Coffee Diversity In A Documentary

At the corner of Jakarta Coffee House, Borie, the café owner, introduced me to Budi Kurniawan – a creative worker who has worked on commercial movies like Laskar Pelangi, Badai Pasti Berlalu (a remake) as well as a bunch of advertising work. Graduated with a degree in Communication from the University of Diponegoro, he immediately invited me to see a glimpse of his works that were still in early stages of development, titled “The Coffee Beans of Indonesia”. The scene opened with Schweigt stille, plaudert nicht musical illustrations, or better known as the Coffee Cantata from Johann Sebastian Bach, a classical music composer from the Baroque era, and on the narrative flowed… telling us about the diversity of a single cup of coffee in this country. The special teaser was created especially for me to publish it to you, my fellow Cikopians.

Image 2: Budi Kurniawan, a creative film worker and a documentary film producer who’s currently working on one called “The Coffee Beans of Indonesia”.

For your information, the film that he’s working on with his co-workers is not for a commercial purpose and they are not paid to produce this work. So why making it? Because it’s a creation based on a love of Indonesia’s coffee, which is so rich and precious. “It’s a film in which its main purpose is to share stories about the beauty of the journey of coffee – from the farmers who grow them to the customers who drink them. We want the audience to see and expand their horizons about the coffee in Indonesia, which in turn will help to cultivate the culture of coffee in our society. “explained Budi in one of our discussions.

Budi started drinking coffee since junior high school, but he was introduced by Borie – from Jakarta Coffee House – to the world of specialty coffee, and in return it began his desire to make a documentary about coffee. In the near future he will continue producing a film at a coffee plantation in East Java, including Bondowoso, as well as continuing his research about coffee culture in Indonesia, which will be used as one of the contents in his documentary. It is targeted to be finished in the end of 2012 and it will immediately be shown to various film festivals abroad, as well as doing road-shows to educational institutions like colleges and universities.

As you see, Budi’s documentary is certainly interesting to watch, in terms of its shooting angles and lighting positions that are executed neatly. Budi and his team try to incorporate all points of view in a plot that continues to flow uninterruptedly and feature some informants who will talk about coffee from their own point of views.

Image 3: For Indonesian Coffee. Four years back he contemplated and as time went on, intended to make his dream come true on the importance of education in a film about coffee that is done artistically in a documentary genre and worthy to be aired at festivals abroad. Now he’s finally on his way of making it a reality.

I and many of you are probably huge fans of documentary films that are made not only with artistic skills and creativity, but also a very in-depth exploration by the directors who must put him or herself beyond the subject and at the same time, carefully frame every scene as well try to express the overall message of the film itself. I believe Budi and his team can make a film that not only is narrative, but also apply as an illumination theory of truth – to borrow a phrase by Henrik Juel, a documentary guru – as it is one of the essential requirements of films in this genre that aim to provide inspiration for its audience.

Of course, Budi and his team cannot work as freely as other creative workers do, since they finance the project out of their own pockets. Therefore, material support from the coffee players in Indonesia is expected, and if you wish to get involved, you can discuss it directly with Budi Kurniawan (0817 63529200) about the role that you can provide for the completion of this creative work. Let’s give support to Budi Kurniawan… for Indonesian coffee!

 * * * *

Kebhinekaan kopi dalam sebuah film dokumenter

Di pojok Jakarta Coffee House Borie sang pemilik cafe mengenalkan saya dengan Budi Kurniawan, seorang pekerja film komersial yang pernah menangani Laskar Pelangi, Badai pasti berlalu (Remake) dan seabreg iklan. Lulusan Komunikasi di Universitas Diponegoro ini langsung mengajak saya melihat secuplik hasil karyanya yang masih dalam taraf penggarapan dengan judul “Biji Kopi Indonesia”. Adegan dibuka dengan ilustrasi musik Schweigt stille, plaudert nicht atau lebih dikenal dengan Coffee Cantata dari komposer musik klasik era Baroque, Johann Sebastian Bach dan narasi pun mengalir . . . tentang bagaimana kebhinekaan secangkir kopi di negeri ini. Ia menyiapkan teaser film ini khusus untuk saya publikasikan bagi pembaca.

Untuk Anda tahu, film yang digarap bersama rekan-rekan kerjanya bukan untuk tujuan komersial dan mereka tidak dibayar untuk menghasilkan karya ini. Jadi ? Sebuah kerja kreatif yang didasari atas kecintaan akan khazanah kopi Indonesia yang begitu kaya. “Ini sebuah film yang tujuan utamanya berbagi cerita tentang keindahan perjalanan kopi dari farmer to customer. Kami ingin khalayak luas tahu dan memperluas wawasan mereka tentang kopi Indonesia yang pada akhirnya akan membantu menumbuh kembangkan budaya kopi di kita” kata Budi dalam sebuah obrolan dengan saya saat beberapa kali perjumpaan.

