Lupakan sejenak tentang berbagai tulisan saya tentang mesin espresso dan segala jenis protokol yang harus dilakukan untuk membuat “a cup of joe”. Saya ingin mengenalkan mesin espresso Francis Francis X7 yang khusus dibuat untuk Illy dan menggunakan sistem kapsul, sebuah inovasi terbaru yang sebenarnya telah dipelopori oleh Nepresso. Bukankah saya selalu mengatakan bahwa membuat espresso itu tidak mudah, perlu grinder yang harganya bisa jadi lebih mahal dari mesinnya, harus dosing dengan tepat, tamping yang rata, dan sayangnya seringkali hasilnya tidak konsisten. Sementara teknologi luar angkasa sudah menjangkau planet terjauh, kita masih berkutat dengan isu tekanan yang ideal serta segala jenis profiling yang bukannya menyederhanakan proses pembuatan espresso, tapi juga menempatkannya dalam kompleksitas yang membingungkan, khususnya bagi kalangan awam. Sistem kapsul dengan mesin Francis Francis X7 iperEspresso dari Illy, mungkin bisa menjawab sebagian dari keluh kesah tadi.

Espresso Kapsul
Kalau ada yang mudah mengapa harus dipersulit ? Mungkin itu ide dasar kopi dari kapsul, sebuah inovasi terbaru setelah sistem POD yang menyederhanakan pembuatan espresso. Selama ini orang awam terkendala dengan harga mesin espresso yang relatif mahal beserta grinder dan seabreg aksesoris lainnya, lalu terpaksa kecewa setelah tahu bahwa membuat kopi dengan mesin ini tak mudah. “Buat kopi koq susah sekali sih?”, itu bukan komentar seorang dewasa, tapi keluar dari mulut anak saya yang baru berusia 9 tahun karena tidak sabar menunggu minuman latte-nya disajikan akibat shot yang saya lakukan gagal berulang kali.

Selain itu ada beberapa alasan yang membuat saya ingin sekali membuat tulisan khusus tentang sistem kapsul. Utamanya adalah kemudahan bagi para pengguna di luar sana yang ingin menikmati secangkir espresso, tapi tidak ingin menghindari segala kerepotan proses pembuatannya. Sederhananya mereka hanya ingin secangkir kopi nikmat, tinggal pencet tombol, dan tentu saja dalam waktu yang cepat tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk grinder dan alat2 pendukung lainnya.

Semakin banyak perusahaan kopi yang mengeluarkan sistem kapsul dengan teknologi yang terus disempurnakan. Nepresso, Gaggia, Bosch, Lavazza, dengan berbagai nama teknologi seperti Nepresso, Caffitally, Tassimo yang kesemuanya untuk mengatisipasi pasar yang terus berkembang. Walau tidak berniat untuk generalisasi, saya tidak menyangka kalau banyak kalangan perempuan yang menyenangi alat ini. Beberapa kenalan saya  seperti pastry chef sekaligus selebriti, Karen Carlota adalah penikmat kopi yang menggunakan mesin espresso sejenis ini.

Alasan lainnya, sistem kopi dengan kemasan kapsul yang sudah populer di luar sana, belum begitu memasyarakat di Indonesia khususnya untuk merek lain yang kapsulnya belum dijual di kota besar seperti Jakarta. Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan Direktur ILO dalam rangka urusan kantor yang mengeluhkan hal yang sama dan harus menitip kolega mereka ke Jenewa hanya untuk membeli kapsul kopi demi memuaskan anak buahnya yang selalu setia menunggu kedatangan kapsul ajaib itu. Selain itu, belum ada standardisasi bentuk, berat, dan ukuran kapsul hingga konsumen harus tergantung kepada salah satu produsen saja. Misalnya kapsul Nepresso tidak mungkin dipasangkan pada mesin merek lain, demikian pula sebaliknya.

Francis Francis X7 dan Mitaca
Jadi sekalian ikut mempopulerkan mesin ini, saya akan membuat dua tulisan tentang mesin dengan sistem kapsul, yakni :  Illy Francis Francis X7 dan Mitaca. Keduanya dikirim oleh Michael Gibbons, Business Development Manager dari PT Bahana Genta Viktory yang menyetujui usulan saya untuk mengenalkan Francis Francis X7 kepada para pembaca. Sekalian untuk menambah khazanah pembahasan mesin espresso yang  selama ini masih didominasi oleh mesin komersial yang tradisional.

