Aroma Therm

Mellita produsen peralatam kopi dari Jepang punya ide bagus dengan menghilangkan keping pemanas (hot plate)  di bagian dasar decanter dan menggantinya dengan vacuum flask atau termos pada produk Aroma Therm, pembuat kopi elektrik. Mayoritas electric coffee drip memang menggunakan pemanas yang fungsinya agar kopi tetap hangat, tapi justru inilah faktor yang membuat flavor kopi menjadi rusak akibat suhu panas yang berlebihan.  Melitta melalu menyiasatinya masalah ini dengan menggunakan termos yang fungsinya sama, taanpa perlu membuat kopi menjadi serasa gula hangus karena proses caramelization. Ini baru fitur awal dari Aroma Therm.

Mekanisme lain yang dibuat oleh Melitta adalah sebuah sensor panas (bimetallic system) yang ditanamkan pada bagian pipa yang membatasi aliran air pada suhu optimum. Ini sebenarnya peralatan standard seperti thermostat yang sudah mengatur air pada suhu tertentu. Tidak disebutkan berapa suhu optimum yang mereka tentukan, tapi Melitta menyebutkan hanya air di atas 90 derajat yang akan digunakan untuk menyeduh kopi.

Produk yang saya gunakan sayangnya masih menggunakan tegangan listrik 110 volt dan harus disiasati dengan alat penurun tegangan atau step down agar bisa digunakan pada tegangan 220 V. Selebihnya, produk Aroma Therm tidak jauh berbeda pada electric coffee dripper lain, selain absennya pemanas dan decanter kaca. Saya tentunya tidak perlu membahas cara penggunaan Aroma Therm karena yakin siapapun bisa dengan mudah mengoperasikannya.

Nah, terakhir, dengan dua kelebihan yakni penggunaan termos dan hilangnya pemanas, alat ini tentunya akan sangat bermanfaat terutama bagi para pengusaha kopi yang sering menawarkan sample kepada pembeli di pasar swalayan.  Ketimbang menyeduh secara berulang, cukup gunakan Aroma Therm dan menuang sampel yang bisa hingga 23 cangkir kecil atau sekitar 30ml (kalau pengunjung yang meminta lebih banyak, percayalah mereka bukan ingin menyicip sampel, tapi kesempatan ngopi gratis, seperti saya 🙂 )

Saya sudah mencoba alat ini dan ternyata panasnya cukup lama bertahan hingga maksimal 4 jam sebelum suhunya turun drastis. Selama kopinya masih segar bugar, alat seperti electric coffee dripper ini tentu bisa menghasilkan rasa kopi yang optimal. Apalagi bila memiliki penggiling kopi hingga kita bisa mengatur waktu seduh atau brewing untuk rasa yang diharapkan dengan mengatur halus-kasar bubuk kopi.

Sekian.

* * * *

Spesifikasi :

Kapasitas air : 700 ml
Waktu seduh : Sekitar 4 menit untuk 2 cangkir (300ml)
Dimensi : 22.6 (P) x 15.2 (L) x 31 (T) cm
Berat : 1.9 kg
Konsumsi listrik : 650 watt
Voltase : 110 Volt
Auto shut-off : 10 menit

Produk sejenis yang pernah saya tulis adalah Technivorm Moccamaster, salah satu alat kopi favorit.

 

Voltase 110 V yang hanya digunakan oleh sebagian kecil negara seperti Amerika, Kanada, Kolombia, Bahama, Barbados, Bermuda, Kosta Rika, Venezuela, Taiwan, dan tentu saja  Jepang.

Tanpa pemanas atau hot plate.

Akses masuk ke filter yang terbuat dari material plastik.

Filter yang bisa dilepas hingga mudah dibersihkan,

Termos atau vacuum flask

 

 

 

5 replies
  1. ayu
    ayu says:

    boleh dijelaskan mengenai watt dan voltasenya ? karena aga buta masalah pelistrikan ^^
    untuk 110volt apakah aman klo dipake di indonesia
    dan 650 watt itu setara daya apa ya? apakah akan terus memakan 650watt atau awalnya saja. terima kasih

  2. sutrisno
    sutrisno says:

    @ afil: decanter bisa dibilang sejenis pitcher deh..klo pitcher pasti uda lebih umum kan??hehehe..#just sharing

  3. afnil
    afnil says:

    Kang Toni,

    Istilah decanter (dlm kopi ) fungsinya apa?Pinsipnya bgmn ?Klu yg saya tahu dlm industri proses, decanter berprinsip gaya cetrifugal.fungsinya macam2.mulai memisahkan air, sampai memisahkan zat yg larut tidak/tidak terlarut, emulsi/suspensi dlm larutan, mohon pencerahan.

    Yang saya tahu cuma buat nuang Mbak 🙂

  4. Philocoffee Project
    Philocoffee Project says:

    Melitta sebenarnya bukan perusahaan Jepang, tapi Amerika. Karena Jepang pasarnya besar, Melitta buka kantor dan pabrik di Jepang. Dari segi produk, Melitta Jepang malah lebih variatif daripada Melitta pusat.

    Uniknya, Baratza Vario kalo di Jepang merknya Melitta juga 🙂

Comments are closed.