Masing-masing kota punya kopi jagoan sekaligus  penggemar fanatik yang seakan tak goyah dengan serbuan merek-merek kopi lain. Kota Bandung berjaya dengan Kopi Aroma, Liong Bulan memantapkan posisinya di Bogor, Ulee Kareng di Serambi Mekkah, Kok Tong di Medan, kopi bubuk Sinar Baru di Lampung, Cap jangkar di Kalimantan, daftarnya akan terus memanjang untuk kota-kota lainnya. Tapi yang satu ini agak lain, Berontoseno dari Kediri Jawa Timur, yang sudah mulai keluar dari kandang dan terus berinovasi dengan produk kreatif semisal Kopi Botol dan kemasan take away.

Berontoseno, sebagaimana merek-merek kopi lokal lainnya, tidak risau dengan merek dagang yang identik dengan kejawaan dan boleh jadi inilah nama dagang yang jadi jurus jitu karena paling mudah diingat oleh siapapun. Saya pernah melihat produknya di salah satu pasar swalayan di Jakarta, dan Berontoseno pun sudah mulai menyapa penggemar kopi di ibu kota. Kalau Anda mampir di situsnya akan terlihat  variasi produk yang mereka jual berikut warung kopi dengan merek yang sama.

Para artis cethe khususnya di Tulungagung tentu sudah sedemikian akrab dengan kopi Berontoseno yang berfungsi sebagai tinta untuk karya seni mereka di atas kanvas yang berupa sebatang rokok. Kehalusan ampas kopinya mempermudah mereka dalam menggoreskan gambar yang kadang hanya menggunakan sendok kecil atau tusuk gigi.

Bagi Anda yang memang menyenangi karakter rasa robusta kopi Berontoseno menyuguhkan cita rasa jenis kopi ini dengan sensasi pahit yang khas. Sepertinya buat saya kopi ini bisa jadi teman begadang yang baik  🙂

* * * *

 

18 replies
  1. lilik
    lilik says:

    Saya pernah minum kopi GAUL brontoseno di kediri eceran harga seribu rupiah.Bila ingin beli untuk dijual lagi berapa harga 1 kardusnya?Apakah benar itu milik brontoseno?Mohon infonya terimakasih

  2. jeffry christiawan
    jeffry christiawan says:

    salam kenal, saya pecinta kopi dan saya berdomisili di Kupang – Nusa Tenggara Timur,
    tolong tanya jika saya ingin membeli kopi Brontoseno apa bisa via online dan jika bisa di website apa ya ?
    mohon infonya ya …terimakasih

  3. jeffrych
    jeffrych says:

    wah…pasti enak kopinya….saya dj kupang NTT, kalau mau beli online dimana ya…???
    mohon infonya dong….tq

  4. @ronprasanto
    @ronprasanto says:

    Waaw,liputan yg mendidik dari pak toni,saya jadi penasaran liat kesenian chete ini.kayaknya menarik bgt yah

  5. delydee ayu
    delydee ayu says:

    wowww,,, haruss cobaa. dilihat dr gambar yg diatas sepertinya maknyussss.. saya termasuk newbie di perkopian. suka kopi sudah dr kecil, tapi asal minum2 ajaa. skr baru mencoba untuk menjadi pencinta kopi sejati. hehehe…. 😀

  6. Zanni
    Zanni says:

    Kalo pas meeting di Jakarta, sering disajikan kopi cream dlm plastik gelas ada creamernya kita tinggal nambahin air, rasa kopinya gurih cuma suka ragu saya pindahin ke cangkir, katanya plastik tidak aman utk air panas? Iklan kopi brontoseno lumayan gencar dg gambar anak muda pakai kaca mata dan sy sering ke Kediri tp kesulitan menemukannya. Sy sering ke pabrik roko GG, kopi yg disajikan oleh staff GG benar2 mantaf, barang kali itu kopi Brontoseno.

  7. prast
    prast says:

    pakai gula atau tidak, itu lebih ke soal selera. kurang bisa jadi ukuran kualitas. my coffee my way…kan? hehehe… yuk ah, yang penting INDONESIA!

  8. Enrico
    Enrico says:

    Ketika anda menjual kopi dalam format sudah tergiling dan HANYA format tergiling (ground), maka saya meragukan itu termasuk specialty coffee 🙂 dan buat saya isep jempolnya adalah ketika itu bukan specialty coffee, siapkan wadah gula di samping cangkir 🙂

  9. Ferdee Sugiono
    Ferdee Sugiono says:

    Brontoseno tetap punya karakter rasa sendiri yang unik & punya penggemar setia yang fanatik / groupies..

    Betapapun mereka disuruh coba minum kopi lain, pilihan utama mereka tetep brontoseno.

    Jadi, untuk mas Enrico, cobain dulu mas, baru putuskan perlu pake gula atau nggak…

  10. wallflowers
    wallflowers says:

    Rajanya kopi di Kediri nehhh… siapa yg gak kenal kopi Brontoseno di Kediri.. Kopi botol’nya mungkin yg paling original di Indo..

    @Enrico,.. cobain dulu mas, baru putuskan perlu pake gula atau nggak…

  11. Enrico
    Enrico says:

    kopi2 yang seperti ini kayaknya yang tipikal harus pake gula supaya “laik kecap” :p

    berarti keluarin wajan deh… saatnya bikin ala kahveh!

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] gan kalo Ga percaya &#75&#108&#105k http://www.cikopi.com/2011/08/berontoseno/ &#10&#10&#75alo aGan/sisTa komplain dengan Pendapat Saya ,sila&#107&#97&#110 dan tolong […]

Comments are closed.