Budi mulai menikmati kopi sejak sekolah menengah pertama hingga sekarang, tapi ia dikenalkan oleh Borie dari jakarta Coffee House dalam dunia kopi spesial dan menjadi pintu pembuka akan niatnya untuk membuat film dokumenter tentang kopi. Dalam waktu dekat ia akan melanjutkan produksi film-nya di sebuah perkebunan kopi di daerah Jawa Timur termasuk Bondowoso selain melakukan riset terus menerus tentang kultur kopi di Indonesia untuk materi film ini. Target penyelesaian diharapkan di akhir tahun 2012 dan langsung akan dibawa ke berbagai festifal film di luar negeri selain road-show di institusi pendidikan seperti dunia kampus.

Kalau Anda perhatikan, film yang digarap Budi tentu menarik untuk ditonton  dengan sudut pengambilan gambar, tata pencahayan yang kesemuanya digarap dengan apik. Mencoba menggabungkan semua sudut pandang dalam sebuah plot yang tak terputus dan terus mengalir dengan menampilkan beberapa nara sumber yang diwawancarai dengan sudut pandang mereka sendiri.

Saya dan mungkin banyak di antara Anda merupakan pecinta film dokumenter yang pembuatannya bukan hanya berbekal kreativitas seni, tapi sebuah eksplorasi yang sangat mendalam saat sang sutradara harus menempatkan dirinya di luar subjek dan membingkai setiap adegan secara cermat sekaligus mencoba mengekspresikan keseluruhan pesan film yang ingin diangkat. Saya percaya Budi bersama tim-nya bisa membuat film yang bukan hanya bersifat naratif, tapi juga sebagai illumination theory of truth, meminjam istilah Henrik Juel, seorang documentary guru,  sebagai salah satu syarat penting genre film ini yang  tujuannya untuk memberikan inspirasi bagi para penontonya.

Tentu saja Budi dan tim-nya tak bisa bekerja sendirian karena sekali lagi pembiayaan proyek ini merogoh kocek dari kantung pribadi masing-masing. Dukungan materil dari industri kopi di Indonesia sangat diharapkan dan Anda bisa berdiskusi langsung dengan Budi Kurniawan (0817 635 9200) tentang peran yang Anda bisa berikan demi penyelesaian karya kreatif ini.

Mari kita berikan dukungan kepada Budi Kurniawan … untuk kopi Indonesia !

* * * *

 

 

19 replies
  1. Gani
    Gani says:

    Nice bud,
    Ayo kita gabung di next batch “coffee sharing with friends” siapa tau ada yang tergerak untuk nambah “sawerannya”… hehehe…
    Keep the spirit bro…

    Reply
  2. buds
    buds says:

    Untuk semua Pengemar Kopi Indonesia, terimakasih atas tanggapan dan dukungan yang telah diberikan. Hal itu mampu memacu kami untuk terus semangat merampungkan film Biji Kopi Indonesia.

    untuk saettea saya bisa di hubungi di 0817 635 9200 atau melalui mail budfilm@gmail.com bisa jg lgs dtg ke Jakarta Coffee House.

    untuk Zuli semoga film Biji Kopi Indonesia bisa memberikan anda tambahan iformasi soal kopi Indonesia. Dan bisa memberikan inspirasi yg berbeda, dengan tutur bahasa visual yg filmis.
    Kelak film ini dapat pula di tonton di ruang kabin Garuda Indonesia. Tidak hanya di tonton tapi juga para awak kabin dan penumpang Garuda Indoneisa dpt langsung menyeruput varian kopi Indonesia.

    Bayangkan jika Maskapai kebanggaan Bangsa kita dpt memberikan kopi terbaik untuk para penumpangnya. untuk Bangsa Indonesia.

    Mari menyeruput kopi lagi,
    Mari menghirup aroma tanah air Indonesia.
    Mari berbagi cinta dan kedamaian dari secangkir Kopi untuk Bangsa Indonesia.

    Salam Terbaik
    dari Kami Biji Kopi Indonesia

    Reply
  3. seattea
    seattea says:

    siang pak tony, bisa share alamat email atau no telpnya om buds kurniawan ?? saya coba yang diatas ga masuk2.

    maturnuwun.

    Telepon di atas ternyata kelebihan satu digit dan sudah saya edit :0817-76359200.

