johny rahadi

Johny Rahadi (56) menyambut saya dengan hangat di rumah sekaligus bengkelnya di kawasan Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat. Di hadapan saya berdiri seorang roaster, pencicip kopi sekaliber Q Grader lulusan dari sebuah institusi di Hamburg Jerman, engineer otodidak, dan yang paling penting pria kelahiran Solo ini telah melahirkan ratusan mesin roaster yang telah diterbangkan bukan hanya di berbagai daerah di Indonesia, tapi juga ke banyak negara hingga Amerika. Semua ia lakukan tanpa harus banyak publisitas dan sebentar saja berbincang dengan Johny saya seperti anak SD yang sedang mendengarkan  kuliah seorang profesor. Tapi ia tetap sabar memberikan penjelasan beberapa pertanyaan yang diajukan. Para pembaca sekalian, buat Anda yang belum mengenal sosoknya, inilah salah satu orang penting di industri kopi Indonesia. Johny Rahadi.

j2

Saat Tmor Timur masih berada di pangkuan RI, tepatnya di tahun 1982, Johny yang lulusan Jurusan Pertanian di Universitas Negeri Solo sudah mulai mengembangkan perkebunan kopi arabika di sana yang ditinggalkan oleh Portugis. Awalnya peminum kopi robusta ini memang terjun ke kopi karena ia bekerja di salah satu perusahaan yang mempunya lebih dari 100 hektar lahan kopi.  Sedikit demi sedikit Johny mulai belajar secara spesifik agronomi kopi, pasca panen, roasting hingga cupping agar kopinya lolos uji mutu dan menghindari klaim dari para pembeli di luar negeri.

Secara perlahan Johny mulai menikmati kekayaan rasa kopi arabika dan agar perusahaannya tetap kompetitif ia dikirim ke Hamburg Jerman untuk belajar uji cita rasa kopi. Johny menetap di kota terbesar kedua di Jerman ini selama empat bulan dan selang waktu tersebut ia berjibaku untuk mempertajam indera perasanya sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Kurang dari enam tahun lalu ia dipindahkan ke kantor pusatnya di Jakarta dengan posisi sebagai trader yang langsung melakukan transaksi dengan para buyer dari luar negeri.

je3

Bapak dari Jeffrey Satria (28) dan Sarita Rahadian (24) ini harus membuat rencana baru untuk kelangsungan profesinya saat Timtin lepas dari pangkuan RI di penghujung tahun 1999. Aset lahan kopi beserta semua perangkatnya kini menjadi milik negara termuda dan Johny memutuskan untuk bekerja secara mandiri. Keputusan ini tak lepas dari peran istrinya Lanny Rahadi (57) yang mendorong Johny untuk tak takut keluar dari zona kenyamanan.

Selama karirnya di dunia kopi ia telah mendalami roasting, dan bidang inilah yang kemudia ia dalami lagi. Selama dua tahun penuh ia membuka semua literatur tentang cara kerja mesin roasting walau latar belakang ilmunya sama sekali tak bersentuhan dengan studi teknik. Johny mulai membongkar pasang dan mempelajari secara detail cara kerja semua mesin roasting baik yang menggunakan sistem semburan udara panas (hot air) dan pemanasan langsung atau kombinasi keduanya.

Prototip mesin roasting pertamanya dengan kapasitas satu kilogram yang ia kerjakan siang malam di rumahnya yang hingga kini sebagian difungsikan sebagai bengkel bekerja tanpa kendala. Momen ini sekaligus menjadi titik awal alur kehidupannya sebagai produsen mesin roasting dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, Johny langsung memproduksi mesin yang bisa menggongseng kopi hingga 15 kilogram yang ia masih digunakan hingga sekarang terutama oleh Satria yang mulai terjun mengikuti jejak orang tuanya.

jeffrey

Kerja keras Johny melalui perusahaan yang ia namakan “Uncle John” tak terbatas memperoduksi mesin roasting kecil, tapi juga untuk kebutuhan industri yang kapasitasnya bisa ratusan kilogram per batch-nya. Walau sudah mempunyai fasilitas produksi utama yang berlokasi di Parung dengan jumlah karyawan sebanyak 4 orang ia masih tetap mempertahankan kediamannya sebagai bengkel kecil yang juga diawaki oleh empat orang pekerja yang kesemuanya ia perlakukan seperti keluarga sendiri.

Saya menyaksikan Johny dan Satria sedang melakukan bench test mesin roasting dua kilogram yang harganya di bawah 50 jutaan yang hasilnya bisa Anda lihat pada foto di atas. Mesin yang sebentar lagi akan segera diantarkan kepada pemesannya tak kalah bagus dengan beberapa produk buatan luar yang sering saya lihat. Tapi yang paling penting Johny akan dengan sabar melayani layanan purna jual dan mofifikasi yang diminta oleh pemesannya.

Obrolan yang saya rencanakan hanya satu jam terpaksa molor apalagi banyak sekali hal teknis tentang ilmu roasting yang menurut Johny tak usah dibuat rumit. Satu lagi, jangan tanya kapan ia pensiun karena istilah itu tak ada dalam daftar kamus kehidupannya dan beserta Satria mereka akan terus menyempurnakan produk mesin roasting-nya.