Francis Francis adalah anak perusahaan Illy yang berdiri sejak tahun 1994, terkenal dengan desain yang memadukan unsur modern dan estetika retro dalam setiap produknya, pokoknya selalu elok untuk dipandang. Mesin yang Anda lihat adalah Francis Francis X7 iperEspresso, yang khusus menggunakan sistem kapsul, mari kita jelajahi bentuk fisiknya. Dibuat dalam tiga warna, yakni merah, putih, dan biru dengan berat hanya 5 kilogram. Cup warmer menggunakan “pagar” stainles yang bisa di buka bila tidak digunakan.

Di panel elektronik depan Francis X7 hanya menyediakan tiga kelompok tombol yakni : power on/off, pengaturan brewing, dan steam, semuanya dengan sistem sentuh dan lampu yang akan menyala sesuai dengan fungsi yang digunakan. Di bagian terdapat steam wand untuk milk frothing sekaligus befungsi untuk memanaskan air  jadi bukan mengeluarkan air panas sebagaimana mesin2 tradisional. Tangki air terletak di sebelah kanan, hanya bisa menampung volume sekitar 1.2 liter.  Terakhir, di bagian bawah, drip tray, hanya berkapasitas 250ml, sesuai ukuran mesin yang kecil.

Jadi bisa apa mesin keci ini ?
Instalasi mesin hanya berlangsung kurang dari lima menit, isi tangkinya dengan air, lalu sambungkan kabelnya ke listrik. Nyalakan dengan menekan tombol paling kiri pada kontrol panel-nya dan lampu pun menyala serta suara mesin menghisap air ke dalam boiler. Saya memasang timer dan mencatat waktu 1.5 menit ! rekor baru sebagai mesin dengan pemanasan tercepat yang pernah saya coba. Francis Francis X7 sudah siap digunakan dalam waktu sekejap.

Saya memasang kapsul iperEspresso yang berwarna merah ke dalam portafilter-nya dan memasang ke group head. Tekan tombol brewing, dan sekitar tiga detik kemudian ekstrasi terjadi. iPerespresso menggunakan dua proses brewing, pertama air dari boiler akan disemprotkan ke bagian atas kapsul, lalu mesin akan kembali mengeluarkan air panas untuk melakukan ekstraksi. Teknologi yang dibenamkan dalam iperEspresso membuat ekstraksi terjadi  di dalam kapsulnya, jadi tidak ada kontak langsung antara mesin dengan kopi hinga alat benar2 bersih. Waktu yang tercatat adalah 24.6 detik dengan hasil seperti tampak pada foto2 di bawah.

Penilaian espresso secara visual biasanya bisa dilihat dari warna dan ketebalan crema, dan tidak buyar  saat demitasse atau cangkir digerakan ke kiri dan ke kanan atau tetap konsisten, kesemua kriteria tersebut dipenuhi oleh iperEspresso. Saat dicoba,  untuk rasa sebuah espresso yang dihasilkan oleh mesin sekecil Francis Francis X7, damn good ! (Saya beri niai 3 dari skala 0-5, bila ada peserta kompetisi Barista yang bisa membuat espresso seperti ini 🙂 ) Itu saja komentar saya yang kembali mengulang pembuatan minuman ini berkali-kali untuk melihat sedikit saja inkonsistensi baik penampilan visual maupun rasa, nihil. Selain espresso, iperEspresso juga menyediakan jenis Lungo, untuk esktraksi dengan volume 60ml, tapi dengan waktu brewing yang sama, 25 detik.

Hanya melakukan frothing sedikit agak kagok karena steam wand yang terlalu pendek dengan pergesaran yang kurang nyaman untuk mendapatkan sweet spot, jadi saya harus banyak berlatih untuk yang satu ini.  Waktu jeda antara brewing ke steam sekitar 1.5 menit.

Kesimpulan
Illy Francis Francis X7 iperEspresso tidak akan menghilangkan profesi Barista karena pasar yang dituju sangat berbeda. Mesin ini masih ditujukan untuk pasar seperti hotel, resort, villa, kantor, dan para individu yang gemar dengan espresso dan menginginkan mesin yang mudah dioperasikan, coffee without mess. Konsistensi hasil dan rasa karena sistem kapsul yang dulunya diperkirakan tidak akan sukses ternyata disukai oleh pasar. Pod memang praktis, tapi pembungkus kertasnya sedikit banyak mempengaruhi rasa dan tidak terlalu sukses di pasaran.  Tapi berbeda dengan kapsul yang benar2 terlindungi dari udara luar karena dibungkus dengan alumunium foil.

Sayangnya, masing2 produsen kapsul belum mau kompak membuat sebuah standard agar bentuk dan ukuran kapsul bisa diintegrasikan dengan mesin apa saja. Masing2 punya ukuran sendiri dan tidak bisa di merger antara satu merek dengan produsen lainnya. Hal ini membuat ketergantungan konsumen kepada satu produk saja selain masalah harga yang dijual cukup tinggi karena penggunaan teknologi pengemasan kapsul.