    Reply
  4. Zuli
    Zuli says:

    Baru kemarin saya nonton Video Coffee Story di peswat Garuda, saat itu saya dalam perjalanan dari Denpasar ke Jakarta.
    Di video itu hostnya adalah Adi W. Taroepratjeka. Dan tidak ketinggalam muncul juga kang Toni walau sebentar.
    Film dokumenter kopi karya Budi Kurniawan ini menambah perbendaharaan informasi kopi di tanah air. Maju terus…

    Reply
  5. Zuli
    Zuli says:

    Baru kemarin saya nonton Video Coffee Story di peswata Garuda, saat itu saya dalam perjalanan dari Denpasar ke Jakarta.
    Di video itu hostnya adalah Adi W. Taroepratjeka. Dan tidak ketinggalam juga muncul kang Toni walau sebentar.
    Film dokumenter kopi karya Budi Kurniawan ini menambah perbendaharaan informasi kopi di tanah air.

    Reply
  6. Java Raung
    Java Raung says:

    Ngak Sά̲ЪªªªƦ pengen segera bertatap muka ∂ɑπ Ngobrol dg ♍άs Budi Dkk,moga2 beliau segera berkunjung ke kaki Gunung Raung…

    Reply
  7. soge3739
    soge3739 says:

    selagi bumi pertiwi masih berdiri,mari kita dukung kebangkitan biji kopi INDONESIA…..
    Budi Asmara emang keren……………

    – Fotonya sudah berbicara, very cool gentleman :)

    Reply
  8. buds
    buds says:

    Terimakasih teman2, untuk comment-nya. Terimakasih untuk dukungannya,
    Terimakasih Erwin Gayo untuk informasinya soal petani kopi di pedalaman Gayo.kita bisa diskusi lebih lanjut soal itu.

    Untuk Qertoev Gayo Coffee, segera kami ke pengalengan sesuai jadwal produksi. salam untuk petani Kopi di pengalengan.

    Buat Kami film ini bisa menjadi rekamanan perjalanan dari Biji sampai cangkir. Buat Saya Documentary film, spt ingatan yang merekam banyak hal. Seperti menyeruput kenangan dari cangkir kopi.

    – Sukses Budi … ! semoga proses pembuatannya lancar jaya ! :)

    Reply
  9. faisal
    faisal says:

    makin menghargai hasil bumi indonesi<hidup petani kopi indonesia

    Yup, petani akan disediakan cukup banyak koq dalam filem ini …

    Reply
  10. Qertoev Gayo Coffee
    Qertoev Gayo Coffee says:

    kang petani pengalengan nunggu2……..kpn kita kesana

    Bulan ini saya usahakan ke sana, atau paling nggak awal April :)

    Reply
  11. qertoev coffee
    qertoev coffee says:

    majuuuuuu trus kopi indonesia mulailah kita mengkunsumsi kopi terbaik dari negeri kita sendiri…………..

    Tunggu liputan di Preanger … segera.

    Reply
  12. Java Raung
    Java Raung says:

    Makin pekat aja dunia Hitam Indonesia,Dari Hulu sampai Hilir bisa Bersinergi Bersama untuk memajukan perkopian Kita.Kehadiran CIKOPI sang Penebar Racun yg cukup Besar kontribusinya ∂ɑπ Ditambah lagi Karya seni Mas BUDI Dkk yg Tentunya akan Banyak memberikan Manfaat buat Kita semua.Salut Buat Mas BUDI KURNIAWAN Dan Seluruh Team….

    Siap2 Mas, Bapaknya Iwan mau dipilem oleh Budi … kumis jangan dicukur dulu supaya lebih manteff 😀

    Reply
  13. Erwin Gayo
    Erwin Gayo says:

    wuih, hotline news ini..btw bercerita tentang farmer, hari ini di pedalaman gayo sono, menjelang mata hari terbit, ada beberapa kepala keluarga, membuka hutan yang benar benar perawan dengan membawa kampak dan parang (golok) merobohkan pohon pohon berdiameter 1 s/d 2 meter hanya untuk membuka satu hektar lahan perkebunan kopi. yang akan mereka panen 2 tahun lagi…menarik rasanya utk di publish oleh para pakar seni ini.

    Setuju, gak lengkap kalau gak Gayo, the highland of coffeelicious !

    Reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Ini adalah teaser dari sebuah film dokumenter tentang kopi garapan Budi Kurniawan. Lebih lanjut mengenai Budi dan filmnya, kamu bisa simak artikel di cikopi.com ini: http://www.cikopi.com/2012/03/kebhinekaan-kopi-dalam-sebuah-film-dokumenter/ […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>