Bagi yang tidak sempat mengunjungi Interfood 2011, berikut sedikit liputan mengenai kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh pihak penyelenggara Kritstamedia. Digelar di Jakarta Expo Kemayoran dari tanggal 29 September hingga 2 Oktober dan tentunya banyak diikuti oleh perusahaan yang bermain dalam industri kopi. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini :

KMDS (PT Kurnia Mitra Duta Sentosa).  Laurens Nagajaya, Account Mgr, dari KMDS, pemegang merek  Lavazza, masih akan terus berbenah dan memperkuat brand positioning kopi premium dari Italia ini. Lavazza Blue baru saja diluncurkan untuk target pasar perhotelan dan kantor termasuk Santino Brew mesin espresso super otomatis yang terus jadi best seller karena harga yang kompetitif. Selain  Lavazza, KMDS adalah distributor untuk sirup Monin serta mesin espresso Expobar dan produk kopi dengan merek Santino.

Sbastianz Coffee. Bukan hanya perusahaan roasting, sekarang sudah mulai merambah menjadi distributor mesin espresso dan alat giling kopi merek Carimali. Resmi menjadi penyalur mesin yang sudah lama tidur lelap sejak bulan September kemarin yang dikenalkan pada pengunjung Interfood.  Carimali adalah salah satu merek mesin klasik Italia yang sudah ada sejak tahun 30an yang sayangnya tidak lagi mengeluarkan sistem lever. Model yang Anda lihat adalah tipe Kicco, semi otomatis, 2 group dengan harga 5o jutaan.

Quintino’s Djava. Kenal dengan Sumatra Mellow ? Itu salah satu produk Quintino’s hasil racikan perusahaan yang baru kali ini saya lihat di ajang pameran Interfood. Coffee Bag-nya sudah dipasarkan di beberapa pasar swalayan yang dijual 20 ribuan per 3 bungkus.

Toffin Product. Selain masih konsisten dengan merek mesin espresso Vibiemme, tapi di pameran ini mereka baru saja mengenalkan produk Toffin Gourmet, sirup aneka rasa yang harganya banyak diminati para pengunjung. Produk lain yang baru saja mereka luncurkan adalah campuran untuk frappe yang akan memperkuat ikatan molekul agar minuman ini tidak cepat mencair.

Maharaja. Tetap dengan kopi luwak sebagaiproduk andalan mereka yang juga dilengkapi dnegan berbagai alat/aksesoris penyeduh kopi dari merek Hario, Latina, dan Melitta.

Salah satu mesin yang diperuntukan untuk sistem POD dengan harga 7.5 juta rupiah. Harga POD bervariasi antara 5 hingga 15 ribu per item dengan berbagai pilihan rasa.

PT Tritama Kawanmas. Akhirnya Compak R80/R100 tiba juga di Indonesia, alat penggiling kopi komersial ini diperuntukan bagi shop roaster dengan harga jual masih di bawah Ditting, produk sekelasnya. PT Triatama masih memajang mesin La Spaziale dengan beberapa fitur tambahan serta model terbaru untuk yang mesin espresso dua group.

Bahana Genta Viktory (BGV). Menampilkan berbagai tipe mesin merek La Cimbali dan tentu saja sistem kapsulnya dengan Francis Francis X7 warna warni. Tidak pelak kalau Illy dengan merek dagang yang sudah begitu kuat tetap menjadi salah satu pemain kunci pada pasar premium kopi khususnya di domain perhotelan bintang lima. Michael Gibbons, Business Development Manager BGV sudah berjanji untuk menyiapkan salah satu mesin jagoan mereka Nuova Simonelli tipe Oscar untuk saya kuliti pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

Kira-kira itu gambaran pameran Interfood yang baru sajang berlangsung walau saya tidak sempat merambah ke seluruh stand pameran. maklum kaki gempor mengelilingi ruangan yang cukup luas. Padahal di seberang sana terlihat mesin roasting kopi buatan lokal dan Taiwan dan beberpa produk lain yang cukup menarik. Interfood tahun depan akan diselenggarakan tanggal 21 hingga 24 November, lokasi yang sama, JIE Kemayoran.

* * *

 

8 replies
  1. teddy
    teddy says:

    sayang ngak ngeliatin…pak Tony

    – Setiap hari datang dan mampir ke booth-nya, tapi gak ketemu sama juragannya tuh … 🙁

  2. andy kho
    andy kho says:

    Saya kesana pas hari Jumat, register setelah dapet info dari sini *hatur nuhun kang Tony*.

    Beli latina N600 buat gantiin grinder manual di rumah, sama liat2 expobar & vibiemme. Sambil ngapucino gratisan dr Toffin hehe…

    Mudah2an bisa ngumpulin rejeki lebih buat ambil domobar junior hx yg baru mau didatangkan sama Toffin. Skrg masih harus menyabarkan perasaan pakai EC155.

  3. Dendi
    Dendi says:

    Wah saya baru ngeuh ternyata banyak ya pemain kopi yang ikutan di Interfood 2011 setelah baca tulisan Pak Toni ini, padahal saya ke pameran 2 kali hehehehe. Mungkin karena Eropa krisis, para pemain kopi Eropa berbondong2 penetrasi market langsung ya ke Asia, khususnya Indonesia. Akhirnya pas ke pameran kedua kalinya saya bisa ketemu dan kenalan langsung dengan Pak Toni, pas saya beli grinder di Maharaja Coffee 🙂 Terimakasih Pak Tony sudah jadi konsultan Grinder, sharing ilmu nya sangat membantu saya yang newbie di dunia perkopian 😀

Comments are closed.