bhis1

Keberadaan sebuah mesin roasting di cafe akan semakin menjadi sebuah keniscayaan dan fenomena ini sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Sebelumnya sebagian para pemilik cafe dan calon roaster harus berhadapan dengan kendala harga yang relatif tinggi. Terlebih  bila mesinnya harus diimpor dan harus dikenai pajak serta ongkos kirim yang membuat harganya menjadi tidak ekonomis. 

BACK

Tapi untunglah perusahaan lokal seperti Froco terus mengembangkan mesin roasting buatan dalam negeri yang kualitasnya bersaing sebagaimana produk anyar mereka yang berkapasitas satu kilogram dengan varian Bhisma tipe RFS1.

Saya yakin sebagian besar pembaca sudah mengenal Christian Heryanto (33), pria kelahiran Tangerang yang kini terus mengembangkan produksi mesin roasting untuk para pemik kedai kopi. Ia selalu mengatakan kepada saya bahwa menyangrai kopi itu tidak sesulit apa yang sering dibayangkan sebagian orang. “Anyone can roast” adalah hal yang ingin diyakinkan oleh Christian kepada semua orang termasuk para pemula sekalipun.

Contohnya pada mesin ini ini ia mengakomodasi para calon roaster untuk memulai dengan mode otomatis terlebih dahulu. Selanjutnya biarkan mesin mengambil alih pengaturan panas dengan memainkan dua burner yang terdapat di bawah drum mesin yang berseri FRS1 ini. Pengguna hanya tinggal memperhatikan warna biji kopi sesuai dengan baik “light” maupun untuk “dark roast”. Bila dirasa sudah sesuai, tinggal menghentikan proses roasting dengan membuka pintu pada panel depan.

Itulah yang malam kemarin kami lakukan di Getback Coffee sesuai dengan permintaan saya untuk memulai dengan cara gampang terlebih dahulu, mode semi automatis. Hal pertama yang harus dilakukan hanyalah mengatur suhu awal, misalnya 200 derajat sebagai suhu maksimal yang diperbolehkan pada PID. Pada saat suhu sudah mencapai 180, kopi mulai di sangrai, dan suhu terlihat turun hingga ke 140 derajat.

temp

Mengapa kami mulai pada 180 derajat ? Tak ada alasan khusus tentunya, tapi biasanya suhu itulah yang sering saya pilih jika menggunakan mesin roasting 7 jutaan buatan William Edison. Dan mesin yang diberi nama Bhisma hanya memerlukan  waktu sekitar 6 menit lebih saat warna kopi sudah dirasa cukup sesuai dan kami langsung mengeluarkannya. Selanjutnya panas biji kopi dihisap melalui motor berdaya listrik 85 wat dan tak perlu waktu lama, kopi sudah mulai bisa dipegang di menit kedua.

Pada mode semi auto ini, Bhisma secara pintar mengatur suhu sedemikian rupa dengan memainkan dua burner dan tidak akan melebihi suhu yang sudah diatur pada PID (proportional-integral-derivative). Cara mudah ini tentu bisa di kembalikan ke manual dengan mengatur suhu maksimal di PID, memfungsikan salah satu atau kedua pusat pengapian dan tentu saja megeluarkan panas secara langsung dengan fitur “back door”. 

funnel

Anda bisa membaca tulisan saya di sini mengenai aplikasi atau sistem pembuangan panas yang dinamai “back door” karena memang dibuat oleh Christian melalui pintu belakang.  Pada mesin ini yang didesain sebagaimana pada tipe Arjuna, terdapat mekanisme pengeluaran intensitas panas secara langsung tanpa harus melalui ruang roasting, tapi langsung di bypass melalui koridor khusus yang bermuara di bagian belakang. Akibatnya suhu bisa turun secara cepat sekaligus memberikan kebebasan kepada para roaster untuk memainkan suhu dengan mengatur katup bukaannya.

Sayang saat kemarin mencoba kami tidak dibekali Agtron Roast Color Specification berikut lampu untuk melihat warna (di kantor saya biasanya menggunakan light box untuk melihat warna garmen). Tapi tak mengapa, lampu UV yang cenderung yang tertempel di mesin Bhisma dan cenderung kebiruan itu moga-moga cukup mendekati untuk akurasi warna yang diinginkan.

roast

Menurut Christian, mesin ini  dibuat dengan konstruksi sebagai “work horse” dan sudah dicoba selama tiga hari berturut-turut tanpa henti dan tetap berjalan dengan normal. Menggunakan sumber energi propane atau LPG dengan beberapa fitur selain yang sudah disebutkan di atas seperti :

  1. Suhu biji kopi dan drum dengan display digital
  2. Drum dengan tebal 6mm, terbuat dari besi cor
  3. Kecepatan putar drum yang bisa diatur antara 0 hingga 90 RPM
  4. Kapasitas roasting 300 gram hingga maksimal 1.3 kg
  5. Dua motor untuk memutar drum (120 watt), dan kipas (85 watt)
  6. Cyclone dengan kapasitas 7m kubik per menit
  7. Ukuran : 90 x 75 x 65 cm (panjang x lebar x tinggi)
  8. Berat kosong 95 kg

*  *  *

six

sb

pr

Kontak : Froco CoffeeJl.Iskandar Muda no 21 Neglasari Tangerang Banten Indonesia.  Tlp : +62-021-553-1563

8 replies
  1. arnandaperdana
    arnandaperdana says:

    bang itu bener kan harganya,bs mintak email atau pin bbm dari froco nggak,soalnya ada yg ngasih gw harga laen dr itu

    • Kopi Petruk
      Kopi Petruk says:

      pingin informasi harganya kelompok tani usaha kopi petruk sudah nabung mau beli alat roasting
      wa 081578063198

  2. fadil_preanger
    fadil_preanger says:

    Sorenya di qertoev cuman dikasih liat di mobil aja nih pa selamet dan pa chris. Sebelum beli test dulu boleh kan pak? Dari ceritanya aja udh keren apa lagi kalo langsung di coba, sayangnya kemaren hari sudah malam yaa.

    Produk dalam negri ini harus segera dipasarkan di luar negri jugaa ommm… semangat indonesia! Semangat buat pak win, bang diko, agan dhika, pa selamet dan pa chris!!!

  3. Qertoev Coffee gayo
    Qertoev Coffee gayo says:

    hahahah kakek slamet mentang2 mo masuk cikopi ganti baju waktu sorenya di qertoev coffee kayanya ga pake baju itu maantapppp lebih muda dr umurrrrr

Comments are closed.