arjuna

Jam sudah menunjukan pukul 22.30 saat saya tiba di Froco, Jl. Iskandar Muda, Tangerang, yang tak jauh lokasinya dari bandara Soekarno-Hatta. Di salah satu ruangan Christian Heryanto (33) sudah menyiapkan tiga lampu studio dan tanpa banyak membuang waktu, saya langsung mengeluarkan kamera dan memasang trigger di hot shoe kamera untuk jepret sana sini.

Ternyata lampunya cukup handal dengan konsistensi warna yang tidak pernah menurun menjadi kekuningan bila terus digunakan. Objeknya ? Mesin roasting terbaru kelas “shop roaster” yang baru saja selesai ia kerjakan dan memiliki kapasitas terpasang sebesar lima kilogram. Ini sneak peek-nya.

Mesin roasting-nya berwarna hitam dan stainless mengkilap di beberapa bagian, momok terbesar bagi para fotografer karena bayangan yang sulit dikontrol. Baiklah, teknis fotografi tak usah saya bahas lebih lanjut, tapi Christian dan saya punya hobi sama walau menggunakan alat dengan “agama” yang berbeda.

Karena tujuan kedatangan saya menjelang dini hari ke Froco adalah untuk mengenalkan produknya yang terbaru, FR5s Mark VI, merupakan pengembangan terakhir sejak Christian mendasain prototipnya.

ar9

Christian dan Shop Roaster

Bagi Anda yang baru membaca artikel ini dan belum mengenal Christian dan Froco, ada baiknya untuk mengunjungi beberapa tautan tentang perusahaan yang seharinya bisa memasukan kopi hingga 20 ton ke dalam mesin skala industrial mereka : Froco Coffee dan artikel mesin roasting-nya yang berkapasitas 3 kg, serta yang terakhir di sini mengenai siapapun bisa me-roasting kopi.

Sekitar lima tahun lalu Chris pernah mengomentari posting saya tentang foto mesin roasting Hot Top yang dipajang di salah satu restoran di Jakarta. Menurutnya di tahun-tahun yang akan datang “shop roaster” akan terus berkembang seiring dengan banyaknya permintaan kalangan usaha kopi spesial di Indonesia. Prediksinya tak meleset dan sebuah mesin roasting dengan berbagai ukuran yang dimiliki oleh banyak kedai kopi kini sudah menjadi pemandangan yang lumrah.

Banyak pemilik cafe yang ingin mengeliminasi ketergantungan akan bahan baku kopi dari vendor luar dan mereka mulai belajar cara me-roasting kopi sesuai dengan cita rasa yang bisa mereka kembangkan sendiri. Paling tidak, sebuah mesin roasting akan terus menjadi alat pembelajaran para pemiliknya untuk menyempurnakan teknik gongseng kopinya.

Selain hal tersebut di atas, Christian juga melihat bahwa banyak individu, saya menyebutnya para coffeecraze, yang akan dan sudah banyak yang terjun ke bidang home roasting. Buat para kalangan ini, “memasak” kopi sendiri sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keinginan mereka untuk mendapatkan kopi yang fresh dan dengan karakteristik kopi yang sesuai dengan selera masing-masing.

ar3

Spesifikasi dan Desain

Nama resmi mesin ini adalah FR5s Mark VI, yang dikembangkan berdasarkan riset selama setahun ke belakang. Kapasitas normal adalah 5 kilogram, tapi bisa hingga 6.5 kilogram. Dimensinya 130 x 85 x 170 cm dengan berat total 350 kilogram serta memakan daya listrik sebesar 1200 watt untuk menggerakan 3 motor pada drum, cooling, dan agitator-nya.

Bahan drum berupa besi cor komposit dengan ketebalan 8mm yang revolusi putarnya bisa diatur dari “0” hingga 90an RPM (putaran normal sekitar 50 RPM).

Pada panel elektronik terdapat indikator suhu drum dan tentu saja temperatur biji kopi, selain pengatur waktu untuk memonitor durasi proses roasting.

Mengkombinasikan tiga sistem pemanas  radiasi, convection dan conduction dengan menggunakan bahan bakar gas yang akan mentransfer kalori maksimal sebanyak 9.200 Kcal.

ar7

Fitur Backdoor Valve

Fitur paling penting pada mesin tipe FR5s Mark VI adalah “Backdoor Valve” sebuah mekanisme untuk menghentikan dan/atau menahan panas yang bersumber dari kompartemen drum dan sumber panas (burner). Menurut Christian, fasilitas ini akan memberikan keleluasan bagi pengguna dalam mengatur temperatur yang di fungsikan dengan memutar roda di panel sebelah kiri mesin.

Temperatur pada mesin roasting, baik suhu biji kopi ataupun panas di ruang drum, pada umumnya bisa diturunkan dengan dua cara, yakni mengecilkan sumber panas dan membuka ventilasi (roasting valve). Namun kadang terdapat keterbatasan manakala energi panas yang masih tersisa masih harus memasuki ruang drum terlebih dahulu dan barulah suhu turun secara perlahan.

