Promac Club Me

p15

Penampilan mesin espresso Promac tipe Club Me tak perlu balutan material stainless yang berkilap, cukup dengan bentuk kotak tanpa lekuk berlebihan yang menampilkan keindahan keseluruhan penampilannya sebagaimana pada mesin produksi boutique brand.  Walau namanya jarang terdengar, tapi saya sudah cukup lama mendengar namanya dan saya akan mengenalkannya kepada para pembaca sebagai bahan pembanding dengan beberapa mesin yang sudah pernah saya tulisa sebelumnya. 

p12

Promac 

Perusahaan pembuat Promac, dari kata Pro (professional) Mac (machine)  sudah berdiri sejak lebih dari 30 tahun lalu di kota Milano, negara Italia dengan produk utama mesin espresso, penggiling kopi atau grinder, pembuat es hingga filter air. Mesin yang saya tampilkan adalah tipe “Club Me” dari beberapa model yang mereka sediakan. Promac Club Me merupakan salah satu produk entry level untu pribadi atau buat para pengusaha kedai kopi.

Rekan saya yang membuka salah satu cafe di Jakarta memiliki mesin Promac dengan tipe yang sama selama bertahun-tahun tanpa keluhan yang berarti. Dengan tagihan invoice seharga 22 jutaan, mesin ini bisa dijadikan bahan permenungan untuk sebuah motor usaha kedai kopi Anda.

p5

boiler2

Spesifikasi dan Desain

Jantung operasional Promac terletak pada boiler yang berkapasitas 4 liter yang akan mengkonsumsi daya listrik 1700 dari elemen pemanasnya. Di dalam boiler terdapat pipa kecil yang mendistribusikan air langsung menuju ke group head  atau yang dikenal dengan sistem heat exchanger.

Berat bersihnya 34 kilogram dengan  dimensi 38 x 53 x 56 cm, sedikit lebih besar bila bersebelahan dengan Vibiemme Domobar. Mengusung sistem otomatis, tapi bisa juga dioperasikan secara manual yang diatur melalui tombol berlambang cangkir dan bintang di bagian panel  depannya.

Hanya terdapat satu indikator atau manometer untuk menunjukan tekanan di boiler, tanpa kehadiran fitur brew pressure. Selain itu Promac dilengkapi dengan satu tuas untuk steam di sebelah kanan, dan air panas di bagian kiri. Untuk boiler dengan ukuran 4 liter saya menyarankan untuk tidak terlalu sering memfungsikan tombol air panas yang akan membuat tekanan dan suhu air di dalam boiler turun dengan cepat.

p11

manometer

Menggunakan Promac

Perlu dua orang untuk mengangkat mesin ini ke sangkar tempat saya biasanya bermain-main dengan mesin espresso. Sambungan pompa Nochi dipasangkan dengan pipa untuk menyedot air dari galon ke dalam boiler dan setelah semuanya terpasang dengan rapi, mesin mulai dinyalakan dengan menekan tombol paling bawah dari dua tombol yang ada.

Sebagaimana sistem dari Vibiemme, Promac menggunakan metode dual switch agar boiler terisi air terlebih dahulu sebelum tombol kedua atau pemanasnya diaktifkan. Ini merupakan fitur pengaman untuk mencegah kerusakan yang sering terjadi pada heating element yang akan langsung tewas dengan sukses bila langsung bekerja tanpa adanya pasokan air.

p9

Pemanasan 15 menit

Air hanya kurang dari satu menit sudah memenuhi boiler karena sebelumnya mesin ini sudah datang dalam keadaan boilernya hampir penuh. Tombol kedua dinyalakan dengan penanda lampu hijau yang menyala, dan pemanas mulai bekerja.

