San Francisco : Sightglass Coffee

sightglass coffee

“Blitzkrieg Bop” dari kelompok Musik Punk Rock dari Amerika, Ramones, sedang diputar melalui piringan hitam di sudut bar kopi saat saya memasuki Sightglass Coffee yang berlokasi di 270 7th Street, kawasan SOMA, San Francisco. Sabtu kemarin adalah hari terakhir saya dari total tiga hari yang saya habiskan untuk keperluan kantor. Saatnya menjelajah kota ini ini yang cuacanya sering bertingkah aneh, apalagi kalau bukan untuk menemukan kehangatan di secangkir kopi.

sightglass coffee

Ya cuaca kadang bertingkah sedikit nyeleneh di kota San Francisco terutama kawasan Bay Area, saat sinar matahari terang benderang dengan langit biru tapi saya menggigil kedinginan di suhu 10 hingga 13 derajat. Siapkan selalu dua lapis pakaian, itu tips praktis yang selalu saya dengar dari kolega kantor dan acara ramalan cuaca di TV lokal menjadi hal wajib untuk diperhatikan agar tidak salah memilih kostum.

sg6

Baiklah, kembali ke Sightglass Coffee, sebuah ruangan yang bergaya industrial warehouse dengan rangka kayu yang dibiarkan terekspos terutama di bagian atapnya. Terdiri dari ruangan dengan lebar kira-kira 10 meter dan panjang 15 meter dan lantai yang disemen halus.

sightglass coffee

Di bagian depan. terdapat tempat untuk memarkir sepeda yang diletakan secara vertikal. Sebuah catatan kecil tentang kebijakan kedai kopi ini yang memperbolehkan membawa binatang piaaraan selama tidak di bawa ke dalam ruangan bar. Saya melihat anjing jenis Pug yang begitu setia menunggu pemiliknya yang sedang menikmati kopi. Ah rasanya saya belum pernah mendengar sebuah coffee shop di Jakarta yang memperbolehkan pengunjung membawa binatang kesayangannya. “We love animal” begitu pesan yang tertulis dalam secarik kertas yang tertempel di pintu masuk.

Pengunjung didominasi para techno geek dengan laptop seakan tak hirau dengan suasana sekitar karena  tenggelam bekerja terutama berada di lantai dua. Di bawah jantung operasional berupa bar kopi dengan dua mesin espresso dan satu slow bar untuk manual brewing. Para Barista sibuk melayani pesanan yang tak pernah berhenti walau antrian tak begitu panjang. Sesekali mereka memutar piringan hitam ke sisi berikutnya dan musik punk rock dengan tempo yang cepat, lirik frontal,  seakan menjadi statement Sightglass Coffee. 

sight glass coffee san francisco

Sedangkan mesin roaster ditempatkan di bagian terdepan agar bisa terlihat oleh siapapun walau tak ada kegiatan gongseng kopi saat itu. Sightglass melakukan pembelian langsung ke perkebunan kopi di Afrika (Rwanda, Kenya, Ethiopia), Amerika Latin (Colombia, Ekuador, Guatemala, Peru,) dan beberapa negara lainnya.

Tentu saja pengunjung bisa membeli 200 gram kopi yang baru di roasting satu atau dua hari sebagaimana yang saya lihat di rak-rak mereka. Saya langsung memesan secangkir kopi dan melihat daftar menu yang sangat ringkas. Ada “Owl Howl Espresso” kopi jagoan di sini untuk machiatto, latte, cappuccino, dan cold brew.  Tentu saja ada seduh dengan Hario V60 dan mereka menyebutnya sebagai “Individually Prepared Coffees”. Menu yang sangat sederhana dan jangan harap menemukan perasa buatan di sini.

sg8

Barista di Sightglass dengan ramah memberikan rekomendasi kepada siapapun termasuk kepada saya untuk mencoba kopi termasuk saat ia menyarankan untuk mencoba kopi dari Kawamaruru, Kenya dengan catatan cita rasa sebagaimana yang tercantum dalam menunya : black currant, blackberry, dan orange peel.Membayar 4 dolar untuk 220 ml dan menyebutkan nama dan dipersilakan menunggu di balik bar.

Dengan gaya hipster seorang Barista perempuan menyiapkan kopi yang saya pesan dan menggiling kopi yang sudah ditimbang dengan Mahlkonig tipe EK43, grinder kelas berat yang sekarang sudah mulai banyak digunakan termasuk di Jakarta.  Setelah siap, kopi saya segera bawa keluar untuk menikmati udara dingin San Francisco walau hanya di pinggir jalan yang didominasi langit biru dan matahari cerah. Menggengam cangkir yang panas dan angin semilir dan suhu yang semakin dingin, semoga Anda bisa membayangkan suasana saat itu.

sg5

Saya tak bisa berlama-lama di Sightglass dan harus berburu waktu menuju lokasi selanjutnya menjelang empat jam keberangkatan ke airport. Sightglass selalu direkomendasikan oleh banyak kolega kantor saya dna rasanya tak salah menjadikan tempat ini salah satu tempat yang hukumnya wajib dikunjungi bila Anda berkesempatan ke kota yang cuacanya kadang membuat senewen ini.

Twitter : @Sightglass

*  *  *

3 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *