Selalu menyenangkan melihat mesin kopi merek baru yang belum pernah saya tulis di sini. Iya benar, pada dasarnya mereka sama saja, sebuah alat menyeduh kopi, cuma di tambah fitur sana sini. Tapi selalu saja ada sedikit keingintahuan, sebuah ekplorasi tanpa henti akan sebuah alat yang telah berevolusi dari romantisme poster Victoria Arduino yang menggambarkan ketergesaan dalam cara menyeduh kopi hingga  extravaganza fotografer Annie Leibovitz dalam iklan kopi Lavazza. Selain itu, saya ingin memberikan banyak pilihan kepada pembaca, entah dari harga, durability, fitur,  hingga elemen artistik dan untuk tujuan itu saya perkenalkan Sanremo, tipe Treviso LX yang baru saja datang ke kantor siang kemarin.

 

Mengapa mesin ini saya coba di kantor ? Sesekali boleh ganti suasana sekalian memperkenalkan kepada para kolega saya termasuk kepada satpam dan supir di kantor yang sepertinya sudah mulai merasakan dahsyatnya racun kopi. Selain itu, Barry Lesmana  dari CV Berkatmas Jaya Abadi, distributor Sanremo di Indonesia sudah berbaik hati untuk atau lebih tepatnya “terpaksa” meminjamkan stock-nya untuk saya gunakan di kantor dalam waktu yang cukup panjang :).

Alasan lain saya ingin mengenalkan Sanremo karena Barry punya sistem “re-purchase”, artinya bila saya menganggap sudah waktunya untuk naik kelas atau meng-upgrade mesin ke kelas komersial dua group, dan ingin menjualnya kembali, CV Berkatmas Jaya Abadi bersedia membeli kembali. tentu saja dihitung dnegan waktu penyusutan, tapi praktek ini ternyata ampuh untuk mengikat pelanggan yang membuat mereka tak berniat pindah merek. Anda juga maklum, tak mudah menjual mesin espresso bekas karena pasarnya sangat spesifik dan perusahaan ini sudah memberikan sedikit kenyamanan bagi pelanggannya dengan program “beli kembali”.

Biasanya saya enggan menyebutkan harga, tapi pembaca biasanya selalu penasaran tentang banderol harga seperti mesin ini. Karena sudah diizinkan pemiliknya, harga mesin Sanremo tipe Treviso LX ini dijual 25 juta rupiah per unit. Jangan lupa, Anda harus melengkapinya dengan grinder komersial agar Sanremo bisa beroperasi dengan optimal.

Sementara itu saja dulu sekedar sneak peek, sebelum saya update lebih lanjut saat mesin ini akan dinyalakan seharian selama jam kerja di kantor saya.

 

* * * * *

 

17 replies
  1. surya
    surya says:

    wiihh.. menarik nih, ditunggu ulasan lengkapnya pak.
    klo yg tipe Capri LX berapa ya harganya??

    mau tanya klo sm oscar Nouva Simoneli bagus mana yaa pak??

  2. dux
    dux says:

    Ini desain paling keren dari kubu pengikut E61 headgroup. Bukan sekedar kotak chrome dengan tonjolan headgroup warisan Faema yang monumental itu.
    Untuk ‘just another E61 box” dengan spek teknis yang rata2, harganya terhitung ‘overpriced’. Dimata seorang coffee geek, tidak pantas untuk meminta harga premium hanya untuk sekedar desain. Kalau untuk perangkat teknis tambahan macam PID atau temperature dial pada grouphead masih mungkin.

  3. ircham
    ircham says:

    Halo,

    Salam kenal saya nubie di dunia teknologi coffee machine, tp penggemar kopi.

    Ijin monitor ya om! lg compare coffee machine utk cafe 🙂

  4. Robert
    Robert says:

    Pak Toni,

    mohon maaf sebelumnya, tapi saya penasaran dengan review lebih detail mengenai mesin ini, seperti kualitas brew nya dan terutama peforma nya… karena sepertinya ulasannya cukup terbatas yah dibanding yang lain?

    -sabar menanti-

    terima kasih sebelumnya

    Hi Robert, masih disiapkan tulisannya, mohon sabar menanti 🙂

  5. arief
    arief says:

    @zaki, mesin mesin tipe ini depannya memang banyak sekali yang mirip mirip, tapi bentuk aura, finishing, kinerja, asli beda beda lho ternyata..

  6. robert
    robert says:

    wah sexy nih pak, body full stainless steel lagi! bahenol nih.

    berani repurchase, brarti partsnya lengkap dong yah ?

    tak sabar menunggu hasil review lainnya..

  7. adrian
    adrian says:

    keren om.
    sayang panel hitam yg dibawah agak nggak cocok,jd aneh gitu..

    but nevertheless COOL!

  8. Endang
    Endang says:

    Wah, kalo daya listriknya 1500 watt, emang untuk kantor cocoknya. Pak Ton kok tanggung sih ceritanya, trus kapan mau nerusin cerita bagaimana mengenai rasa, aroma, dan crema yang dihasilkan mesin anyar ini, bila dibandingkan dengan produk sejenisnya atau dengan mesin espresso tipe manual….

Comments are closed.