Morning Glory Coffee Academy

“Kami perlu waktu empat hari untuk melahirkan seorang Barista di Coffee Academy yang berada di bawah naungan Morning Glory Coffee” kata Nicolas Rozenthal pada sambutannya dalam pembukaan sekolah kopi di kota Bandung hari Sabtu kemarin. Dalam sebuah acara buka bersama yang dihadiri oleh Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Barat dan Ketua Komisi DPRD Jabar yang membawahi bidang perkebunan.

Menurut Nicolas yang merupakan salah satu pengajar di Coffee Academy  Morning Glory Coffee” di sini mereka akan dikenalkan mengapa espresso yang mereka buat rasanya pahit, atau asam. Kami juga mengajarkan agar mereka bisa mengapresiasi kopi yang tujuan akhirnya adalah menjadikan pekerjaan Barista sebagai sebuah profesi sebenarnya sebagaimana di negara lain seperti Australia. Di sana mereka bisa membangun karir di bidang kopi dan bukan sebuah posisi statis manakala seseorang bisa dengan sangat jauh menyelami khazanah minuman ini yang sangat luas.

Coffee Academy menawarkan program komprehensif selama empat hari dan selama 8 jam per harinya setiap siswa akan menerima serangkaian materi dari mulai kultur kopi di dunia, setting alat giling kopi, dosing, tamping, cupping, pembuatan espresso dan jenis minuman lainnya seperti cappuccino, latte, doppio, ristretto. Barista juga dituntut untuk mampu membersihkan peralatan yang ia gunakan sehari-hari dan tentu saja customer service. Ada yang menarik, siswa akan diajarkan membedakan beberapa jenis air dalam materi “water cupping” 

Informasi bisa Anda dapatkan di :  Morning Glory Coffee
Setrasari Mall Blok C2 No. 31
Jl. Setiabudi, Bandung
email : info@mgcoffee-int.com
Telepon : (022) 2020993

Acara ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada lima individu yang dinilai punya peranan dalam mengembangkan kopi di Jawa Barat termasuk petani dan pengolah. Menurut Nathanael Charis yang merupakan pemilik Morning Glory Coffee, perlu waktu lama untuk mengubah pola kerja petani yang biasanya hanya perlu dua hari dalam proses pasca panen menjadi misalnya dua minggu karena tuntutan untuk memenuhi kriteria kopi spesial. Tiga kriteria penting pemberian penghargaan ini yang antara lain : mutu kopi untuk diperdagangkan di tingkat dunia, aplikasi standard proses pasca panen, dan perbaikan mutu terus menerus selama pendampingan sejak tahun 2011.

Sejak bulan Februari lalu, pihak Morning Glory Coffee telah mengirimkan sampel dari 100 kelompok petani kepada cupper atau pencicip cita rasa kopi profesional dari negara Singapura, Malaysia, Australia, Belanda, dan Amerika. Menurut Nathanael, hasilnya cukup menggembirakan hingga Kopi dari Jawa Barat bisa memenuhi kualifikasi untuk digunakan dalam acara Kompetisi Barista yang baru berlangsung pada tanggal 8-9 Juli 2012 di kota Bandung.

 *  *  *

9 replies
  1. Wenny Dianasary
    Wenny Dianasary says:

    Ada bbrp hal yang ingin saya tanyakan mengenai Morning Glory Coffee Academy, antara lain :
    1. Biaya kursusnya berapa?
    2. Tempat kursusnya selain di Bandung ada atau tidak? (misalnya di Jakarta)
    3. Lama belajarnya berapa lama, sampai kita bisa mengusai tekniknya?
    4. Kalau kita mengikuti kursus disana, fasilitas apa saja yg kita dapatkan?
    Terimakasih

    Reply
  2. Heyru
    Heyru says:

    bener tuh biaya kursusnya berapa ya..?
    kalo saya kan kerja bisa ga waktu nya di sesuiakn dengan jam kerja saya terima kasih…
    mohon balasannya

    Reply
  3. HoneyFlower
    HoneyFlower says:

    Good Info Kang Toni.

    Bisa kursus barista di Bandung neh, tinggal cari waktu cuti aja 😀

    Cheers
    Muliawan

    Reply
  4. Adriaan
    Adriaan says:

    Wuihhhhhh…..
    Tambah lagi sekolah kopi di Indonesia, menandakan Barista Indonesia mulai berkembang dan dilirik oleh Pihak Asing.

    Ayo Barista Indonesia kita tunjukkan bahwa negara kita patut diperhitungkan di Dunia Barista.

    Jadi kangen main lagi ke UDC Trieste…

    Good Job Om Toni !!!

    Salam NGUPI

    Adriaan F.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *