Hario Skerton

Biasanya saya tidak terlalu tertarik dengan jenis grinder yang harus difungsikan dengan  memutar handle-nya, tapi tidak untuk Hario Ceramic Coffee Mill Skerton ini. Alasan utama saya tampilkan di sini adalah mata pisau grinder ini yang menggunakan material keramik sebagaimana juga digunakan oleh Baratza untuk tipe Vario Digital. Keramik dipercaya akan membuat mata pisau menjadi dua kali lebih tahan lama dibandingkan dnegan mata pisau yang menggunakan baja.  Hario Skerton diproduksi oleh  Hario Glass sebuah perusahaan Jepang yang didirkan oleh Hiromu Shibata sejak tahun 1921. Perusahaan ini terkenal dengan produk inovatif dan memenangkan berbagai penghargaan untuk desain produk seperti teko Hario Buono yang elegan itu. Grinder ini saya peroleh di Coffee Bali House saat perjalanan ke Bali minggu yang lalu dan sudah saya gunakan  untuk metode brewing dengan menggunakan Frech Press. Berikut ulasan singkat tentang Hario Ceramic Coffee Mill Skerton.

Sudah saya koreksi, ternyata Hario ini bisa digunakan untuk espresso di posting Hario Skerton bisa untuk espresso.

Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook Email

17 Responses to “Hario Skerton”

  1. btw harganya brp kang? bisa delivery order ga ya…

    385 ribu, sepertinya harus langsung beli di sana.

  2. Thanks reviewnya, Pak. Btw, apakah hasil grind’nya cocok dipakai di moka pot spt Brikka?

    Bisa Mas, tinggal diatur saja setting-nya.

  3. Levi Sianturi August 11, 2010 at 19:10

    Kalau menurut video dari seattle coffee gear ini bahkan bisa buat espresso Pak. http://www.youtube.com/watch?v=sZzz-4-KZgU jadi ragu nih menginginkan grindernya :)

    Thanks Levi, saya mau coba, moga2 sih sukses.

  4. boleh info alamat Coffee Bali House…
    tks

  5. Update artikel nya berguna pak.
    terutam abagi online shop seperti saya.
    sangat menambah pengetahuan .

    salam
    http://www.coffeeshopz.com
    Toko Kopi dan Alat-alat-kopi

  6. Nimbrung, saya sependapat dengan pak Toni, Skerton lebih cocok untuk French Press, Moka atau Drip.
    Saya sudah pernah mencoba Skerton untuk Espresso, tapi sulit ketemu setting untuk mendapatkan 30oz dalam 30 detik, salah satu harus dikorbankan.
    Mungkin karena typenya stepped grinder, jadi susah sekali mendapatkan setting yang pas.
    BTW di video Youtube, mrk memakai Hario Mini Slim untuk espresso bukan Skerton. Mini Stepless grinder – Skerton stepped. grinder

    Itu dia, tangan saya keburu pegel pada saat mencoba setting untuk espresso, karena koq gak selesai2 :)

  7. Oya, alasan tambahan kenapa Skerton tidak sesuai untuk espresso adalah karena harus diputar +/- 200 kali untuk 14 gr.
    Untuk yang rekan2 yang adventures, boleh coba sambungkan ke Power Drill, cukup ganti mur top-cap dengan mur M16. :)

  8. Ooops, ralat untuk golden rules Dr. Illy harusnya 30ml(1oz) dalam 30 detik, maaf.

  9. ahmad affandi August 20, 2010 at 11:32

    selamat siang..

    saya ahmad affandi… mau menanyakan klo alat hario-skerton bisa di beli dimana ya?

    terimaksih

  10. buat om deni,Kopi Bali House, Graha Niaga Sanur Arcade, Jl. Bypass Ngurah Rai No. 405E, Sanur, Denpasar-Bali. Telp. 0361-270990,

  11. buat info, kalau mau buka websitenya Kopi Bali House di http://www.kopiluwakbali.com Trus buat yang mau cari Grinder Manual yang modelnya seperti Hario Skerton, mungkin bisa didapatkan di Maharaja Coffee, kemarin saya beli disana seharga 200 ribu lebih.

  12. ooops…maaf saya orang baru, jadi tidak tahu sudah ada Pak Budi di sini, jadi saya gunakan nama yang lebih panjang saja Harbudi. Maaf saya tidak sependapat dengan Pak Toni dan Pak Budi. Skerton MSCS-2 menurut saya dapat diandalkan untuk sistem brewing apa pun. Saya sdh lama menggunakan MSCS-2 dengan mypressi. Flavor espressonya tdk pernah menggecewakan. Bahkan Hario MSS-1, adiknya, juga dapat diandalkan. Saya bahkan gunakan di WEGA Vela, hasilnya tidak ada yang pernah protes dengan flavornya. Masalahnya hanya butuh kesabaran dalam menset… Malahan pengalaman pertama saya dahulu, mypressi saya jadi macet akibat superfinenya bubuk kopi yang dihasilkan MSCS-2.

    Sepertinya test Enrico di bawah sudah bisa merevisi penyataan saya.
    Nuhun Kang ….

  13. Aduh…Mas Jutahariadi, jantung saya sempat berajrut-ajrutan membaca harga Hario Skerton di Maharaja hanya 200.000-an. Sedang saya beli di Jepang saja YP3.150…keblobok dong saya. Tapi maaf setelah saya baca dengan teliti, saya jadi senyum sendiri…oh MODEL Hario Skerton, bukan skerton toh. Mungkin itu buatan Taiwan, Tia Mo, memang merek ini copy-cat yang murah.

  14. Saya sudah bandingkan side by side si kopinya Skerton dengan Skerton… secara garis besarnya sih dari penampakan, ga banyak perbedaan aside dari model yang dirubah dikit biar ga kena kopirait :D

    Yang saya belum coba… adalah hasil grindnya apakah sama apa kagak. coba saya test ah… di level terhalus ajah.

  15. Mumpung libur Mas Enrico, saya tunggu hasil uji cobanya.

    Dugaan saya sih, hasilnya akan serupa. Mungkin hanya masalah dalam ketahanan keramiknya saja. Dan terutama mereknya saja haha…

  16. OK hasilnya keluar… maaf ga ada foto karena kamera HP saya jelek utk detail, mendingan ga moto…

    Jadi dengan setting sangat mendekati terhalus (karena si skerton model ada “penahan” yang tidak fleksibel utk masuk ke baut putar), saya bandingkan hasil grind masing2.

    Utk Skerton, halus, namun kalo dipinch dan digesek2, maka kerasa “grainy”. Grind mulus sampe akhir.

    Utk kopian skerton, hasilnya lebih halus lagi! Mungkin saja Turkish fine, karena beneran kayak bedan, saya pinch dan gesek2, kerasanya kayak megang bedak.

    Tapiiii… there’s a catch. Dia tidak bisa muter sampe akhir semua kopi ke-grind. Entah kenapa ada sekitar 1/4 sisa kopi uji yang terus nyangkuuuut aja di atas chamber… Akhirnya saya terbalikin, dan betul ternyata dia ga bisa sampe abis. Masih ada butiran kopi besar malahan.

  17. alamatnya dmana bang,,,

Leave a Reply