Conti

PT Harvest Coffee Forenity memperkenalkan mesin terbaru dengan merek “Conti” buatan negara Monaco dalam jajaran produknya. Bersama rekan Adi W. Taroepratjeka dan Mirza Luqman, kami bertiga diundang oleh Franky Angkawijaya untuk menyaksikan saat2 mesin ini sejak dibuka dari kardusnya hingga dicoba untuk pertama kali yang bertempat di sekolah Esperto Barista Course, STC Senayan, Jakarta. Conti, unboxed.


Ternyata merek Conti sudah beredar sejak tahun 1956 yang berproduksi di pusat kota Monaco, Monte Carlo. Selain mesin espresso semi automatic, mereka juga memproduksi peralatan kopi super otomatis pada model Toutauto dan mem-branding grinder mazzer Super Jolly. Satu lagi, mereka punya blend espresso sendiri yang sayangnya tidak didatangkan oleh PT Harvest.

Sekilas kesan kami tentang mesin ini diluar kemampuannya dalam mengekstraks kopi dan steam-nya yang menghasilkan microfoam halus, adalah daya listrik terkecil berkisar  4000 watt, yang merupakan standard kebanyakan mesin espresso dua group. Tapi untuk tipe teratas Twin Star, mesin ini bisa melahap listrik hingga 11 ribu watt, daya terbesar yang pernah saya tahu untuk sebuah mesin espresso 2 group.

Twin Star adalah bintang perusahaan Conti, mesin yang punya multi boiler dengan pengaturan suhu terpisah. Satu group head bisa di non aktifkan apabila sedang tidak digunakan untuk menghemat listrik selain berbagai fitur elektronis seperti automatic timer, volumetric dosing, dan waktu pre-infusion yang bisa diatur secara manual.

Conti akan meramaikanberbagai merek mesin espresso yang sudah lebih dulu beredar di Indonesia yang sebagian sudah pernah ditampilkan dalam publikasi terdahulu di blog ini.

Asal jangan salah sebut, Conti adalah merek yang sangat mudah diingat. 🙂

* * * * *

Keterangan selanjutnya bisa ditanyakan ke PT Harvest Coffee Forenity.

8 replies
  1. si_petho
    si_petho says:

    wew……
    ini si super monster yg di kabarkan sama si empunya langsung kepada saia(hehehe)
    klo emang tuh makan 11000 watt,pastnya sebanding dengan hasilnya
    jadi penginn nyoba 🙁

    BUat pak tony:akhirnya kena foto juga…..
    ngintip opo pak???

  2. Andreas
    Andreas says:

    Hmmmm …. saya dah nyobain tuh steam susunya ….. komentar: muantabssssssssss ….. halus dan relatif mudah (dengan metode yg tepat tentunya) …..

    Move forward Frank ….. !!!!

  3. Lulu
    Lulu says:

    @enrico sama euy, rumah saya juga jebol hehehe 🙂 tuh pak Franky-nya udah ngundang kalau mau coba Conti.

    Ini mesin serius euy, lihat yang melihat dari dekat jadi terlihat serius semua hihihi :p

  4. erni
    erni says:

    woow,ternyata mesin utk espresso mahal bgt ya.kalau utk membuka satu coffe shop yg kecil n sederhana.berapa jenis mesin ato alat yg dibutuhkan utk menghemat biaya alat ato mesin tsb ( standart wajib yg harus dimiliki utk sebuah coffesho )

    tanks atas informasinya,

    Erni

  5. franky angkawijaya
    franky angkawijaya says:

    Dear Cikopi and all readers,

    Thank you very much for dropping by and read the article. Please do not get surprise for the 11000 watt consumption for twin star 2, since it is multi boiler machines thus it has many heating element inside the machines. This will help the machines to work in maximum capacity (for a very very very busy coffee shop) but if they are not too busy then they can adjust the electricity to 5000watt (without affecting the quality of the espresso and steam).

    Instead of me doing the talking here please come along to our class and try it your self. I prefer action instead of talking. You are welcome to play with every machines that we have in class.

    regards

    Franky

  6. Enrico
    Enrico says:

    Eta naha beungeutna kang adi?? nyeknyeknyek… serius pisan…

    Xeon evolution, 4000 W, 3 group head… Twin Star, 11’000 W, DUA group head?? Edaaan… eta listrik imah saya langsung byar peeeet….

Comments are closed.