Sebagaimana kehidupan kopi yang terus tumbuh dan berkembang demikian juga “Uncle John” karena buatnya hidup itu tak harus linier.

Johny Rahadi – much respect from this coffeelicius blog !

*  *  *

Johny Rahadi bisa dihubungi melalui email di : johny.rahadi@gmail.com dan uj.roaster@gmail.com
Web : http://unclejohnroaster.wordpress.com

 

20 replies
  1. Kopibrik
    Kopibrik says:

    Salam kenal, Om Johny…
    Semoga tidak ada halangan, dalam waktu dekat bisa ketemu dengan sesama pecinta kopi di Medan.

    Ulasan yang menarik. Sukses buat lae Tony Wahid!

  2. bambang pramudya
    bambang pramudya says:

    Kenapa baru sekarang mo di expose, gak dari 3 tahun lalu, kan berapa devisa yang keluar tuk beli roaster dr luar, hayo jhon biar lambat kebut terus, sebarkan produk murah tapi kualitas dapat dipertanggung jawabkan, kapan jadi mampir ke purwokerto ?

  3. mohdsuparjo
    mohdsuparjo says:

    Sore Om Toni wahid, saya mohd Suparajo dari Pekanbaru Riau ,
    mohon informasi alamat nya uncle jhon nya donk om, karena saya ingin berkomunikasi tentang mesin roasting kopi nya om ,
    terimakasih

  4. malik hasan
    malik hasan says:

    haha…akhirnya di muat juga di cikopi. saya sudah berkunjung ke tempat beliau. memang luar biasa uncle john ini

  5. Sandy
    Sandy says:

    Memang sudah saatnya, kepiawaian dan kemampuan om yg satu ini diangkat dan diperkenalkan lebih luas ke dunia perkopian indonesia. Setelah mengunjungi dan diperkenalkan oleh mesin-mesin roaster yg sangat ciamik dan mumpuni, keramahan dan penjelasan om john dalam menjawab pertanyaan, sulit untuk ditandingi. Terima kasih kepada pak Toni Wahid yg telah mengangkat topik ini, dan om john yg telah bersedia membuka diri.

  6. Christine
    Christine says:

    Akhirnyaaa omm John nongol jugaa, sukses teruss ya omm. Selalu senanggg ngobroll dengann omm John ilmunya ga ada habisnya hehhehe

  7. Johny Rahadi
    Johny Rahadi says:

    @Toni Wahid
    Terima kasih untuk artikelnya pak.

    @Sivaraja
    Terima kasih Pak Raja

    @Pak Sutrisno
    Terima kasih Pak Sutrisno

    @Andhy Kho
    Trims pak, salam kenal.

    @Andreas
    Thanks ndre

    @Denny
    Memang benar pak, harganya demikian.

    @Yohannes
    Salam kenal

    @Ronald Prasanto
    Sudah tidak Ron

    @Hendrik
    Thank you ndrik. Apa kabar?

  8. Hendrik
    Hendrik says:

    Kalo menurut saya ini mesin roaster handal… karena udah pernah pake kreasinya om john….

    Saya mulai usaha kopi dari mesinnya om john yang 3kg…

  9. Ronald prasanto
    Ronald prasanto says:

    Eh, satria sudah gak di intisari lagi pak? Sudah bergabung ke kopi ?

    Udah kena racun dan tak bisa kembali lagi 🙂

  10. Denny
    Denny says:

    masa sih mesin Uncle John yang kapasitas 2 kilogram harganya di bawah 50 juta? apa gak salah tuh Pak Toni?

    Informasinya demikian Mas Denny, silakan di email ke beliau untuk keterangan lebih lengkapnya.

  11. Andreas
    Andreas says:

    Hmmm …. “tongkrongan”nya duluan muncul stlh itu baru ketemu dgn om John bbrp minggu stlhnya. Ngobrol dgn beliau bisa ngga kenal waktu, cuma sayang wkt itu sampainya saja sdh lumayan kesorean ….. next time lanjut lagi om …..

    Sukses, maju terus & GBU …..

    Kita mau ikutan lagi 🙂

  12. Andy Kho
    Andy Kho says:

    Sayang belum pernah kenalan dengan oom John, walau sering dengar namanya. Beberapa kali lihat dan cukup sering nyeduh kopi hasil roastingan mesinnya. Salut untuk semangat & hasil karyanya yang terbukti turut membangkitkan micro-roastery di Indonesia, dan menghadirkan fresh-roasted coffee beans ke meja brewing penikmat kopi termasuk saya.

    Couldn’t agree more Andy.

  13. sutrisno
    sutrisno says:

    Satu lagi roda penggerak industri kopi Tanah Air lebih dikenal masyarakat awam melalui blog kopi paling informatif untuk saya.

    Kapan yaa bisa ke Mataram ….

  14. Sivaraja
    Sivaraja says:

    Akhirnya Pak Johny diliput juga 😉 , salah satu orang penting di industri kopi indonesia

    Ketemu tahun lalu, hilang kontaknya, baru dapat lagi beberapa hari kemarin, langsung bikin janji.
    One the few coffeelicious people.

Comments are closed.