa heran, terdiam, dan mimik muka yang kemudian berubah menjadi senyum lebar sudah cukup mengartikulasikan kesan akan kopi yang mereka produksi sendiri.

Adegan epik lain adalah Katsuji Daibo yang sepuh sedang menyajikan kopi dengan metode dripper dalam sebuah gerakan ritual yang begitu indah kepada para pengunjung. Walau sejak Desember 2013 ia sudah pensiun, Daibo sudah menjadikan tempatnya yang beralamat di distrik Ometesando, Tokyo, bagaikan monumen penting sejarah kopi di Jepang.

af2

Pop-Up

Rasio seduh kopi 10 gram per 150 gram air adalah nama yang kemudian dikenal dengan 1/15 Coffee, salah satu peserta kedai kopi spesial di Jakarta dan hadir dalam perhelatan ini. Selain itu ada Anomali, Black Alchemy, serta Morph Coffee roastery.

Sedangkan untuk petani kopi hanya ada satu wakil saja yakni Koperasi Klasik Beans yang terlihat menjual biji kopi mentah dari perkebunan mereka di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Toffin Product yang juga ikut meramaikan acara ini hadir dengan produk terbaru mereka yaitu mesin espresso Victoria Arduino terbaru Va388 Black Eagle, berikut penggiling kopi Mythos dari perusahaan yang sama.

Di bagian tai show, ada cupping, latte art, dan tentu saja pengalaman Klinik Kopi yang dibawakan oleh rekan saya Pepeng tentang petualangan yang tak pernah habis untuk diceritakan. Pepeng juga aktif dalam program pemdampingan petani kopi di kawasan kaki gunung Merapi.

af3

Secara keseluruhan acara mendapatkan sambutan baik dari para pecinta kopi maupun kalangan umum yang hadir di Lottee Shoping Avenue selama dua hari kemarin. Apapun bentuk kegiatannya, acara ini saya apresiasi dan diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan informasi akan makna kopi spesial, peran petani, dan orang-orang yang berada di ujung tombak industri kopi di Indonesia.

*  *  *

af4

black

 

 

 

6 replies
  1. bubutsejahtera
    bubutsejahtera says:

    OOT…
    baca artikel ini langsung penasaran buka site afilmaboutcoffee.com, eh pas mau puter trailer nya langsung diblock si internet positif. emang kopi nya pada pake bikini di film nya kang toni? 😛

    Seperti biasa, tahulah tetangga sebelah sering nge-block situs “lucu”

  2. Djohan
    Djohan says:

    Nice review and amazing work, Pak Toni…As always.

    It’s really glad to have somebody as passionate as you to document each coffee happening in Indonesia, so that those who missed the event can still grab the essence.

  3. Adriaan
    Adriaan says:

    Sepi ya Om, ga begitu ramai Acaranya. Sosialisasinya terlalu meet dengan jadwal pelaksanaan jadi Banyak Dari mereka pelaku kopi tidak bisa hadir…

    But still salute for Kopi lokal !!!

  4. Lulu
    Lulu says:

    Halo, kang Toni. Interesting article, as usual. Saya jadi bertanya-tanya.. gimana sih sebetulnya, hubungan antara petani (melalui koperasi, mungkin) dg SCAI? dalam hal scoring kopi, misalnya. Apakah petani mengetahui bahwa biji kopi yg dipanen, masuk kategori spesial?
    Pengen dateng tapi berhalangan euy hehehe

    Hi Lulu, long time 🙂
    Kategori kopi spesial bisa dilakukan dnegan pengujian cita rasa dengan skor atau angka cupping lebih dari 80 ke atas. Moga2 saya gak salah.

Comments are closed.