Lebih kurang dari 15 menit mesin sudah siap digunakan saat jarum indikator menyentuh angka 0.8 bar dan enggan untuk naik lagi. Suhu air saat di test dengan thermometer menunjukan angka 94 derajat celcius. Bila dirasa angkanya cukup kecil, Anda bisa mengatur tekanan boiler dengan membuka panel di bagian atas untuk akses ke komponen “pressure stats” yang ditandai dengan penutup kecil berwarna kuning. Tinggal putar ke arah tanda (+) untuk menaikan tekanan di boiler dan sebaliknya (-) untuk menurunkan kembali.

p10

P1

Promac + Mazzer + brew !

Para pembaca yang baru mampir atau Anda yang sudah mulai tertarik dengan mesin ini, seperti biasa untuk selalu menggarkan sebuah grinder khusus untuk mesin espresso. Tanpa pasangan alat penggiling kopi, Promac  atau mesin espresso semahal apapun (kecuali yang super otomatis) sulit untuk bekerja secara maksimal. Anda bisa melihat artikel saya tentang grinder di laman lain dan beberapa di antaranya sudah saya rekomendasikan untuk dijodohkan dengan mesin espresso.

Kali ini saya memasangkan dengan Mazzer Super Joly, merek yang sudah tak perlu penjelasan panjang lebar atas kehandalannya “menghancurkan” biji kopi menjadi bubuk dengan keseragaman cukup merata walau sistem doser selalu melempar kopi ke arah kiri saat dioperasikan,

Portafilter atau tempat meletakan kopi berdiameter standard 58mm, sebuah ukuran yang paling banyak digunakan. Saya mencoba portafilter dari Vibiemme yang juga tak ditolak oleh Promac 

p3

Mazzer memang memerlukan sedikit kesabaran karena perlu usaha berkali-kali memutar ukurannya untuk menghasilkan grind size yang pas. Sistem stepless memungkinkan perpindahan kehalusan dilakukan sedikit demi sedikit, tapi apabila berhasil, hasilnya akan memuaskan.

Sistem volumetric bisa dioperasikan dengan menekan tombol program yang sudah disediakan lalau melakukan ekstraksi dan tekan tombol “single” atau double” sesuai dengan kebutuhan. Shot selanjutnya hanya tinggal menekan salah satu tombol tersebut dan pengguna bisa melakukan tugas lain seperti milk froth karena proses brewing akan berhenti sesuai dengan waktu yang telah di set.

p2

p14

Tuas steam untuk milk frothing bisa diputar hingga kita bisa mencari posisi yang pas. Ukuran jug yang 300 ml hanya membutuhkan kurang dari 10 detik dan susu siap dituang. Walau tuasnya tidak dilindungi dengan anti panas, tapi karet pelindung bisa digunakan untuk menghindari suhu panas di bagian yang entah mengapa sering menyapa tangan saya secara tidak sengaja,

p13

Penutup

Promac boleh jadi salah satu mesin yang enak digunakan tanpa ada keluhan yang berarti walau saya baru mencobanya setengah harian. Terlepas dari desain dan bentuknya yang sedikit kaku dan bersahaja, mesin ini menarik untuk dimasukan sebagai salah satu opsi rencana belanja Anda. Kisaran harga 22 jutaan menempatkannya pada jajaran mesin bersistem HX yang sudah pernah saya ulas, tapi dengan harga yang lebih kompetitif.

Masalah daya tahan setiap mensin tentunya tergantung sejauh mana pengguna melakukan perawatan rutin. Komponen yang rentan rusak seperti gasket, shower screen, sumbatan pipa dan boiler akibat kerak air adalah masalah yang biasa ditemukan pada sebuah mesin espresso. Di bagian panel sentuh, tekanan yang terlalu bersemangat juga akan mengakibatkan keausan sensornya hingga harus diganti satu blok komponen.

Tapi bukan artinya tidak bisa diminimalisir, rutinitas melakukan backflush, membersihkan kotoran pada group head, shower screen dengan cairan kimia khusus akan memperpanjang umur mesin espresso Anda, apapun mereknya dan Promac salah satunya.