Saat pagi hari jarang sekali saya menyalakan mesin espresso karena keterbatasan waktu, tapi hal tersebut  akan berubah dengan adanya Francis Francis X7 yang hanya dalam waktu lima menit sudah bisa menyajikan salah satu kopi kesukaan saya.

* * * *

 

 

Dimensions: Width 28 x Depth 31 x Height 28 cm
Water Reservoir 1.2 L. (about 15 cups)
Weight 5 Kg
System: IperEspresso capsules only
Power: 1050 W (EU)
Body material: ABS
Grid material: Stainless steel
Boiler material: Brass
Pump pressure: 15 bar

 

 

17 replies
  1. hanzz
    hanzz says:

    Alat2 yg ‘bagus’ buat pajangan di rumah minimalis pada pake kapsul 🙁
    payah… tukang kapsul masih jarang di indo

  2. adi
    adi says:

    kalo untuk mesin 2 jutaan di luar negeri banyak yang lebih bagus….dari delonghi, saya sih pengguna delonghi baru 2 bualanan, enak juga tuh mesih, untuk ekstraksi pastinya berhasil karena pake presurized system. untuk frothnya sendiri belum pernah coba… untuk mesinnya sendiri dari buku panduan ada 2 cara untuk mesin agar ready
    1. 45 menit tombol power on
    2 atau cukup tunggu tombol ijo nyala, terus kita flushing 2x.

    imho 🙂

  3. Agus
    Agus says:

    Bos, ulasan dan foto-foto anda sangat tajam bagus, saya tertarik untuk membeli mesin espresso nih, tapi budgetnya terbatas, sempat lihat di link websitenya P’Toni ini di http://www.coffeeshopz.com/product.php?id_product=66 disitu ada produk Delonghi EC-155, harganya lumayan menarik tapi sepertinya belum sempat dibahas disini ya, atau saya yang ketinggalan. Kalau memang belum apa bisa dikupas mengenai mesin tersebut, atau P’Toni ada saran lain untuk mesin espresso sejenis seharga 2 jt-an. Thanks

    Mesin Delonghi moga2 segera dibahas, untuk di rumah sih oke2 aja.

  4. Lulu
    Lulu says:

    Lama ga comment nih, ninggalin cikopi beberapa saat ;p
    Alat ini dijual di Oakwood Mega Kuningan, langsung di illy cafe-nya. harganya sekitar 5,5 juta kalau ga salah. illy juga jual cangkir-cangkir lucu yang bisa dikoleksi. jatuh cinta saat browsing ke illyusa.com 🙂 (lha jadi promosi hehehe)

  5. widianto
    widianto says:

    mustinya skalian disertakan link ke penjualnya kang tony, jadi mereka2 yg tertarik seperti saya ini bisa tahu kira2 harus menabung berapa lama utk bisa membeli mesin cantik yg satu ini. hehehe.

    kan skalian bisa jualan kang, ulasan yg keren ditutup dengan ‘call-to-action’ yg bisa menambahkan isi kocek kang tony sebagai reseller dari produk yg direview:)

    – Aamiin, sayangnya saya bukan re-seller, cuma buat tulisan saja. Tapi kalau ada yang mau ngasih uang “kerohiman” sih gak nolak 😀 Penjualnya PT Bahana Genta Viktory, Tlp : (021) 63864152-3

  6. Coffeeshopz
    Coffeeshopz says:

    @ adi
    Imho
    Capsules beda dgn POD bos

    Seperti nya ini exclusive untuk Capsule…
    apa Porta filter hanya dikasih satu …?

    – Betul ini hanya buat kapsul, portafilter hanya satu.

  7. Enrico
    Enrico says:

    Mulailah pod and capsule based espresso machine masuk Indonesia, hehehe.. moga2 bisa cepet marak di sini 😀

  8. Hardiansyah
    Hardiansyah says:

    Celaka, racun baru lagi… Duh, mesin yang satu belum selesai digali, dicoba, dan dibeli.. muncul lagi yang baru dan lain…

    O, iya, semoga karena masih dalam pemapanan yah sehingga setiap produsen mesin hanya mengeluarkan kapsul kopi yang hanya cocok untuk mesin yang diproduksinya. Barangkali ke depan semoga semua kapsul bisa kompatibel dengan mesin mana pun.

    Agak penasaran, apakah orang Indonesia ada yang bisa membuat mesin espresso?

    Ehm, saya gagal memastikan apakah memang desain mesinnya bagus atau foto Kang Toni yang bagus 😀

Comments are closed.