BDV

Nah dalam sistem backdoor valve, panas bisa langsung diturunkan secara drastis atau pada suhu tertentu karena alur pembuangan panasnya dipotong tanpa harus melalui drum terlebih dahulu. Pada mesin terbarunya ini, Christian  mengembangkan mekanisme yang juga bisa menahan panas pada suhu tertentu sebagaimana yang diinginkan oleh roaster untuk memberikan kebebasan dalam pengaturan suhu secara tak terbatas.

Secara bergurau Christian menyatakan mungkin Froco satu-satunya perusahaan di dunia yang memiliki sistem ini di antara mesin roasting yang ada.

AR4

PID

Terdapat dua buah sumber pengapian atau burner di jeroan mesin ini yang selain bisa diatur secara manual, juga bisa di setting dengan mekanisme PID (proportional-integral-derivative controller) secara manual sesuai dengan target suhu yang akan kita tentukan (dual stage).

Katakanlah target suhu pada menit ke lima harus mencapai 150 derajat, tapi karena berbagai faktor misalnya kadar air kopi yang masih tinggi membuat burner pertama ternyata masih ngos-ngsoan dan belum mampu memenuhi target pencapaian ke suhu 150 derajat celsius.

Secara otomatis burner kedua akan memberikan bantuan dan langsung menyalakan atau memperbesar apinya agar suhu sesuai dengan angka yang tertera pada PID. Setelah suhu stabil, maka burner kedua akan kembali mengecil dan terus siaga manakala di saat selanjutnya api pertama memerlukan bantuan. Secara sederhana begitu mekanismenya, walau sayang target PID hanya bisa satu sequence dan operator harus kembali memasukan angka yang diinginkan selama proses roasting berlangsung.

ar5

Menggunakan Arjuna

Keterbatasan waktu yang terus merangkak membuat kami hanya sempat melakukan uji coba secara terbatas tanpa banyak memainkan fitur lain yang tersedia. Lima kilogram kopi mulai dimasukan ke dalam drum dengan suhu awal di angka 190 derajat dengan mode auto, artinya membiarkan mesin ini melakukan tugasnya secara mandiri tanpa terlalu banyak memainkan aliran gas dan suhu. Hanya perlu waktu 10 menitan sebelum akhirnya kopi dikeluarkan dari dalam drum yang hasilnya bisa Anda lihat pada foto di bawah.

Christian menggarisbawahi bahwa Froco menggunakan material terbaik untuk si Arjuna versi ke-6 sehingga product life cycle mesin ini diperkirakan bisa mencapai hingga puluhan tahun dan menggaransi penggantian onderdil selama 2 tahun serta layanan perbaikan 25 tahun.

ar6

Sebagaimana yang saya sebutkan, artikel ini baru sebatas mengintip kinerja umum mesin roasting terbaru dari Froco. Pada waktu yang tak terlalu lama saya sudah berjanji untuk kembali menyambangi Christian guna pembaharuan artikel ini. Masih ada beberapa fitur lain yang harus dicoba, terutama untuk melihat secara langsung sistem kerja backdoor valve-nya dan bermain dengan pengaturan suhu.

Untuk siapa mesin ini diperuntukan ? Arjuna seri ke-6 bukan hanya diperuntukan bagi roaster yang sudah punya jam terbang cukup tinggi, tapi juga para calon roaster yang ingin terjun langsung mendalami dan  mulai belajar mengembangkan roast profile. Tidak mau repot ? jangan khawatir, Christian selalu yakin bahwa siapa saja bisa me-roasting, karenanya ia mendesai mode auto, semi auto, hingga manual pada mesin ini.Untuk spesifikasi lengkap dan keterangan lebih lanjut bisa menuju ke tautan mesin ini di situs Froco.

heavy

Sekali lagi anak Tangerang yang anjing kesayangannya Bleki tak berhenti menggonggong karena mencurigai kedatangan saya di tengah malam itu, telah memberikan kontribusi penting pada perkembangan teknologi tepat guna industri kopi di Indonesia.

*  *  *

 

11 replies
  1. Hadi/Graha Kopi
    Hadi/Graha Kopi says:

    sudah sebulan mesin tersebut ada di tempat saya, sudah saya ” oprek” dan dipakai meroasting lebih dari 200 batch. kinerja dan hasil roastingnya bagus, berani di adu dengan mesin impor sekalipun yang paling mahal.
    thanks and good jobs to Christian & Froco roaster team ! (so far so good, nanti kita review sesudah 300batch).
    buat Kang Toni upami bade ngoprek mesin ieu sareng nyobian hasil panggangan , mangga di antos di Bintaro.

    Hatur nuhun pak Hadi. Saya serahkan untuk urusan ngoprek mesin roasting sama ahlinya saja dan Pak hadi orang yang tepat:)
    Kapan-kapan mau mampir lagi ah.

    • Adam
      Adam says:

      Mantap, semoga harganya bisa terjangkau agar para calon roaster bisa lebih banyak belajar dengan mesin berkualitas

Comments are closed.