*  *  *  *  *

p6

Distributor Promac  : PT Bahana Genta Viktory, Telepon : (021) 292 29818

17 replies
  1. andi aso As
    andi aso As says:

    Sore,.. mohon solusix dan petunjukx,..
    Saya punya mesin promac, saat pagi saya buka warung saya, saya nyalakan mesin dan jarumx tidak mo naik2. Power dan sebagaix semua menyala tapi jarumx tidak naik2 ,.. pleas bantuanx dan petunjukx. Tksh

    Reply
  2. sapto hudoyo
    sapto hudoyo says:

    saya punya promac cme 2gr….buku teknisnya gak ada …sy mau tanya kalau 2 selang ,,,disambungkan kemana ..makasih

    Reply
  3. eko agus
    eko agus says:

    akhirnya setelah membaca cikopi dari 2010…baru kebeli mesin promac di tahun ini meski second. btw yang mau saya tanya mesin ini normal pressure boiler 0.8 ya? karena punya saya pressure boilernya di atas 1 bar. udah nyoba set ulang di pressure stat ga mau berubah euy

    Reply
  4. Bagus
    Bagus says:

    Permisi pak Toni, saya mau nanya, klo backflush mesin tipe ini (promac club me) bagaimana???karena di cafe tempat saya bekerja menggunakan mesin ini dan saya ingin merawat mesin ini dengan baik dan benar,terima kasih 🙂

    Reply
  5. Bayu Bay-bay
    Bayu Bay-bay says:

    Bayu Bay-bay May 20, 2014 at 16:27 Reply

    Dear All..,

    Saya ingin buka coffee shop di bukan juni ini, mohon bantuannya untuk informasinya dan penawaran mesin espresso dengan barang & harga yg menarik dan coffee equipment ke email m_bayu_n@yahoo.com
    Mohon bantuannya karena saya masih baru di dunia coffee…

    Terima kasih

    Regard’s

    Reply
  6. Buyung_R
    Buyung_R says:

    saya menggunakan mesin ini di cafe saya di samarinda…cukup tangguh dalam segi penggunaan dan termasuk elegan dalam design body,cuman yang sering saya heran kadang setingan bisa berubah sendiri untuk ukuran singleshoot….yah jadi kadang saya harus pencet knop “bintang” untuk mencukupi ukuran singleshoot espresso yg kita buat. untuk harga saya pas beli tahun kemaren udah 25 jutaan tuh..bulannya dah lupa sih hehehe

    Reply
  7. yonathan
    yonathan says:

    mesin nya sepertinya memang didesain untuk spek pro sih, namun sepertinya warna boilernya itu bukan warna tembaga ? sepertinya wajar dengan harga ekonomis?
    tapi sepertinya itu harga dulu deh pak bener kata pak sutrisno.
    tapi sayang fitur indikator tekanan seduh yang menurut saya sangat penting untuk control hasil ekstrasi tidak terdapat pada mesin ini ya? mungkin karena faktor itu mazzer nya pak Toni harus beradaptasi beberapa kali 🙂 yah, seperti banyak orang bilang ada harga ada barang. tapi kalau harganya sekarang masih segitu sih, murah bener yah pak?

    Reply
    • sutrisno
      sutrisno says:

      mesin ini klo saya boleh kategorikan termasuk layak dipinang untuk cafe2 pemula.kecuali mau main high end smua sih. untuk harga terbaru mesti cek ke distributor deh,saya yakin yg ditulis pak Toni bukan pricelist 2014 deh.hehehe.karna pernah ngecek di akhir taun kmarin di Lombok udah ngga sgitu.efek euro dan dollar amrik yg naik terus

      Reply
  8. sutrisno
    sutrisno says:

    Salah satu mesin yg cocok untuk dibeli selain Nuova Simonelli Appia 1 grup untuk memulai sebuah coffee shop.cuma harganya mesti double check deh sepertinya pak.efek kenaikkan euro cukup berasa :p
    Sistem volumetric yg asik,bisa ditinggal frothing susu nih.one of great machine

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *